Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Riky Rinovsky

Anak Negeri Ujung Utara Indonesia kabupaten natuna Ceo Aura Satria semesta.Email:Rikyrinovsky@gmail.com

Satu Anggota Kompi C Batalion 134/TS Tewas mengenaskan

REP | 20 June 2011 | 17:04 Dibaca: 1968   Komentar: 5   2

13085894291254805577

detikfoto

Tewas Mengenaskan Anggota TNI

sebanyak 14 anggota Kompi C Batalion 134 Tuah Sakti yang diduga pelaku penganiayaan terhadap almarhum  Prada Ogi Opan Effendi, sekitar pukul 11.50 WIB, Senin, 20 Juni 2011 tiba di Tanjungpinang dari Natuna dengan mengunakan Sky Aviation Airline.

Rencanya ke14 parujit tersebut akan diterbangkan ke Pekanbaru. Sedangkan sang komandan Kompi, Kopral IJ, telah diterbangkan Sabtu sebelumnya, 18 Juni 2011 menuju Pekanbaru.

Selain dikawal sejumlah anggota Polisi Militer TNI-AD dari Natuna, Ke-14anggota Kompi C Batalyon 134 Tuah Sakti ini juga disambut dan langsung dikawal 5 anggota Polisi Militer, yang dibantu sejumlah anggota TNI berpakain preman, di bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah anggota yang hadir saat itu enggan memberikan keterangan, sedangkan Kepala penerangan Korem 033 WP  Kepri, Mayor Adrizal juga belum dapat memberikan keterangan, karena saat dihubungi, ponsel yang bersangkutan sedang tidak aktif, demikian juga Danrem 033 WP.

Sesaat setelah tiba di Bandara Raja Haji Fisabillah (RHF) Tanjungpinang, ke 14 anggota Kompi C Batalion 134 Tuah Sakti itu, langsung disambut dan dibawa dengan menggunakan truk TNI-AD dari bandara Raja Ali Haji ke pelabuhan Sri Bintan Pura menuju Batam.

Infomasi yang diperoleh wartawan, ke 14 anggota Kompi C Batalion 134 Tuah Sakti Natuna itu, selanjutnya akan diterbangkan dari bandara Hang Nadim Batam menuju Pekan Baru.

Namun belum ada keterangan resmi soal kepentingan apa ke 15 anggota Kompi C batalion 134 Tuah Sakti tersebut dibawa ke Batam dan menuju Ke Pekan baru.

Sebagaimana diberitakan sejumlah media sebelumnya, almarhum  Prada Ogi Opan Effendi, yang merupakan anggota TNI-AD dari satuan Kompi C Batalion134 Tuah Sakti tewas, diduga dianiaya seniornya, karena yang bersangkutan dinilai kerap bertindak indisipliner.

Kedatangan jenasah Prada (Anumerta) Ogiopan Effendi disambut tangis histeris oleh keluarganya, di bandara Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru, Minggu 19 Juni 2011. Keluarga korban mencaci habis-habisan dengan kata-kata kasar Komandan Ogiopan di Kompi C Batalion 134/TS, Letnan Satu (Lettu) IJ.

Ogiopan sendiri langsung dibawa ke rumah duka di daerah Sukajadi, dan pada hari itu juga jasadnya dikuburkan di Pekanbaru. Keluarga korban nampaknya tidak dapat menerima kematian Ogiopan, dan minta agar Kodam I Bukit Barisan  di Medan turun tangan mengusut kasus ini  dan meminta agar Komandan Kompi (Danki) Lettu IJ dan anggota Kompi C Batalion Infantri 134/TS bertanggungjawab atas kematian Ogiopan.

Seperti diketahui, Prada Ogiopan tewas setelah mengalami penganiayaan oleh Danki (Komandan Kompi) C Batalion Infantri/134 Tuah Sakti, Natuna, dan juga para seniornya, pada Jumat 17 Juni 2011. Jenasahnya dibawa ke RSUD Natuna pada keesokan harinya untuk dilakukan visum.

Sumber di RSUD Natuna kepada wartawan per telepon mengatakan, saat tiba di RSUD Natuna, kondisi jasad korban cukup mengenaskan mengalami luka lebam di sekujur tubuh dan wajah yang babak belur. Kematian diduga kuat, korban mendapat pukulan bertubi-tubi pada tubuhnya.

Pemeriksaan atas jasad korban dilakukan langsung oleh Dirut RSUD, Sunarto, yang didampingi penyidik Provost dari Kodim 0318 Natuna, Sersan Mayor TNI Sucipto.

“yaa, kondisi jasad koran cukup mengenaskan, penuh luka lebam, dan wajahnya babak belur,” kata sumber yang minta jatidirinya disimpan.

Sementara Komandan Provost Kodim 0318 Kapten TNI Arifin ketika dihubungi wartawan  per telepon menolak berkomentar, namun dia mengakui kalau Danki IJ telah diterbangkan terlebih dahulu ke Pekanbaru, pada sabtu 18 Juni 2011.

Sedangkan  ke 15 anak buahnya, seperti diberitakan batamtoday, Senin siang hari ini, 20 Juni 2011 tiba di bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang. Sesaat setelah tiba di Bandara Raja Haji Fisabillah (RHF) Tanjungpinang, ke 15 anggota Kompi C Batalion 134 Tuah Sakti itu, langsung disambut dan dibawa dengan menggunakan truk TNI-AD dari bandara Raja Ali Haji ke pelabuhan Sri Bintan Pura menuju Batam dan selanjutnya menuju Pekanbaru, Riau.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wiryantoro NK di Jakarta mengakui peristiwa tewasnya Prada Agiopan Effendi akibat tindakan pembinaan berlebihan yang dilakukan senior dan atasannya.

Selanjutnya, Danki IJ dan ke-15 anggota Kompi C 134/TS, ditahan dan diterbangkan ke Pekanbaru untuk melakukan pemeriksaan, ujar Wiryantoro.

Keterangan diperoleh wartawan  mengatakan bahwa, korban Ogiopan kerap bersikap indisipliner dan tidak masuk tugas tanpa keterangan.

Mungkin sudah ditegur berkali-kali oleh komandanya, Lettu  IJ, namun sikap Ogi belum juga berubah, sehingga pada hari naas itu, Jumat malam, 17 Juni 201, Ogiopan dipanggil oleh Lettu IJ dan diberikan hukuman. Setelah itu, Ogiogan juga diserahkan kepada para anakbuahnya, anggota Kompi C 134/TS, para senior korban, untuk juga memberikan pelajaran kepada korban.

Namun belum dapat diketahui pasti, apakah Ogiogan tewas di tangan komandanya ataukah di tangan para seniornya, anggota kompi C/134 TS. Kasus ini masih dalam penyelidikan mendalam pihak Provost Kodam I Bukit Barisan.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Bank Papua, Sponsor Tunggal ISL Musim Depan …

Djarwopapua | 8 jam lalu

Seminggu di Makassar yang Tak Terlupakan …

Annisa Nurul Koesma... | 8 jam lalu

Robohkah Surau Kami Karena Harga BBM Naik? …

Arnold Mamesah | 9 jam lalu

Sahabat Hati …

Siti Nur Hasanah | 9 jam lalu

Susi Mania! …

Indria Salim | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: