Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Febrian Arham

alumni DIII STAN' 04, (harusnya) DIV STAN' 08

Runtuhnya Jembatan Kukar yang Saya Tahu

REP | 27 November 2011 | 20:05 Dibaca: 701   Komentar: 4   0

di provinsi tetangga Kaltim (Kalsel) saya pernah tinggal selama hampir 5 tahun. berinteraksi dan bersosialisasi disana. kebetulan saya bertemu dengan orang dekat saya yang merupakan dosen Teknik sipil, yang banyak memasok pekerja-pekerja menengah di provinsi Kaltim. dan beliau merupakan dosen Teknik sipil yang cukup terspesialisasi pada pekerjaan perhubungan darat dan cukup terpandang.

di provinsi Kalsel lokasi rumah saya kebetulan tidak jauh dari Jembatan Barito yang cukup termashsyur disana.  Jembatan yang pembangunannya tidak terpaut waktu yang jauh dengan Jembatan Kukar di Kaltim. di Jembatan Barito sendiri saya merasakan sendiri jembatannya kurang kokoh. menurut informasi yang saya tahu proyek Jembatan Barito cukup banyak digerogoti korupsi. nilai proyeknya lebih besar dari pekerjaan inti Jembatan tersebut. ditambah dengan isu yang beredar dan saya perhatikan sendiri bahwa banyak baut-baut yang hilang pada Jembatan tersebut dikarenakan banyak dicuri oleh oknum-oknum dan dijual pada oknum-oknum lainnya yang sama tidak bertanggungjawabnya, dari cerita mengenai jatuhnya jembatan Kukar maka saya juga cukup khawatir akan keberadaan Jembatan Barito di Kalsel.

Kalsel cukup dipandang sebagai lumbung ilmu oleh kedua provinsi tetangganya yaitu Kaltim dan Kalteng.

seorang kenalan yang saya tahu bekerja di Dinas PU di Kaltim. ia merupakan mantan mahasiswa dari kampus tempat orang dekat saya mengajar di kalsel.  ia saya nilai sebagai pribadi serius kelas lokal.  saya nilai begitu karena  terlepas dari ia yang golongan PNSnya tidak berbeda dengan saya yang bekerja di Instansi Keuangan, pada suatu hari MAMPU mengadakan selamatan haji untuk kedua orangtuanya dengna ONH plus dengan penuh puji-pujian. sementara saya, boro-boro mampu membeli mobil bagus berplat nomor khusus seperti dirinya serta menghajikan kedua ortunya ke mekah,  dari sudut pandang bakti saya baru bisa cengangas cengenges ke depan kedua ortu saya.

dengan cerita-cerita dari orang dekat saya yang cukup jujur dandengan kemurnian yang tinggi menceritakan mengenai bagaimana ia mengundurkan diri dari mengajar di salah satu PTS swasta karena ketidaknyamanannya dengan para mahasiswa buruk moral dan intelektual disana, dan dengan dasar sumber daya yang sama dan latar belakang yang cukup sejenis dengan jembatan barito di kalsel dengan perbedaan pada Jembatan Kukar yang lebih intens dan ramai penggunannya, saya dapat menebak penyebab runtuhnya jembatan yang baru berumur 10 tahun tersebut.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengupas Sisi Kemanusiaan Pasar Santa …

Olive Bendon | | 21 October 2014 | 05:56

Di Balik Pidato Jokowi: Stop Menuding Pihak …

Eddy Mesakh | | 21 October 2014 | 16:05

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Foto Gue Dicuri Lagi Bro, Gembok Foto Itu …

Kevinalegion | | 21 October 2014 | 07:41

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Anang Hermansyah Hadiri Pesta Rakyat, Ahmad …

Sahroha Lumbanraja | 4 jam lalu

Makna Potongan Tumpeng Presiden Jokowi bagi …

Kanis Wk | 6 jam lalu

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 7 jam lalu

Film Lucy Sebaiknya Dilarang! …

Ahmad Imam Satriya | 10 jam lalu

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Ujung Galuh Bukan Surabaya?? …

Lintang Chandra | 7 jam lalu

Surat Terbuka untuk Bapak Presiden Joko …

Ading Sutisna | 7 jam lalu

Ketika Sungai Menjadi Tempat Pembuangan …

Hendra Mulyadi | 7 jam lalu

Berkurangnya Fungsi Pendidikan dalam Media …

Faizal Satrio | 7 jam lalu

Jangan Tantang Rambu Dilarang! …

Johanes Krisnomo | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: