
Nama :Drs H Muhammad Jusuf Kalla Lahir :Watampone, 15 Mei 1942 Agama :Islam Jabatan Kenegaraan: Wakil Presiden RI (2004-2009) Menko KESRA Kabinet Gotong Royong (2001-2004) MENPERINDAG Kabinet Persatuan Nasional (1999-2000) Pendidikan : Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanudin Makasar, 1967 The European Institute of Business Administration Fountainebleu, Prancis (1977) Organisasi 2010 - Sekarang : Chairman Centrist Asia Pacific Democrats International (CAPDI) 2009 - Sekarang : Ketua Umum PMI 2000 - sekarang : Anggota Dewan Penasehat ISEI Pusat 1985 - 1998 : Ketua Umum...
Dibaca: 2080
Komentar: 84
8 dari 13 Kompasianer menilai Aktual
Amankah memakai kompor gas ? pertanyaan ini tentu hinggap di kepala masrakat saat ini. Bahkan saya lihat tadi di berita ada masyarakat yang menginginkan untuk menggunakan kompor minyak tanah kembali. Nah untuk itu saya selaku orang yang memprakarsai penggunaan tabung 3 kg, sebagai kompensasi dari konversi minyak tanah ke gas untuk mengurangi beban subsidi pemerintah atas penggunaan BBM oleh masyarkat. Namun saat ini di media banyak yang ribut kenapa banyak kompor yang meledak ?
Tentunya saya menyesalkan akan banyaknya kecelakaan atau kebakaran karena pemakaian elpiji. Dan itu pertamina harus cepat mengatasinya. Tapi satu hal yang perlu kita pahami, semua energi apa pun itu bentuknya, mempunya potensi untuk mengakibatkan kecelakaan kalau dipakai tidak sesuai standar pemakaiannya.
Saya kebetulan baca koran hari ini , kemarin di Cengkareng 15 rumah hangsu terbakar hanya karena lilin Rumah sakit di Aceh terbakar karena korsleting listrik. Beberapa waktu yang lalu 1 Mall habis karena listrik. Jadi semua energi itu punya potensi untuk mengakibatkan musibah kebakaran, Itu dulu yang harus kita pahami, jadi memang tidak ada yang bebas resiko..
Sekarang memang kebakaran akibat kompor minyak tanah nyaris tak terdengar lagi, itu karena kompor minyak tanah nyaris tidak ditemukan lagi di masyarakat kita. Dulu sebelum adanya konversi minyak tanah ke gas, setiap kali ada kejadian kebakaran itu kebanyakan disebabkan oleh kompor minyak tanah yang meledak.
Lalu kenapa elpiji sekarang sedang ramai diberitakan ? itu karena memang banyak orang yang pakai elpiji. sekarang tabung elpiji di Indonesia sekitar 100 juta tabung, selama 2 tahun itu kita membuat 50 juta tabung, itu tentunya kemungkinan untuk error tetap ada tapi itu kemungkinannya kecil, 1 dari setiap 1 juta tabung yang diproduksi tapi itu kita harus kurangi menjadi 1 dari setiap 10 juta tabung yang diproduksi.
Sekarang kalau banyak kita dengar yang meledak, karena memang jumkah pemakai tabung sudah banyak, kalau dulu jarang kita dengar karena pemakai tabung juga kurang, yang ada malah lebih banyak kompor minyak tanah yang meledak. Kalau kita liat kenapa itu bisa terjadi, kebanyakan kecelakaan kompor gas itu disebabkan oleh kebocoran selang. Saya bisa katakan tabung itu tidak mudah meledak. Baik yang 3 kg maupun yang 12 kg atau 15 kg. kebanyakan kasus meledaknya kompor gas itu disebabkan oleh selangnya, pulpnya dan oplosan. Jadi yang paling banyak menyebabkan korban itu adalah tabung oplosan dan itu kriminal.
Gasnya sendiri, aman karena berbau khas, kompornya sendiri juga aman belum pernah ada kompor yang meledak pecah ketika sedang tidak dipakai. Nah kalau masalah kebocoran gas mudah diketahui kalau terbiasa mencium bau gas. Dan kecelakaan akibat kebocoran gas bisa dicegah dengan sistem sistem ventilasi yang dibuat di dekat tabung, karena sifat gas itu selalu turun ke bawah. Kalau terlalu tertutup itu bisa menumpuk dan berbahaya kalau terjadi kebocoran.
Tapi apa pun itu kualitas kompor gas harus lebih diperbaiki lagi. Dan kalau mau jujur, dibandingkan dengan kompor minyak tanah, efek ledakannya lebih berbahaya minyak tanah sebenarnya. Karena begitu kompor minyak tanah meledak, apinya menyebar ke mana mana dan itu bisa mengakibatkan 1 kampung bisa musnah terbakar. Kalau gas tidak, paling jendela yang hancur.
Jadi intinya semua energi yang digunakan oleh masyarakat, haruslah berhati hati dalam penggunaanya, karena energi apa pun, mulai dari listrik, minyak tanah bahkan lilin sekalipunn bisa menyebabkan banyak rumah yang terbakar. Tapi pertamina juga harus memperbaiki lagi kualitas kompornya, baik itu selangnya dan sebagainya. Dan masyarakat juga harus dididik, bagaimana menggunakan kompor yang benar, bikin iklan layanan masyarakat, bagikan pamflet, kasi manual book dan sebagainya. Dan yang terpenting media juga harus ikut mendidik masyarakat,jangan hanya suka memberitakan kompor yang meledak, tapi juga menginformasikan masyarakat bagaimana caranya pemakaian kompor gas yang benar. Nanti masyarakat jadi takut akhirnya bingung dia kalau mau masak, mau pakai apa??
Produksi kompor gas hasil konversi itu sendiri saya berani katakan, merupakan produksi yang paling ketat dari segi standar mutu. kalau pun ada yang ditemukan yang beredar di masyarakt yang tidak sesuai standar cuman ada dua kemungkinan itu ilegal atau pemakaiannya yang tidak susai standar. Pengawasan tabung itu sendiri ditangani oleh konsultan pengawas yang berpengalaman dalam hal ini surveyor indonesia, dan saya juga wanti-wanti kepada pengawas waktu itu supaya tongkorongin itu barang periksa satu satu dengan teliti. Makanya saya heran kenapa sampai bisa produksi yang di bawah standar? Karena kalau tidak salah waktu itu saya mensyaratkan semua kompor yang diproduksi haruslah lolos SNI.
Bandingkan dengan kompor minyak tanah, yang nota bene dengan bebas di produksi di mana saja, oleh siapa saja, tidak diawasi apalagi diasuransikan dan kalau ada apa-apa tidak ada yang bisa dimintai pertanggungjawabannya. Kalau kompor gas minyak tanah gampang ada tiga pihak yang paling bertanggung ajwab, pertamina, supliernya dan juga pengawasnya.
Tapi dengan berbagai macam peristiwa ledakan ini kita harus perbaiki. Masyarakat diajari menggunakan kompor yang benar, dan barang-barang ilegal harus ditarik dari masyarakat dan pelakunya ditangkap. Dan untuk kepolisian harap memberantas peredaran tabung ilegal ini, caranya cukup mudah untuk mengetahui apakah suatu pabrik itu memproduksi kompor ilegal atau tidak, tinggal check saja pabriknya, kalau di situ tidak ada pengawas yang telah kita tunjuk maka itu harus dipertanyakan kemungkina besar itu Ilegal.