Artikel

Regional

Petrus Purnama

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Hanya seorang yang mau belajar 'mengetik' di keyboard... Dan Mau membaca ketikan orang lain. Pemerhati Social Entrepreneurship dan Internet Marketing, suka masalah Teknologi khususnya Internet.

Kisah Pria Melayani Pria


OPINI | 29 June 2010 | 16:21 Dibaca: 557   Komentar: 20   2 dari 2 Kompasianer menilai Inspiratif

feedlisting.com

feedlisting.com

Hari itu sebut saja si Jaka melakukan pekerjaannnya sehari-hari, pekerjaan yang sudah digeluti cukup lama, yang terkadang dipandang rendah oleh banyak orang. Pekerjaan yang mengharuskan dia melayani pria lain, terkadang wanita juga yang membutuhkan jasanya, dia layani.

Dengan berpeluh jaka layani setiap pria yang menghampirinya, bahkan terkadang para pelanggannya yang berpeluh ketika menghampiri dirinya. Dia menjajakan jasanya dipinggir jalan, dan terkadang menjadi incaran para trantib. Dulu dia mencoba juga untuk menerima panggilan, tetapi sepertinya dengan mangkal dipinggir jalan lebih terasa enak bagi dirinya.

Kalau boleh memilih , Dia ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang datang pagi, bisa nyantai dikantor, terpandang dan dapat pensiun. Atau mungkin menjadi pengusaha yang terkenal, memiliki karyawan banyak , mobil dan rumah mewah. Tetapi semua itu hanya bisa menjadi impian belaka.

Kehidupan jalanan yang keras tetap dilakoninya, untuk bisa menyambung hidup dikota besar, yang bagaikan hutan lebat , beton-beton bertingkat. Apakah ini pekerjaan hina ? jaka tidak memperdulikan , siapa yang mau peduli dengan orang-orang seperti dia.

Oh Tuhan apakah engkau masih ada ? Apakah Engkau masih memiliki keadilan ? demikian ungkapan hati si jaka.

Kompasianer inilah profile dari Jaka pada kisah diatas:

farm3.static.flickr.com

farm3.static.flickr.com

Ketika membaca kisah diatas, apa yang ada dibenak kita? Kejelasan suatu berita atau informasi diperlukan untuk memberikan kita tidak berasumsi, karena asumsi terkadang menyesatkan diri kita. Apalagi apabila kita salah mengutip suatu analogi.

Begitu pula apabila suatu informasi diucapkan dari orang-orang yang berpengaruh di negeri ini, akan terjadi polemik berkepanjangan, seperti yang biasa terjadi dinegeri ini.

Kita terkadang dibawa kedalam medan perang opini di negeri ini.

Be Wise my Friend

Salam kompasiana

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: