
masih amatir, bercita-cita jadi pionir. | Sebagian fiksi dan opini ada di www.bukufandy.com.
Dibaca: 1291
Komentar: 27
3 dari 4 Kompasianer menilai menarik
Petugas pramugari dan petugas halte membantu seorang penumpang difabel turun dari bus Trans Jogja, 26/2/2008. (kompas.com/ARUM TRESNANINGTYAS DAYUPUTRI)
Kehilangan barang di armada transportasi publik sedikit banyak mengkhawatirkan. Namun jika Anda adalah penumpang Trans Jogja, Anda tidak perlu khawatir berlebihan. Terdapat prosedur keamanan standar yang bisa membantu Anda menemukan kembali barang yang hilang di dalam armada bus.
Berdasarkan pengalaman dan sedikit observasi tanya-jawab bersama petugas moda transportasi populer masyarakat Yogyakarta tersebut, berikut beberapa mekanisme prosedur yang harus Anda lewati.
Pertama. Laporkan kehilangan. Kehilangan barang berharga memang tidak mudah, namun jika Anda menyadarinya saat berada di dalam armada bus Trans Jogja, Anda wajib melaporkannya kepada petugas. Terdapat satu pramugara/i dan pengemudi dalam setiap kabin bus Trans Jogja. Begitu Anda melaporkan kehilangan, pramugara/i akan memberitahukan kepada seluruh penumpang bahwa telah dicari suatu barang, sesuai Anda gambarkan. Pada saat yang bersamaan, pengemudi langsung berbicara melalui radio panggil kepada pusat informasi, melaporkan kehilangan untuk kemudian diteruskan ke halte-halte yang pernah Anda lalui.
Kedua. Penumpang bekerja sama. Begitu berita kehilangan tersebar melalui radio Trans Jogja, armada bus melaju seperti biasanya. Hanya saja, begitu tiba di halte pemberhentian berikutnya, para panumpang tidak diperbolehkan keluar dari bus. Tak seorangpun. Pengemudi bus bertugas menahan pintu tetap tertutup, dan pramugara/i menyampaikan permohonan maaf karena pintu baru bisa dibuka ketika petugas keamanan tiba. Bus kemudian diparkir di dekat halte.
Ketiga. Ciri-ciri fisik barang. Setelah dua orang petugas keamanan berseragam warna gelap (biasanya datang 15 menit setelah laporan masuk) tiba di dalam kabin armada, Anda akan dimintai keterangan seputar barang yang hilang, perkiraan waktu dan tempat hilangnya. Penggeledahan juga dilakukan, meski lebih sering dalam bentuk pemeriksaan ringan kepada setiap penumpang di dalam armada. Sampai di sini, Anda yang melapor tidak diperbolehkan keluar dari bus. Informasi barang hilang sudah tersebar ke semua armada dan halte yang pernah Anda lalui. Dalam waktu bersamaan, pencarian juga dilakukan di halte tempat Anda naik.
Keempat. Klaim dan identifikasi barang. Dalam banyak kasus, barang yang hilang di dalam fasilitas Trans Jogja dapat ditemukan. Dan jika barang Anda tercecer di halte atau bus, biasanya bisa langsung ditemukan. Begitu barangnya ditemukan, penumpang lain diperbolehkan turun, kecuali Anda yang melaporkan kehilangan. Anda akan diminta menggambarkan ciri-ciri tertentu dari barang Anda. Jika yang hilang adalah telepon genggam misalnya, Anda diminta menyebutkan beberapa kontak yang ada di perangkat tersebut. Informasi ciri-ciri fisik tersebut langsung disampaikan oleh pengemudi melalui radio panggil dan diteruskan kepada petugas yang menemukan. Jika didapatkan kecocokan, maka prosedur dilanjutkan. Jika tidak, maka Anda akan diminta mengikuti prosedur lanjutan. Saya belum menemukan kasus “lanjutan” tersebut.
Kelima. Perjanjian. Sambil menunggu barang yang ditemukan diantarkan dari tempat hilangnya, Anda sebagai pelapor akan diminta oleh petugas keamanan mengisi beberapa formulir, termasuk pernyataan kepemilikan barang, kontak, dan diminta berjanji untuk lebih berhati-hati. Setelah melalui tahap ini, Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan barang di tangan.
Berdasarkan tanya jawab dengan seorang petugas halte Trans Jogja beberapa waktu lalu, didapatkan informasi bahwa kebanyakan barang hilang berupa telepon genggam dan benda-benda kecil lainnya. Tempat paling sering ditemukan barang-barang ketinggalan ataupun tercecer adalah halte dan di bawah kursi armada bus.
Meskipun pada kenyataanya pramugara/i Trans Jogja selalu mengingatkan penumpang untuk berhati-hati terhadap barang bawaannya, tak jarang diabaikan penumpang sampai kasus kehilangan kembali terjadi. Meskipun tertempel stiker tanda “Bebas Copet” dan “Bebas Pengamen”, pada kenyataanya tidak bisa menghilangkan potensi kriminalitas begitu saja. Sampai tulisan ini dibuat pun telah masuk beberapa laporan pencopetan oleh para korban pengguna jasa Trans Jogja.
Namun, jika Anda kehilangan barang di dalam fasilitas Trans Jogja dan mengikuti prosedur yang ditetapkan, petugas akan dengan senang hati membantu Anda, meski tidak berani menjamin barang Anda akan ditemukan. Pengelola juga menegaskan bahwa barang yang diperkirakan tercecer di luar fasilitas Trans Jogja tidak bisa ditemukan melalui prosedur standar, dan bukan merupakan tanggung jawab pihak Trans Jogja.
Dari beberapa kasus kehilangan yang saya saksikan, hampir semua korban bisa menemukan kembali barangnya. Hanya saja, akan jauh lebih baik jika Anda selalu berperilaku hati-hati dalam menumpang armada transportasi publik. Bukan semata-mata demi keselamatan Anda, tetapi juga kenyamanan penumpang lain yang harus berkorban waktu dan energi selama proses pencarian.
*ditulis berdasarkan kisah beberapa teman sesama pengguna Trans Jogja.