Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Tataletak Tabung Elpiji di Dapur

REP | 23 July 2010 | 04:14 Dibaca: 1156   Komentar: 5   2

Letak tabung Elpiji di dapur anda menentukan probabilitas terjadinya kecelakaan. Usahakan agar posisi tabung Elpiji anda memberikan probabilitas kecelakaan yang sekecil kecilnya.

Kalau dapur anda ukurannya besar, dengan pintu yang selalu terbuka, dan lantainya lebih tinggi atau tidak lebih rendah dari lantai bagian lain rumah anda, maka anda aman. Kalau lantai dapur merupakan bagian yang terrendah di rumah anda (lebih rendah dari 20 cm), sebaiknya jangan gunakan Elpiji atau gas untuk memasak. Pakai listrik saja.

Untuk dapur berukuran 3×3 meter, tata letak seperti gambar di atas cukup aman.

Gambar berikut ini memperlihatkan baik atau buruk posisi tabung anda terhadap kompor.

Tabung Elpiji sebaiknya terletak di lantai, jangan ditinggikan. Ini mengurangi kemungkinan gas terjilat api dari kompor bila ada kebocoran antara sambungan tabung dengan regulator, dan mensegerakan gas turun ke lantai. Kalau stop kontak listrik anda ada di bawah, pindahkan ke atas, agar menjadi  lebih tinggi dari kompor.

Menaruh tabung Elpiji di dalam meja kompor atau lemari sangat tidak dianjurkan. Kebocoran akan tertahan di dalam, tak tercium, dan ketika lemari atau pintu meja kompor dibuka, konsentrasi gas bisa langsung menjadi eksplosif.

Kompor yangan diletakkan di lantai. Gunakan meja atau apapun yang menjadikan kompor anda lebih tinggi 30 atau 40 centimeter dari tabung gas anda. Sekali lagi, Elpiji lebih berat dari udara, dan akan turun ke lantai kalau ada kebocoran.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[PENTING] Panduan ke Kompasianival 2014, …

Kompasiana | | 18 November 2014 | 15:19

Sensasi Menyelam di Tulamben, Bali …

Lisdiana Sari | | 21 November 2014 | 18:00

Live Streaming dan Selfie Berhadiah di …

Yayat | | 21 November 2014 | 20:43

Jadi Perempuan (Tak Boleh) Rapuh! …

Gaganawati | | 21 November 2014 | 15:41

Kompasiana Akan Luncurkan “Kompasiana …

Kompasiana | | 20 November 2014 | 16:21


TRENDING ARTICLES

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 10 jam lalu

Rakyat Berkelahi, Presiden Keluar Negeri …

Rizal Amri | 13 jam lalu

Menteri Hati-hati Kalau Bicara …

Ifani | 13 jam lalu

Pernyataan Ibas Menolong Jokowi dari Kecaman …

Daniel Setiawan | 15 jam lalu

Semoga Ini Tidak Pernah Terjadi di …

Jimmy Haryanto | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Review “Supernova: Gelombang” : Kisah …

Irvan Sjafari | 8 jam lalu

Guru Destiani, Menulis dan Menginspirasi …

Adian Saputra | 8 jam lalu

Karya Arek ITATS: Game Tooth Kid “Sang …

Xserver Indonesia | 8 jam lalu

Dua Ribu Rasa …

Rahab Ganendra | 8 jam lalu

Guru Menulis Berdiri, Siswa Menulis Berlari …

Muhammad Irsani | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: