Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Gani Bazar

selamat membaca

Informasi Tentang Rencana Pembangunan Jembatan Selat Sunda

REP | 31 March 2011 | 04:08 Dibaca: 4544   Komentar: 2   0

130150121556161739

Google;Rencana Jembatan Selat Sunda

Jembatan Selat Sunda yang sedang diproses perencanaannya melalui Menteri Pekerjaan Umum(PU) ternyata mencakup infrastructure bukan hanya membangun transportasi darat jalan raya dan rel Kereta api sebagai penghubung pulau Sumatera-Pulau Jawa tetapi juga meliputi utilitas air,listrik,minyak/gas, Telekomunikasi dan pengembangan kawasan disekitar jembatan.

Program pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) terus dilakukan dan kementerian PU telah menerbitkan Keppres No.36 Tahun 2009 tentang Tim Nasional persiapan pembangunan JSS. Dikhabarkan bahwa dalam raker dengan Menteri PU, Komisi V DPR RI mendesak pemerintah untuk mempercepat penyelesaian kajian dengan memasukkan prediksi dampak aktifitas Gunung anak kerakatau dalam suatu kajian tehnis.

Menurut perhitungan biaya pembangunan jalan raya belum termasuk jalan kereta api mencapai 100 triliun, jika dengan pembangunan rel kereta api maka biaya untuk itu menjadi 150 triliun, belum lagi untuk utilitas lainnya seperti air, listrik,minyak/gas, telekomunikasi dan pengembangan kawasannya,dan menurut rencana melewati pulau Sangiang dan 2 palung dengan kedalaman 120 meter. Pemerintah pusat menilai kajian berdasarkan Keppres No.36 Tahun 2009 belum mengakomodir karakteristik proyek pembangunan JSS, masih diperlukan payung hukum lain berupa Perpres husus yang kemungkinan akan terbit dibulan April mendatang.

1301501473113185446

Jembatan Selat Sunda ini didisain dengan ketinggian 75 meter, lebar jembatan adalah 65 meter, merupakan jembatan antar pulau yang terpanjang kedua didunia, dengan study kelayakannya dan basic design oleh Badan Usaha akan dilakukan pada tahun 2014.

Terlepas dari motif apapun tentu kita berharap agar rencana pembangunan ini berlanjut bukan hanya sekedar untuk memberi harapan bagi masyarakat tetapi pembangunan ini memang saatnya kita memilikinya, pertumbuhan penduduk yang dibarengi perkembangan tehnology dewasa ini sudah memungkinkan dilaksanakannya program mega pryek ini. Bila pembangunan JSS selesai tentu kesenjangan ekonomi antara penduduk di Jawa dengan penduduk di Sumatera menjadi lebih dekat, dan masuknya wisatawan asing atau domestic di kedua Provinsi Lampung dan Provinsi Banten hususnya akan meningkat, sekaligus meningkatkan devisa Negara.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Remaja di Moskow Juga Suka Naik ke Atap KRL …

Lidia Putri | | 01 August 2014 | 19:28

Menelusuri Budaya Toleransi di Komplek …

Arif L Hakim | | 01 August 2014 | 18:18

Apakah ‘Emoticon’ Benar-benar Jujur? …

Fandi Sido | | 01 August 2014 | 18:15

“Tak Sempurna Hanya Tanpa …

Jarjis Fadri | | 31 July 2014 | 08:41

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Koalisi Merah Putih Tetaplah Merah Putih, …

Hanny Setiawan | 7 jam lalu

Jokowi Belum Dilantik, PKB Sudah Nagih Jatah …

Ikhlash Hasan | 8 jam lalu

Libur Lebaran, Bertemu Bule dan Supir Isteri …

Hendry Sianturi | 12 jam lalu

Membuat Tanda Salib di Pusara Ir. Soekarno …

Kosmas Lawa Bagho | 12 jam lalu

Info Hoax Umar Abuh Masih Disebarkan …

Gatot Swandito | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: