Artikel

Regional

Ronny Buol

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Suka membaca dan hobby motret. Beraktivitas sebagai Jurnalis Warga. Tergabung bersama PPWI (Persatuan Pewarta Warga Indonesia) dan sekarang giat mempush citizen photographer journalism, bersama rekan-rekan di PEWARTA FOTO - PPWI. (http://www.facebook.com/groups/pf.ppwi/) Blog Pribadi dapat diakses di: http://www.sitaro.wordpress.com email: ronny.buol@yahoo.com

Peduli Lingkungan Lewat Foto bersama PF-PPWI


REP | 22 October 2011 | 20:38 Dibaca: 201   Komentar: 0   Nihil


1

Masalah lingkungan terutama sampah dan pemukiman kumuh menjadi masalah utama kota-kota besar di Indonesia. Demikian pula yang terjadi di Kota Manado yang sedang tumbuh menjadi kota metropolitan. Penanganan yang setengah hati terhadap lingkungan, membuat masyarakat harus “bersahabat” dengan lingkungan yang tidak sehat. Dan sampah seolah menjadi bagian yang harus dinikmati.

Sadar akan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan, terutama permasalah sampah dan pemukiman kumuh, Pewarta Foto-PPWI (PF-PPWI) Sulawesi Utara bekerjasama dengan Wildlife Conservation Society – Indonesia Program (WCS-IP), pada Sabtu 22 Oktober 2011 mengadakan aksi Hunting Foto.

Hunting Foto yang diberi tajuk Peduli Lingkungan Lewat Foto, Ngoni Buang Sampah Torank Foto ini, diikuti oleh puluhan fotografer di Manado. Menariknya, beberapa diantara peserta hunting foto tersebut merupakan kalangan akademisi yang disiplin ilmunya berkaitan dengan lingkungan dan masalah urban.

Dr. Ir. Johny S. Tasirin, MScF, Koordinator Program WCS-IP Sulawesi dalam arahan sebelum sesi hunting dimulai mengatakan, “kesadaran akan peduli lingkungan harus dikampanyekan secara terus menerus, agar masyarakat bisa diingatkan akan pentingnya bersahabat dengan lingkungan yang ditempatinya.”

Hunting Foto diawali dengan aksi teatrikal anak-anak SMK Sola Gratia Tongkaina Jurusan Selam yang berdandan ala Zombie dengan wardrobe dari sampah. Performance kelompok yang dipimpin Mrs. Simone Gerritsen dari Thalassa Dive Centre ini merepresentasikan dampak buruk dari sampah yang tidak terkelola dengan baik.

Setelah performance, aksi dilanjutkan dengan jalan kaki ke Pasar Bersehati Manado, dan dengan 6 buah perahu, peserta hunting menyusuri Kuala Jengki merekam aktivitas masyarakat di bentaran sungai yang membela Kota Manado tersebut. Ikut pula di masing-masing perahu anak-anak SMK Sola Gratia yang berdandan ala Zombie tersebut.

“Saya sangat terkejut melihat kondisi sepanjang rute. Ternyata program pemerintah Kota Manado dengan ekowisatanya perlu dipertanyakan lagi,” ungkap Maya Decline salah satu peserta hunting. Padahal Kuala Jengki didengungkan sebagai Waterfront City. “Kalau begini kondisinya, apa yang didenggungkan tersebut sangatlah jauh dari harapan,” tambah Stenly Mamengko, yang menjadi koordinator hunting menyusuri sungai dengan airnya yang selalu keruh tersebut.

Banyak hal yang ditemui peserta hunting selama menempuh rute. Betapa kesadaran masyarakat akan sampah dan pemukiman yang bersih masih jauh dari harapan. “Pemerintah sesegera mungkin harus merubah penataan pemukiman di sepanjang bentaran sungai ini. Misalnya dengan membuat rumah penduduk langsung menghadap ke sungai, bukan membelakangi sungai,” Jacky Kawulusan memberi saran.

Hunting_SampahHunting yang juga diwarnai dengan pemakaian Pin Maskot Peduli Lingkungan tersebut dilanjutkan dengan sesi Bedah Foto serta Diskusi seputar masalah Sampah dan Pemukiman Kumuh. Hadir dalam diskusi yang digelar di Robinson tersebut antara lain pemerhati masalah lingkungan dan urban yang juga Ketua Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Unsrat, Dr. Ir. Veronica A. Kumurur, M.Si serta Dr. Ir. James Timboeleng, MT yang merupakan Dosen di Jurusan Teknik Sipil Unsrat.

“Hasil dari hunting ini akan kami jadikan sebagai bahan kajian dalam menyusun Paper Kecil mengenai Sampah dan Permasalahannya di Bentaran Kuala Jengki,’” imbuh Ir. Joppy Mudeng, M.Si  salah satu Pengurus PF-PPWI Sulut.

2Apa yang telah dilakukan oleh PF-PPWI dengan hunting foto kali ini perlu diberi apresiasi. Hal ini menegaskan bahwa dari kegiatan hobby foto bisa membawa manfaat yang luas bagi masyarakat. Ketua PF-PPWI Sulut, Andreas Tommy Danie, SP menjelaskan, “kedepan PF-PPWI akan secara rutin melakukan kegiatan-kegiatan semacam ini. Dalam waktu dekat, kami akan mengadakan Rally Photo di tiga kabupaten yang ada di Sulawesi Utara, dan masih berkaitan dengan lingkungan.”

Semoga hasil buruan peserta hunting dan juga hasil kajian nanti akan menjadi satu sumber informasi yang berguna bagi pihak terkait, dalam menangani lingkungan di bentaran Kuala Jengki dan Kota Manado pada umumnya.

Foto-foto terpilih dari hasil hunting tersebut dapat dilihat di: http://www.facebook.com/media/set/?set=oa.249464308433946&type=1

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: