Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Fandi Sido

Humaniora dan Fiksiana mestinya dua hal yang bergumul, bercinta, dan kawin. | @FandiSido

Hati-hati Beli Tiket di Bandara!

HL | 14 November 2011 | 04:42 Dibaca: 4444   Komentar: 61   12

1321245585301717929

Puluhan penumpang antre di loket tiket Bandara Polonia Medan, 10/9. (Sumut Pos/Triadi Wibowo)

Berhati-hatilah membeli tiket pesawat terbang di bandara. Beberapa waktu lalu salah satu teman saya mengungkap modus penipuan harga tiket yang diduga dilakukan oleh petugas loket pelayanan penerbangan sebuah maskapai di bandar udara. Tak tanggung-tanggung, selisih harga yang nyaris saja dinikmati oknum petugas pelayanan tiket maskapai tersebut mencapai ratusan ribu rupiah. Berikut cerita yang saya dapatkan kemarin, langsung dari sumber utamanya.

Salah satu teman tinggal saya, Imam, melakukan penerbangan dari Lombok menuju Surabaya pada 6 November 2011 lalu setelah menghabiskan beberapa hari berlebaran bersama keluarga. Setelah memeriksa harga tiket termurah untuk penerbangan hari itu, ia bergegas menuju Bandar Udara Internasional Lombok untuk membayar tiket. Anehnya, setelah tiba di konter pelayanan tiket sebuah maskapai di bandara tersebut, ia diberitahu oleh staf penjualan bahwa harga tiket yang dimaksud sebesar Rp 435.000,-. Terang saja ia terkejut, karena sebelumnya ia melihat harga tiket di situs resmi maskapai untuk jadwal penerbangan yang sama hanya sebesar Rp 275.000.

Petugas penjualan tiket mengaku, kenaikan harga tersebut merupakan perubahan yang wajar karena setiap saat data di situs resmi bisa saja berubah. Untungnya, Imam saat itu membawa komputer lipatnya. Karena merasa ada yang aneh, langsung saja ia membuka kembali situs maskapai yang dimaksud. Hasilnya, harga yang tercantum masih sama. Tidak ada perubahan sebagaimana dikatakan oleh petugas. Hal ini kontan membuat petugas di dalam kantor berjendela kaca tersebut salah tingkah dan berkilah.

“Petugasnya seperti kebakaran jenggot begitu. Kata-katanya kurang jelas dan alasannya berputar-putar,” kisahnya.

Lanjutnya, petugas yang berjaga di loket itu berjumlah dua orang. Seorang lagi adalah perempuan muda yang bertugas sebagai kasir. Setelah awalnya petugas laki-laki menunjukkan harga nominal tiket dengan kalkulator sebesar Rp 435.000,-, Imam menyaksikan petugas tersebut menyodorkan secarik kertas kecil kepada petugas kasir bertuliskan beberapa angka, namun tak jelas apa yang dituliskan di situ. Setelah diprotes, barulah keduanya saling pandang.

Imam menduga, selisih harga tiket yang disampaikan petugas loket bandara merupakan penyelewengan yang entah akan uangnya mengalir kemana. Ia sebagai konsumen merasa dirugikan, meski akhirnya ia diberikan harga tiket sesuai yang tertera di situs resmi maskapai, yaitu Rp 275.000,-. Tak lupa pula ia memberi petunjuk kepada saya bagaimana menyiasati upaya penipuan harga tiket oleh petugas tiket di bandara. Salah satunya adalah mengakses harga resmi di situs maskapai sesaat sebelum memesan di loket bandara. Bila perlu, bawalah bukti aktual harga tiket tersebut ke loket.

Berhati-hatilah. Modus penipuan bisa dilakukan di mana saja, oleh siapa saja.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

‘Gabus Pucung’ Tembus Warisan Kuliner …

Gapey Sandy | | 24 October 2014 | 07:42

Terpaksa Olahraga di KLIA 2 …

Yayat | | 25 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 5 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 6 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 6 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 10 jam lalu

Romantisme Senja di Inya Lake, Yangon …

Rahmat Hadi | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Tips COD (Cash on Delivery) an untuk Penjual …

Zanno | 11 jam lalu

DICKY, Si Chef Keren dan Belagu IV: Kenapa …

Daniel Hok Lay | 11 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 12 jam lalu

Dosen Muda, Mana Semangatmu? …

Budi Arifvianto | 12 jam lalu

Aku Berteduh di Damai Kasih-Mu …

Puri Areta | 13 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: