Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Rahmad

Just looking for truth

Kecewa dengan Pihak Bank BRI

REP | 20 September 2011 | 15:59 Dibaca: 2229   Komentar: 1   0

disini saya sebagai costumer Bank BRI merasa kecewa dengan pelayanan bank BRI.
saya sudah bersusaha melaporkan sabotase ATM yang dilakukan oleh pihak2 tertentu tetapi saya tidak melihat ada tindak lanjut dari bank yang bersangkitan.
kejadian berawal ketika saya hendak mengambil uang di ATM BRI depan Asrama Haji Medan sekitar pukul 19.30 WIB tanggal 18 September 2011.
ketika masuk ke mesin ATM saya melihat ada tempelan kertas kerisi
“Layanan dan keluhan pelanggan. call centre BRI (061)66487666″
melihat ketas itu kemudian saya merobeknya dah membuangnya kesamping mesin ATM..
setelah itu saya melanjutkan kembali untuk mengambil uang.
ternyata uang saya tidak keluar dan kartu ATM juga tidak keluar.
kemudian saya sadar bahwa ini merupakan akal2 akalan si pembuat ulah untuk menelfon ke nomer yang saya buang tersebut.
teringat kembali saya di dalam mesin ATM bau alkohol sangat menyengat dan saya berkesimpulan bahwa pelakunya adalah beberapa orang sebelum saya.
kemudian saya pun pulang kerumah.
dan sampai dirumah saya teringat untuk mengabil sobekan kertas tadi untuk dijadikan barang bukti.
berhubung karena hujan, maka saya kembali 1 jam setelah itu untuk mengambil kertas tersebut.
keesokan harinya saya berniat untuk melaporkan kejadian tersebut ke BRI Putri Hijau Medan sekaligus menanyakan kabar kartu ATM saya.
kemudian saya di arahkan untuk ke kantor BRI cabang Sisingamangaraja Medan.
setelah di cabang Sisingamangaraja Medan saya mulai menceritakan pengalaman diatas.
awalnya jawabannya enak di dengar dan masuk akal..
jawaban dari CO : “untuk kartu bapak bisa di tunggu sampai besok pagi pak, kerena hari ini petugas ATM sedang ke Lapangan”
berikutnya : “masalah ATM yang di sabotase sudah di teruskan ke Atasan saya”
kata Costumer Officer.
keesokan harinya saya kembali lagi untuk menanyakan kabar kartu ATM Saya.
akan tetapi jawabannya merupakan hal yang gak enak buat di dengar.
hasil dari debat itu adalah :
Kartu ATM saya ternyata tidak ada di mesin ATM dan tidak ada tindak lanjut dari pihak BRI terkait untuk melanjutkan pencarian pelaku usil di mesin ATM tersebut.
karena itu kartu ATM saya dianggap hilang dan tidak dapat diterbitkan kembali, dikarenakan saya berada di Medan sedangkan rekeningya di buka di Semarang
dan setelah saya tanyakan apakah ada vendor lain yang bertugas untuk menangani mesin ATM BRI..?
jawabannya adalah TIDAK..
pegawai lah yang bertugas untuk melakukan penggantian uang di mesin ATM.
disini ingin bertanya..
Kemana kartu saya yang tertelan ATM itu..? Apakah segampang itu pihak BANK BRI mengatakan kartu ATM saya hilang..? siapa lagi yang bisa bongkar mesin ATM dalam keadaan rapi kalau bukan PEGAWAINYA..?
Bagai mana tanggung jawab pihak BANK BRI dalam melindungi nasabahnya..?
kemudian bagai mana tindak lanjut dari pihak bank BRI sementara kasus ini masih segar dan mungkin dari rekaman CCTV masih gampang di lacak posisi gambanrnya..?
saya merasa kecewa dengan tindakan pihak bank BRI yang terkesan Acuh tak acuh dalam menangani kasus seperti ini.
jika kasus ini berlanjut maka berapa banyak orang yang akan mengalami kerugian karena tertipu.?
jika para Pembaca sekalian menemukan tempelan kertas yang berisikan call centre dengan no telepon lokal.
lebih baik pergi dari ATM tersebut dan cari ATM lain, ini untuk keamanan bersama.
disini saya juga tidak menyalahkan pihak CO Bank BRI yang menerima aduan saya. tetapi atasan dari Bank BRI yang kurang tegas mengambil tindakan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Laporan dari Kupang, Sambutan Sederhana …

Opa Jappy | | 20 December 2014 | 16:29

Pendekar Tongkat Emas, Karya Anak Bangsa …

Murda Sulistya | | 20 December 2014 | 15:53

5 Alasan Berhenti Menggunakan Styrofoam, …

Gede Surya Marteda | | 20 December 2014 | 12:17

Be a Role Model : Do it Now and Start From …

Fifin Nurdiyana | | 20 December 2014 | 14:14

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Konyol, @estiningsihdwi Bantah Sanggahannya …

Gatot Swandito | 14 jam lalu

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 16 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 17 jam lalu

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 18 jam lalu

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 18 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: