Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Febrian Arham

alumni DIII STAN' 04, (harusnya) DIV STAN' 08

Runtuhnya Jembatan Kukar yang Saya Tahu

REP | 27 November 2011 | 20:05 Dibaca: 697   Komentar: 4   0

di provinsi tetangga Kaltim (Kalsel) saya pernah tinggal selama hampir 5 tahun. berinteraksi dan bersosialisasi disana. kebetulan saya bertemu dengan orang dekat saya yang merupakan dosen Teknik sipil, yang banyak memasok pekerja-pekerja menengah di provinsi Kaltim. dan beliau merupakan dosen Teknik sipil yang cukup terspesialisasi pada pekerjaan perhubungan darat dan cukup terpandang.

di provinsi Kalsel lokasi rumah saya kebetulan tidak jauh dari Jembatan Barito yang cukup termashsyur disana.  Jembatan yang pembangunannya tidak terpaut waktu yang jauh dengan Jembatan Kukar di Kaltim. di Jembatan Barito sendiri saya merasakan sendiri jembatannya kurang kokoh. menurut informasi yang saya tahu proyek Jembatan Barito cukup banyak digerogoti korupsi. nilai proyeknya lebih besar dari pekerjaan inti Jembatan tersebut. ditambah dengan isu yang beredar dan saya perhatikan sendiri bahwa banyak baut-baut yang hilang pada Jembatan tersebut dikarenakan banyak dicuri oleh oknum-oknum dan dijual pada oknum-oknum lainnya yang sama tidak bertanggungjawabnya, dari cerita mengenai jatuhnya jembatan Kukar maka saya juga cukup khawatir akan keberadaan Jembatan Barito di Kalsel.

Kalsel cukup dipandang sebagai lumbung ilmu oleh kedua provinsi tetangganya yaitu Kaltim dan Kalteng.

seorang kenalan yang saya tahu bekerja di Dinas PU di Kaltim. ia merupakan mantan mahasiswa dari kampus tempat orang dekat saya mengajar di kalsel.  ia saya nilai sebagai pribadi serius kelas lokal.  saya nilai begitu karena  terlepas dari ia yang golongan PNSnya tidak berbeda dengan saya yang bekerja di Instansi Keuangan, pada suatu hari MAMPU mengadakan selamatan haji untuk kedua orangtuanya dengna ONH plus dengan penuh puji-pujian. sementara saya, boro-boro mampu membeli mobil bagus berplat nomor khusus seperti dirinya serta menghajikan kedua ortunya ke mekah,  dari sudut pandang bakti saya baru bisa cengangas cengenges ke depan kedua ortu saya.

dengan cerita-cerita dari orang dekat saya yang cukup jujur dandengan kemurnian yang tinggi menceritakan mengenai bagaimana ia mengundurkan diri dari mengajar di salah satu PTS swasta karena ketidaknyamanannya dengan para mahasiswa buruk moral dan intelektual disana, dan dengan dasar sumber daya yang sama dan latar belakang yang cukup sejenis dengan jembatan barito di kalsel dengan perbedaan pada Jembatan Kukar yang lebih intens dan ramai penggunannya, saya dapat menebak penyebab runtuhnya jembatan yang baru berumur 10 tahun tersebut.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Pengalaman Jadi Pengamen Pada 1968 – 2013 …

Mas Ukik | | 23 April 2014 | 21:14

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 12 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 14 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 15 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 16 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: