Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Muhammad Syairi

Tinggal di Lombok Utara

Mapolsek Tanjung Ringkus Pelaku Dugaan Pemerkosaan

REP | 12 February 2012 | 02:45 Dibaca: 271   Komentar: 1   0

Kepolisian sektor Tanjung, lombok utara berhasil meringkus seorang pemuda pelaku percobaan pemerkosaan gadis dibawah umur, yang terjadi jumat (10/2) sore didusun Karang nangka, desa sokong, kecamatan Tanjung.

13289678731404667300

Kapolsek Tanjung-Lombok Utara

Pelaku adalah seorang pemuda putus sekolah warga dusun karang nangka, berinisial ILS (13 Tahun), yang mencoba memperkosa tiga gadis dibawar umur. ILS pelaku percobaan pemerkosaan yang juga tergolong masih dibawah umur itu, digelandang pihak mapolsek Tanjung, setelah nyaris dihakimi warga karena diduga mencoba memperkosa gadis kecil berinisial YN (9 tahun) yang masih duduk di kelas 3 SDN 7 Sokong.

Berdasarkan keterangan dua rekan korban yang menyaksikan aksi bejat ILS, percobaan pemerkosaan gadis kecil itu bermula, pada jumat sore sekitar pukul 16:30 Wita, dimana si korban YN, bersama kedua rekan satu sekolahnya inisial ID, kelas 4 SD, dan KR, kelas 2 SD, tengah bermain petak umpet.

Saat YN akan masuk bersembunyi WC umum, pelaku tiba-tiba datang dan membekap mulut korban kemudian digiring ke WC. Di dalamnya, pelaku menggahi korban. Namun usaha ILS Gagal karena kedua teman korban, ID dan KR berteriak kencang yang membuat warga berhamburan keluar menolong.

Kepada media dikantor polsek Tanjung YN mengatakan, bahwa mulutnya dibekap dari belakang oleh ILS, tangannya dipegang kemudian celananya dibuka paksa. Setelah itu pelaku kemudian mencoba memasukan kelaminnya ke anus YN sambil mengancam akan dipukul, jika bercerita tentang kejadian itu, akan tetapi belum sempat memperkosa YN, kedua rekan korban melihat adegan itu dan langsung berteriak, jelas YN.

Sementara itu warga yang marah dengan kejadian itu, mendatangi mapolsek Tanjung untuk menghakimi pelaku, namun berhasil dicegah kepolisian setempat. Arsini, ibu korban mengaku anaknya trauma dan pucat. Ia menuntut pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya.

Kapolsek Tanjung, AKP.Arif Hidayat,SIK, yang dikonfirmasi mengatakan, melihat pelaku dan korban masih di bawah umur, maka pihaknya melimpahkan langsung kasus tersebut ke bagian Perlindungan Perempuan Dan Anak (PPA) Polres Lobar.

AKP.Arif menyebutkan, Dalam pemeriksaan awal, pelaku kurang mendapat didikan moral dan pengawasan dari orang tua. Sebab diketahui ILS selama ini putus sekolah di kelas 5 SD. Ayah pelaku sudah meninggal dan ibunya menjadi TKW ke Malaysia. Pelaku saat ini tinggal bersama neneknya.

Kapolsek Tanjung mengatakan, Saat ini Guna keperluan pemeriksaan sekaligus proses hukum. Pelaku dan korban langsung dibawa kebagian PPA Mapolres Lobar.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Satpol PP DKI Menggusur Lapak PKL Saat …

Maria Margaretha | | 31 July 2014 | 17:04

Menghakimi Media …

Fandi Sido | | 31 July 2014 | 11:41

Ke Candi; Ngapain Aja? …

Ikrom Zain | | 31 July 2014 | 16:00

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Teman Saya Pernah Dideportasi di Bandara …

Enny Soepardjono | | 31 July 2014 | 09:25


TRENDING ARTICLES

Jangan Tulis Dulu Soal Wikileaks dan …

Bang Pilot | 11 jam lalu

Tipe Karyawan yang Perlu Diwaspadai di …

Henri Gontar | 15 jam lalu

Evaluasi LP Nusa Kambangan dan …

Sutomo Paguci | 16 jam lalu

Revolusi Mental Pegawai Sipil Pemerintah …

Herry B Sancoko | 19 jam lalu

Misteri Matinya Ketua DPRD Karawang …

Heddy Yusuf | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: