Artikel

Regional

Perayaan Ca Go Meh oleh Multy Etnis


REP | 06 February 2012 | 17:55 Dibaca: 97   Komentar: 16   Nihil

Untuk kesekian kalinya semenjak ada kebebasan masyarakat Tionghoa untuk merayakan hari hari besarnya, kelenteng tua di kota kecil Parakan Temanggung yakni Ho Tek Tong menggelar lagi karnaval Cap Go Meh. Seperti biasa karnaval ini di ramaikan oleh pawai barongsai, drumband dari grup kepercayaan kejawen, kuda lumping, dayakkan (beberapa orang yang memakai pakaian seperti suku dayak) dan juga di tandunya dua Kio (atau replika rumah yang di yakini tempat Dewa).

1328524052653268373

Atraksi barongsai. dok selsa

13285241561011946746

para

1328524286579442087

dok selsa

1328524724765368770

grup drumband dari perkumpulan pengikut ajaran Kejawen menambah kemeriahan perayaan Cap Go meh. dok selsa

1328524856409778434

grup kesenian tradisional tak mau ketinggalan. dok selsa

1328524971545500709

kesenian tradisional Dayakan. dok selsa

Ada yang unik tentang Kio ini banyak warga bukan dari kalangan Tionghoa saja, tapi juga masyarakat pribumi yang meyakini jika ikut mengangkat tandu Kio akan mendapatkan berkah sepanjang tahun. Jadi tidak mengherankan jika banyak orang berebut agar di beri kesempatan ikut mengangkat tandu Kio dan membawanya  berjalan.

1328524430257380515

inilah Kio yang di perebutkan banyak warga. dok selsa

13285245741558303823

salah satudari dua Kio. dok selsa

Ada satu lagi yang unik dari perayaan pawai Cap Go Meh ini. Di depan rumah beberapa warga Tionghoa terbentang tali yang terdapat beberapa angpao dengan harapan barongsai yang ikut merayakan pawai itu bisa mengambil angpao angpao itu. Bagi warga Tionghoa, acara ini adalah kegembiraan dalam menutup tahun dan membuka kembali tahun baru yang kali ini menurut shio [perhitungan tahun menurut kalender tionghoa] jatuh pada naga air. dan bagi warga Parakan dan sekitarnya perayaan Cap Go meh selalu  dapat menghibur hati dan selalu di tunggu kehadirannya setiap pergantian tahun.

Menurut salah seorang juru kunci kelenteng Hok Tek Tong, di gelarnya perayaan cap Go Meh dengan mengundang mayarakat di luar warga Tionghoa adalah pencerminan bahwa warga Tionghoa ikut melebur menjadi satu kesatuan ikatan keluarga dengan warga pribumi.  Dan warga Tionghoa siap menjalin keindahan dalam kebersamaan.

13285255471954829404

mejeng di depan kelenteng Hok Tek Tong yang berdiri dari tahun 1844. dok selsa

**************

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: