Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Gita Ratna Cahya

GITA RATNA CAHYA | XII ADMINISTRASI PERKANTORAN | SMK PRUDENT SCHOOL |LULUS 100 % | #aamin ...

Perdagangan Bebas, Ternyata Membuat Pengusaha Kecil Hampir “Gulung Tikar”

REP | 02 February 2012 | 09:42 Dibaca: 696   Komentar: 4   3

13281755421099355064

Pada tanggal 1 Januari 2009 kesepakatan perdagangan bebas (free tread agreement) antara ASEAN dan China dilaksanakan, sebuah perjanjian area perdagangan bebas, merupakan isu yang mulai bergejolak. Ketetapan ini mulai diberlakukan pada tanggal 1 Januari2010. Kesepakatan perdagangan bebas ini menimbulkan pro dan kontra dikalangan masyarakat terutama di Indonesia negara kita yang tercinta. Jika kita boleh memilih pastilah kita memilih efek positifnya ketimbang negatif. Namun efek negatifnya juga membuat kita untuk mempertimbangkanya kembali apakah perdagangan bebas itu banyak menguntungkan atau mungkin sebaliknya.

Banyak ekonom yang berpendapat bahwa Perdagangan bebas bisa menguntungkan lewat standar hidup melalui teori keuntungan komparatif, namun menurut pendapat yang lain Perdagangan Bebas ini membuat produk lokal rusak melainkan kurangnya penjual pasar Indonesia dan lahan pekerjaan untuk Masyarakat Indonesia. Perdagangan Bebas yang paling marak adalah Produk dari Negara Cina, karena produk-produk yang di produksi oleh Negara tersebut memang menguntungkan Pembeli. Dengan harga yang amat relatif murah yang membuat pembeli balik dan balik lagi ke pemasran produk Cina tersebut. Beda sekali dengan produk Lokal ( Dalam Negeri ) yang memiliki tinkat penjualan yang relatif mahal. Oleh karena itu masyarakat kebanyakkan lebih memilih produk Cina dibandingkan produk sendiri.

Para pengusaha kecil pun ikut merasakan dampak negatifnya, mereka hampir saja terancan Bangkrut dengan Hal ini ( Perdagangan bebas ). Akibat hal ini banyak pengusaha – pengusaha kecil yang beralih profesi. Tentu saja, lagi lagi Produk Cina yang banyak memproduksi di Indonesia yang membuat pengusaha menjadi Gulung Tikar ( Bangkrut ), produk-produk Cina tersebut antara lain produk Elektronik seperti Handphone, I-Pad, Laptop dll, Mainan Anak-anak yang terbuat dari plastik dengan harga murah serta produk lainnya . jadi, dengan adanya Perdagangan Bebas ini dapat merugikan Indonesia baik itu dari Penjual maupun Pembeli. Dan produk-produk dari Cina itu pun yang amat membuat Penjual-penjual Lokal yang hampir mengalami gulung tikar ( bangkrut ).

Untuk itu, Sebaiknya pemerintah harus segera mempersiapkan pembuatan strategi nasional pengembangan pasar dan perlindungan bagi pasar domestik, karena menimbang berbagai masalah yang mungkin dan dikhawatirkan terjadi ketika ketetapan itu telah berlaku.

Tidak ada kata terlambat jika kita mau berusaha dengan sungguh-sungguh. Teruslah berupaya dan berusaha. Jadikanlah masalah yang kita hadapi sebagai batu loncatan untuk menuju puncak kesuksesan dan kebahagiaan. Majulah perekonomian negeriku, bangkitlah bangsaku. Yakinlah kita pasti BISA !

Gita Ratna Cahya

Siswi SMK Prudent School

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Google Street View, Akankah Disalahgunakan? …

Deliana Setia | | 21 August 2014 | 23:02

Pembantu Kalahkan Mahasiswa, Apa Bisa? …

Seneng Utami | | 22 August 2014 | 01:24

Sharing Profesi Berbagi Inspirasi ke Siswa …

Wardah Fajri | | 21 August 2014 | 20:12

Hati-hati Minum Jamu Pemberian Paranormal …

Mas Ukik | | 21 August 2014 | 20:15

Mau Ikutan Diskusi Bareng Anggota DPR Komisi …

Redaksi Kompas.com | | 21 August 2014 | 13:59


TRENDING ARTICLES

Pernyataan Politik Bermata Banyak …

Hendra Budiman | 10 jam lalu

Ikhlas Menerima Jokowi-JK Sebagai Pemimpin …

Topik Irawan | 11 jam lalu

Belum Ada Ucapan Selamat dari Prabowo-Hatta …

Revaputra Sugito | 11 jam lalu

Rusuh MK, Sudirman-Thamrin Mencekam …

Mawalu | 13 jam lalu

Ditolak MK, Pendukung Prabowo Berduka …

Samandayu | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: