Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Agustus 2011, Semua Jalan Rusak di Tangerang Selatan Beresss….???!

REP | 07 July 2011 | 14:57 Dibaca: 358   Komentar: 0   1

1309984105844410114

Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota Tangerang Selatan, menargetkan perbaikan jalan sepanjang 115 kilometer di Kota Tangsel, selesai bulan Agustus mendatang.

“ Perbaikan jalan di Kota Tangsel akan selesai seluruhnya pertengahan Agustus mendatang,” kata,Ir. Dendy Priyandana,MT, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Kota Tangsel, Selasa (6/7) Di Aula Kantor Pemkot Tangsel.

Ditambahkan Dendy, perbaikan jalan sepanjang 115 Kilometer di Kota Tangsel merupakan program yang dicanangkan sejak 2009-2011. Namun, pelaksanaannya dilakukan bertahap karena keterbatasan dana.

Pada tahun 2011, Dinas Bina Marga dan Pengairan mendapat alokasi anggaran senilai Rp 16 Miliar, untuk perbaikan infrastruktur jalan baik jalan Kota maupun jalan desa.

Tahun anggaran 2011, proses tender untuk perbaikan jalan sudah di laksanakan. Sementara untuk proses perbaikan akan mulai dilaksanakan pada bulan Juli , ini, dan ditargetkan rampung pada pertengahan Agustus.

Diungkapkannya, jalan rusak milik pemerintah provinsi Banten di Tangerang selatan tinggal 20 persen dari jumlah jalan yang ada. Sedangkan jalan desa di Tangsel baru akan diperbaiki pada tahun 2012.  Sementara untuk anggaran perbaikan jalan saluran pada tahun ini mencapai Rp 80 Milliar. Sedangkan untuk SDA membutuhkan Rp 25 Milliar.

1309982872636986956

Demi Pelayanan Yang baik, Masyarakat dapat menghubungi ke nomor 021-7441908 untuk pengaduan jalan rusak. Selain itu juga posko banjir di nomor 021- 85302002.Demikian ungkap ,Dendy

Dia juga memaparkan telah membuka layanan hotline yang bisa dilaporkan khalayak umum. Masyarakat dapat menghubungi ke nomor 021-7441908 untuk pengaduan jalan rusak. Selain itu juga posko banjir di nomor 021- 85302002.

Secara struktural, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air bertanggung jawab kepada Pemkot Tangerang Selatan. “Namun, pada kenyataannya, kami juga berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum Pusat Republik Indonesia dan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Banten,” ujar Dendy yang pernah berkarya di Kementerian Pekerjaan Umum.

Ia menambahkan, koordinasi antar dinas dan departemen ini perlu dalam membangun suatu daerah. Dalam hal perbaikan jalan, misalnya, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangsel harus bekerja sama dengan pemerintah tingkat provinsi dan pusat.

“Jalan itu kan ada kategori-nya misalnya  jalan provinsi, jalan negara, dan jalan pemerintah kota. Mungkin kalau masyarakat melihat jalanan berlubang, langsung menunjuknya ke dinas. Padahal kita mesti lihat dulu, jalan rusak yang dimaksud termasuk kategori jalan apa,” kata Dendy yang mendapat gelar sarjana dari Universitas Indonesia dan program master di Institut Teknologi Bandung.

Anggaran Rp 80 milyar akan digunakan untuk meningkatkan dan melebarkan 137 kilometer jalan utama diwilayah perkotaan di Tangerang Selatan.” Jalan-jalan tersebut mendesak untuk ditingkatkan dan dilebarkan,”kata Dendy,

Adapun jalan-jalan yang akan ditingkatkan tersebut adalah Jalan Siliwangi, Pamulang, jalan Pamulang II, jalan Merpati, jalan Ciater serta pertigaan Ciater, jalan dan pertigaan Viktor dan perempatan Sasak dan jalan Serua.” Itu merupakan jalan-jalan utama di Tangerang Selatan,”kata Dendy.

Menurutnya, dengan peningkatan dan pelebaran jalan tersebut akses yang menghubungkan kecamatan satu dengan kecamatan lainnya di Tangerang Selatan akan lancar dan mengurangi titik kemacetan yang kerap terjadi dijalan-jalan tersebut. Selain itu, kata dia, pelebaran jalan tersebut untuk memberikan ruang gerak yang cukup besar bagi warga perumahan yang sebagian besar menggunakan jalan utama itu untuk menuju perumahan mereka.

Anggaran sebesar Rp 80 milyar tersebut, Dendy menjelaskan, lebih kepada untuk proyek fisik. Artinya, kata dia, anggaran Rp.80 milyar itu belum termasuk dari biaya pembebasan lahan.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Transjakarta vs Kopaja AC, Pengguna Jasa …

Firda Puri Agustine | | 31 October 2014 | 12:36

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | | 30 October 2014 | 22:57

Juru Masak Rimba Papua Ini Pernah Melayani …

Eko Sulistyanto | | 31 October 2014 | 11:39

Green Bay dan Red Island Beach, Dua Pesona …

Endah Lestariati | | 31 October 2014 | 11:47

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 5 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 5 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 5 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 6 jam lalu

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | 7 jam lalu

Mendaki Gunung Merapi Tanpa Harus Cuti …

Mcnugraha | 8 jam lalu

Tuntutan Kenaikan Upah Buruh yang Tak …

Agus Setyanto | 8 jam lalu

KIS Adaptasi KJS atau Plagiat JKN …

Aden Rendang Sp | 8 jam lalu

Demokrasi Pasar Loak …

Budhi Wiryawan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: