Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Andarisa Prihandaru

seorang gadis yang tak suka keramaian, dan benci pengkhianatan

Pelayanan yang Mengecewakan

REP | 28 September 2011 | 02:02 Dibaca: 202   Komentar: 10   0

Ironis

Ketika saya dengar cerita dari salah satu keluargaku yang beberapa waktu lalu berkunjung di salah satu kota di jawa timur. Saat itu, salah satu keluargaku mendadak penyakitnya kambuh di tengah perjalanan. Untung saja ada rumah sakit terdekat. Jadi nyawa keluargaku itu bisa tertolong. Disinilah cerita itu dimulai. Cerita tentang keprihatinan layanan umum negri ini. Betapa menyedihkan pelayanan rumah sakit itu. Bayangkan saja, rumah sakit umum daerah. Ketika memberi makan pasien tidak memberi sendok, katanya sendoknya hilang. Tak ada gelas berisi air minum juga. Katanya tak ada gelas. Kami pun terpaksa membeli air mineral botolan. Selimut?? jangan ditanyakan lagi, rumah sakit itupun tak punya. Itukah pelayanan kelas A sebuah rumah sakit??

Setelah kondisi mulai pulih, kami pun memtuskan meninggalkan rumah sakit itu. Ketika memberesi administrai, dikatakan kami belum membayar uang UGD. Padahla dari awal sudah dibayar. Uang untuk menebus obat seabrek itu, tapi kami cuman dikasih obat 5 butir saja. Sisa obat yang ada mereka ambil kembali. Askes?? bahkan tak berlaku di tempat ini. Sungguh masih mending rumah sakit swasta kalau soal pelayanan. Dengan harga yang sama. Uang yang kami keluarkan untuk biaya perawatan sehari semalam di RSUD itu sama dengan biaya perawatan tiga hari tiga malam di salah satu rumah sakit swasta  yogyakarta. Padahal pelayananya masih bagus rumah sakit swasta.

Catatan untuk negri ini, haruskah orang sakit tidak bisa berobat ketika mereka tak punya uang? itu yang kutemui di rumah sakit itu. Sebelum diperiksa, mereka harus membayar terlebih dahulu. Walau pun itu kondisi darurat.

Bahagialah kalian yang merasakan sehat. Orang miskin dilarang sakit, begitu katanya. Masih banyak yang harus dibenahi di negri ini.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Menikmati Kompasianival 2014 Lewat Live …

Gaganawati | | 23 November 2014 | 06:26

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 9 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 9 jam lalu

Rangkuman Liputan Acara Kompasianival Akbar …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Kenaikan Harga BBM, Pandangan di Kalangan …

Indartomatnur | 10 jam lalu

Pak Jokowi Rasa Surya Paloh …

Bedjo Slamet | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Menggali Potensi Diri dengan Travelling …

Detha Arya Tifada | 8 jam lalu

Rinni Wulandari Lebih Melesat… …

Raynadi Salam | 9 jam lalu

Kecardasan Tradisional …

Ihya Ulumuddin | 9 jam lalu

Sebaik-baiknya Tahun adalah Seluruhnya …

Ryan Andin | 10 jam lalu

Tak Sering Disorot Kamera Media, Kerja Nyata …

Topik Irawan | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: