Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Agus Sutondo

Aku Tetap Sayang dan Cinta Indonesia

Gigolo Muda dan Wanita Malam Pulau Batam

REP | 07 February 2012 | 21:28 Dibaca: 41168   Komentar: 16   1

1328624794454393552

Bila Anda Tiba Anda Menyesal namun Bila Anda Tabah Anda Menang ? itulah singkatan Batam, sebuah Kota di sebuah pulau yang sangat strategis, tidak jauh dari Negeri Singapura dan Malaysia, Fenomena Kota Batam memang sangat menarik untuk di kemas dalam sebuah rangkaian cerita tentang kehidupan Pulau Batam dari tahun ketahun, baik ketika Dekade 1970an sa’at Pemerintah pusat menetapkan Pulau Batam sebagai Singapuranya Indonesia, Pulau Batam di tetapkan sebagai Daerah Industri di bawah tanggung jawab langsung oleh sebuah badan yang bernama Badan Otorita Batam. Penetapan sebagai Daerah Industri baru inilah yang akhirnya menjadi daya tarik masyarakat yang ingin mencari kehidupan baru di Pulau yang penuh dengan kehidupan malamnya.

Ungkapan Bila Anda Tiba Anda Menyesal memang bukan sekedar ungkapan, fakta ini bisa terjadi ketika anda terbuai dengan slogan Pulau batam sebagai Kota impian bagi kaum pendatang ternyata tidak semudah yang di bayangkan, apalagi bila anda tidak mempunyai skill atau kemampuan untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan yang begitu keras kehidupannya, jangan harap anda bisa bertahan bila anda tidak mempunyai ketrampilan untuk tinggal di pulau Batam. Namun Ungkapan Bila Anda Tabah Anda Menang, itu bisa menjawab bila Anda mampu untuk beradaptasi dan pandai melakukan aktifitas dengan baik, maka walaupun tanpa skill anda bisa menjadi pemenang atau sukses hidup di Pulau Batam.

Banyak pendatang baru setelah mereka tiba di Pulau Batam, kekecewaanlah yang ada, apalagi bila tidak mempunyai sanak saudara atau teman, banyak diantaranya langsung balik lagi kekampung halamannya, tapi bagi yang tabah dan mampu membuat peluang atau pandai berkomunikasi dalam pergaulan, banyak diantaranya mampu bertahan sampai hari ini. Mengapa mereka mampu bertahan, Apa yang di harapkan ketika mereka tidak mempunyai skill dan pekerjaan tetap ? Karena di akui atau tidak diakui perkembangan Pulau Batam di samping sebagai kawasan industri juga tidak lepas dari geliat kehidupan malam yang berbau bisnis prostitusi. Kehidupan malam ini lah yang membuat sebagian orang mampu bertahan, siapakah mereka ? yaitu cowok-cowok yang punya penampilan fisik lumayan baik maupun cukup lumayan.

Maaf…..ada sebuah ungkapan, hanya bermodalkan wajah ganteng dan Fisik bagus, anda bisa bertahan hidup di Kota Batam ? ungkapan ini bukan sekedar ungkapan tapi fakta, Kota Batam beda dengan Pulau Bali dan sangat beda dengan Kota Metropolitan Jakarta, mengapa bisa beda ? Pulau Batam di era 1990 an sangat luar biasa, disamping tumbuh sebagai daerah industri baru, Batam juga tumbuh sebagai pusat hiburan malam dan juga perjudian, karena kebebasannya itu, ada sebuah kampung yang setengah penduduknya kumpul kebo semua atau hidup serumah tanpa nikah. Belum lagi yang ada di pusat Kota, hampir ruko-ruko yang ada sebagian ruangannya di sewa atau di kostkan, dulu di Batam istilahnya tinggal di flat dan jangan heran para penghuni Flat tersebut adalah pasangan-pasangan yang juga kumpul kebo.

Tak ada istilah tabu di Pulau Batam, di Pulau Bali masih tetap ada tatakrama apalagi di Jakarta, satu contoh anda datang ke Batam di jalan anda jumpa dengan wanita lalu anda goda, tapi jangan kaget ketika anda menggoda, wanita tersebut akan berkata, “kalau berani jangan menggoda di jalan, nich alamat dan tempat kerja saya, di tunggu kedatangannya sambil menyerahkan sebuah kartu nama lalu diberikan kepada laki-laki yang menggodanya tadi. Pemandangan seperti itu sering kita lihat di Kota Batam, lalu bila anda melihat orang berjalan kaki sambil memegang sebotol minuman Bir. Tentu anda pasti akan bilang, norak banget tuh orang minum sambil jalan ? Nah di Kota Batam, hal seperti itu lumrah sama ketika kita haus beli minuman dingin lalu meminumnya sambil berjalan.

Fenomena Kumpul Kebo ini sangat menarik, mereka semua adalah pasangan muda tapi tanpa status resmi pernikahan, siapakah mereka ? ternyata mereka adalah wanita-wanita pekerja malam di pusat-pusat hiburan Kota Batam, dan laki-lakinya, adalah Gigolo-Gigolo muda yang hanya bermodalkan penampilan fisik yang lumayan baik maupun cukup lumayan, tapi banyak juga sebagian dari wanita-wanita malam tersebut adalah wanita simpanan dari laki-laki hidung belang negeri tetangga, Malaysia maupun Singapura.

Mereka lah pendatang-pendatang baru di Kota Batam yang mampu bertahan, bahkan ada diantaranya yang sukses dan masih tinggal di Kota Batam, Ada juga yang di jadikan istri oleh laki-laki dari negeri seberang, tapi ada juga yang membawa kesuksesannya itu untuk pindah ke daerah lain setelah mereka mapan secara ekonomi. Tujuannya mungkin untuk menghilangkan jejak terhadap latar belakangnya yang hitam dengan segala kenangannya. hingga akhirnya Pasangan-pasangan Kumpul Kebo itu kini sudah resmi menjadi pasangan sah sebagai suami istri dan mampu bertahan demi untuk sebuah kehidupan yang lebih baik buat mereka.

Lalu apa yang terjadi dengan Kota Batam kini, apakah regenerasi kehidupan bebas di masa lampau menulari generasi muda pendatang baru di Kota Batam ? Kalau melihat masih adanya geliat kehidupan malam di Kota Batam dan banyaknya pusat-pusat hiburan baru, so pasti regenerasi itu akan terulang kembali, walaupun mungkin tidak sebebas dulu. Karena Kota Batam sekarang sudah menjadi Daerah Otonom di bawah Pimpinan Kepala Daerah bernama Walikota hingga kebijakan-kebijakanpun tidak seperti dulu lagi contohnya perjudiaan, yang dulu sangat marak kini sudah tidak ada lagi, pun kalau ada sipatnya tertutup dan sembunyi-sembunyi. Selanjutnya, Mampu kah para pendatang baru itu untuk bertahan, seperti ungkapan “Bila Anda Tiba Anda Menyesal” atau “Bila Anda Tabah Anda Menang”

Salam Kompasiana :

BERITA TERKAIT :

* Gigolo Muda dan Wanita Malam Pulau Batam

* Persamaan Pemerintah dan Celana Dalam

* Demi Perselingkuhan Memalsukan Orgasme

* Dibalik Orgasme Kejujuran Angelina Sondakh

* Dibalik Goyangan Wanita

Angelina Sondakh Janda Kaya yang Haus dan Kesepian

Nahrowi Ketahuan Sedang Making Love

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat Tinggal Banjir, Proyek Revitalisasi …

Agung Han | | 30 October 2014 | 21:02

Elia Massa Manik Si Manager 1 Triliun …

Analgin Ginting | | 30 October 2014 | 13:56

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Bau Busuk Dibelakang Borneo FC …

Hery | | 30 October 2014 | 19:59

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Jokowi-JK Tolak Wacana Pimpinan DPR …

Erwin Alwazir | 2 jam lalu

Mantan Pembantu Mendadak PD, Berkat Sudah …

Seneng | 4 jam lalu

70 Juta Rakyat Siap Masuk Bui …

Pecel Tempe | 6 jam lalu

Pramono Anung Menjadi Satu-satunya Anggota …

Sang Pujangga | 10 jam lalu

Mba, Pengungsi Sinabung Tak Butuh …

Rizal Amri | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Saat Tukang Sate Satukan Para Pendusta …

Ardi Winata Tobing | 9 jam lalu

Jokowi-JK Tolak Wacana Pimpinan DPR …

Erwin Alwazir | 9 jam lalu

Toleransi terhadap “Orang Kecil” …

Fantasi | 9 jam lalu

Batu Bacan dari SBY ke Obama Membantu …

Sitti Fatimah | 10 jam lalu

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: