Back to Kompasiana
Artikel

Regional

M Najeri Al Syahrin

Mahasiswa kelahiran Pegatan Katingan pemerhati masalah ilmu Hubungan Internasional ,Sepakbola dan Travelling ingin membagi gagasan selengkapnya

Pegatan Gerbang Ekonomi Kalteng

REP | 28 September 2011 | 23:12 Dibaca: 535   Komentar: 1   1


Pegatan adalah nama ibukota kecamatan Katingan Kuala yaitu kecamatan yang berada dikabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah Indonesia. Pegatan merupakan salah satu dari 13 kecamatan lain yang berada kabupaten Katingan yang memiliki posisi sangat strategis sebagai pintu gerbang perekonomian khususnya untuk regional sungai Katingan. Berada pada posisi 113 051-113 0 20 1 BT dan 30161 LU Pegatan merupakan desa yang terapit sungai, laut dan pulau. Sangat menarik memang karena letaknya yang berada dibibir pulau Borneo ini berbatasan langsung dengan laut Jawa , sungai Katingan dan pulau kecil yang bernama pulau Damar .


Sebagai kecamatan yang memiliki potensi besar Katingan Kuala diharapkan bisa memaksimalkan beberapa sektor perekonomian seperti perikanan yang memiliki potensi usaha tambak ikan, pangkalan pendaratan ikan dan pengolahan hasil perikanan dan hasil laut seperti misalnya kerupuk udang dan ikan kering. Pengelolaan hasil laut yang dilakukan secara home industryseperti kerupuk udang dan kerupuk ikan, serta budidaya ikan kering Telang, Sepat, Sembilang, Panting,Tenggiri dan lain lain.  Sebenarnya potensi ini sangat menjanjikan tetapi mungkin karena faktor geografis yang non transportasi darat distribusi produk tersebut menjadi kendala yang berarti.


Alhasil hanya transportasi laut dan sungai yang menjadi aternatif tetapi itupun kadang kadang bermasalah ketika gelombang laut tinggi dan cuaca buruk ditambah lagi mahalnya bahan bakar bersubsidi . Transportasi sungai pun belum bisa dikatakan efektif secara kontinyu karena sungai dipedalaman katingan cendrung mengalami pasang surut air ketika sudah menjelang musim kemarau .

Secara ekonomi sumber daya alam yang melimpah dan sumber daya manusia yang mumpuni cukup bagi warga Pegatan untuk mendongkrak perekonomian yang sempat terpuruk pasca berlakunya illegal loging dan pembalakan hutan didaerah Kalimantan, tetap karena faktor teknis dilapangan khususnya ketika pendistribusian produk keluar daerah menjadi kendala bagi sebagian besar penduduk pegatan . Semoga ini menjadi catatan perencaanan pembangunan daerah provinsi kalimantan tengah khusunya untuk pemerintah kabupaten katingan .
Jumlah penduduk Pegatan  yang berjumlah 24.916 yang tersebar di 2 kelurahan dan 14 desa  moyoritas sebagai nelayan dan petani , memang tidak pernah ada data resmi dari pemerintah daerah mengenai hal ini. Masyarakat Pegatan memiliki kecendrungan heterogen dalam profesi, pasca berlakunya illegal looging masyarakat memang banyak yang menjadi pekerja diperkebunan sawit ada pula yang menjadi PNS, Guru, Pedagang, Petani dan Pengusaha Wallet .


Profesi sebagai pengusaha wallet  memang baru berjalan satu dasawarsa terakhir yaitu sejak tahun 1999. Dari rentang waktu tersebut sampai tahun 2011 memang pertumbuhan industri walet dipegatan sungguh fantastis. Hal ini pun mulai memunculkan harapan dan alternatif lain sebagai sebuah peluang usaha. Usaha walet di kecamatan Katingan Kuala memang masih tepusat dikelurahan Katingan Hilir, tetapi  15 area kerja lainnya juga sudah mulai bermunculan rumah rumah budidaya burung walet diantaranya  diarea kelurahan Pegatan Hulu, Desa Kampung Tengah, Desa Kampung Keramat , Desa Sungai Kaki, Desa Kampung Baru, Desa Jaya Makmur , Desa Subur Indah, Desa Singam Raya, Desa Bangun Jaya, Desa Setia Mulia , Desa Makmur Utama, Desa Bumi Subur, Desa Bakung Raya, Desa Selat Baning dan Desa Sebangau Jaya .

Kecamatan paling selatan kabupaten Katingan ini memeliki potensi ekonomi regional dan nasional serta bahkan internasional yang sangat tinggi tetapi masih belum dikelola secara modern dan sistemik , sektor yang menjadi andalan antara lain : Industri budidaya burung Walet , Sektor Pertanian dan Holtikultura, Sektor kelautan, Pariwisata  dan Perikanan.

Industri budidaya Walet memang sangat potensial dalam ekonomi internasional khususnya untuk regional ASEAN serta China didalamnya ( free trade area atau ASEAN plus 1 ) memang hal ini masih dibutuhkan pengelolaan yang profesional dan kompetitif untuk menuju kearah itu selain tentunya dengan dukungan sektor lainya seperti pertanianan dalam hal ini beras dan holtikultura atau buah dalam lingkup pertanian seperti buah Semangka ,  Jambu Monyet, Mangga, Sawo dan Kelapa. Sektor Kelautan yang bisa menghasilkan produk kerupuk udang dan ikan serta variasi ikan kering dan Sektor Pariwisata pun diharapkan bisa memberikan andil terhadap perekonomian masyarakat Pegatan. Pulau Damar dan Pantai Pegatan adalah daftar 2 urutan teratas dalam pariwisata Pegatan , bahkan pulau Damar masuk yang menjadi pariwisata unggulan untuk kabupaten Katingan . 


Masih banyak potensi lainnya tetapi memang sampai sekarang belum terlihat bisa dimaksimalkan yaitu Peternakan dan Konservasi Alam . Peternakan Sapi , Kambing, Ayam dan Ternak Lele merupakan pilihan alternatif dan rasional secara nilai ekonomis karena bahan pangan pendukung seperti rumput dan lahan masih banyak tersedia. Konservasi alam pun menjadi hal yang sangat diperhatikan pasca merebaknya kampanye global warning oleh kaum pro lingkungan hidup dan habibat binatang seperti Greenpeace, Walhi  ataupunWorld Wife Fund . Kalimantan dianggap sebagi pusatnya hewan, nabati dan tumbuh tumbuhan selain Brasil dan Nigeria. Para Non Governmental Organitation tersebut memiliki concern yang tinggi terhadap perlindungan flora dan fauna dikalimantan apalagi Katingan berdekatan dengan wilayah taman nasional Sebangau  yang notabene memiliki keragaman hayati dan hewani . Hal ini tentu saja perlu mendapatkan dukungan dari pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah khususnya Pemerintah Kabupaten Katingan .

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Rencana ISIS Memenggal Kepala di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Nyari Hobi yang Menguntungkan? Hidroponik …

Jeane Siswitasari | | 22 September 2014 | 16:34

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Cak Lontong Kini Sudah Tidak Lucu Lagi …

Arief Firhanusa | 6 jam lalu

Asyiknya Acara Pernikahan di Jakarta (Bukan …

Irwan Rinaldi | 7 jam lalu

Matematika Itu Hasil atau Proses? …

Pical Gadi | 8 jam lalu

Usia 30 Batas Terbaik untuk Menjomblo? …

Ariyani Na | 8 jam lalu

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Monumen Jogja Kembali, Wisata Sejarah …

Riscky Ellya Yuniaw... | 7 jam lalu

Lihat Materi Buku Sekolah Sebelum …

Ariyani Na | 7 jam lalu

Seru! Menikmati Paralayang di Pujon Malang …

Mawan Sidarta | 7 jam lalu

Menebar Virus dari Rumah …

Mauliah Mulkin | 7 jam lalu

Menjawab Soal Matematika Tergantung Suasana …

Aditia Aditia | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: