Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Basri Lahamuddin

Lahir dan besar di Polewali ( Sulbar). Seorang guru yang sedang belajar menulis.

Jenis-jenis Halal Bi Halal

REP | 08 September 2011 | 15:57 Dibaca: 844   Komentar: 3   1

Setelah melaksanakan ibadah puasa selama sebulan penuh dan ditutup dengan shalat Idul Fitri 1432 H, seluruh jamaah mesjid Al-Musabbihin di Kompleks mengadakan acara Halal bi Halal di mesjid. Adapun susunan acara adalah sebagai berikut :

  1. Pembukaan oleh Protokol ( Panitia Pembangunan Mesjid )
  2. Pembacaan ayat suci al-qur’an oleh salah seorang jamaah
  3. Shalawat oleh ibu-ibu kelompok pengajian Kompleks.
  4. Sambutan-sambutan yang dibawakan secara berturut-turut oleh Ketua Pembangunan Mesjid dan Pak Lurah Sudiang Raya
  5. Hikmah halal bi halal oleh salah seorang Kepsek MTsN di Makassar).
  6. Pembacaan do’a
  7. Istrahat
  8. Saling bersalaman dengan cara berbaris.
13154960471618863041

Protokol acara halal bi halal

1315497367829003240

Ibu-ibu Majelis Taklim sedang bershalawat

Dalam hikmah halal bi halal, Sang penceramah menjelaskan tentang makna halal bi halal. Beliau mengutip ungkapan Prof. Dr. H. Quraisy Shihab, bahwa halal bi halal berarti menyambung yang putus. Dia mengungkapkan bahwa ada 3 jenis halal bi halal yaitu :

  • Halal bi Halal di rumah tangga

Halal bi Halal yang dimaksud adalah saling memaafkan antara suami-isteri, anak dengan orang tua. Banyak orang meremehkan persoalan saling memaafkan antara suami-isteri karena “gampang” katanya. Nanti di kamar tidur baru halal bi halal ( hehehehehe, memang sudah halal kok). Terkadang dalam kehidupan rumah tangga ada masalah yang muncul. Sebab rumah tangga ibarat perahu yang sedang berlayar di tengah lautan bergoyang oleh ombak dan jika cuaca¬† baik maka perahu akan tenang.

Begitupun hubungan antara orang tua dengan anak terkadang menimbulkan masalah, apakah itu kejengkelan orang tua terhadap kelakuan buruk anaknya. Begitupun sebaliknya, anak jengkel pada kedua orang tuanya.

  • Halal bi Halal antar tetangga

Kita sebagai manusia sosial tidak lepas dari kehidupan bertetangga. Tetangga kita merupakan saudara yang paling terdekat. Agama Islam mengajarkan untuk berbuat baik kepada tetangganya. Jenis Tetangga mempunyai hak-hak sebagai berikut :

1. Tetangga yang bukan seagama mempunyai hak untuk dihormati. Bahkan Nabi Besar Muhammad SAW sewaktu di Medinah mengatakan ” siapa yang mengganggu kafir zilmi, berarti mengganggu Rasulullah SAW”.

2. Tetangga yang seagama

3. Tetanggaa yang seagama dan punya hubungan kekeluargaan.

  • Halal bi Halal di masyarakat.
1315496897448139230

Jamaah saling bersalaman

Apabila diantara kita tidak ada perselisihan dan pertengkaran, maka kehidupan kita akan tenteram, aman dan sentosa.  Mudah-mudahan Berkah ramadhan tahun ini membawa kita semua untuk menjadi manusia Indonesia yang seutuhnya untuk mencapai negeri yang diberkahi oleh Allah SWT. Amin ya Rabbal alamin.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemeriksaan Keperawanan Itu “De …

Gustaaf Kusno | | 24 November 2014 | 10:33

Disambut Pelangi Halmahera Utara …

Joko Ade Nursiyono | | 24 November 2014 | 09:41

Gonzales, ‘Kartu Truf’ Timnas …

Achmad Suwefi | | 24 November 2014 | 09:32

Jaringan Buruh Migran Indonesia di Hong Kong …

Ida Royani | | 24 November 2014 | 05:47

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Putra Presiden Konsumsi Babi …

Muhammad Armand | 5 jam lalu

Musni Umar: Bunuh Diri Lengserkan Presiden …

Musni Umar | 10 jam lalu

Baru 24 Tahun, Sudah Dua Kali Juara Dunia! …

Jimmy Haryanto | 11 jam lalu

Momentum Pencabutan Subsidi BBM, Memicu Dua …

Dwi Hartanto | 12 jam lalu

Hebohnya yang Photo Bareng Pak Ahok di …

Fey Down | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: