Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Suganda

jadi tehnisi di oerusahaan telekomunikasi

Nomor Call Centre Citilink Penghisap Pulsa (Mohon Perhatian Menteri BUMN dan DPR)

REP | 16 February 2012 | 15:13 Dibaca: 2419   Komentar: 2   0

Kawan saya memesan tiket Citilink melalui Web, ternyata ada sedikit masalah, terpaksa ia menghubungi Citilink.  ketika ia mengecek di web site citilink, nomor call centre hanya ada 0804-1080808, tidak ada nomor lokal.  Kawan saya tidak tahu bahwa nomor 0804 adalah nomor perampok pulsa, ia menilpon dan bicara tidak terlalu lama, hasilnya adalah pulsa HP nya terpotong kira-kira9000 rupiah.

Saya lalu memeriksa website Garuda, Lionair, Sriwijaya Air, Air Asia dan Merpati.  Walaupun semuanya memakai nomor 0804-xxxxxxx, tapi mereka juga berikan nomor lokal mereka, sehingga kita bisa memakai pulsa lokal untuk menghubungi mereka.

Kawan saya berpikir bahwa nomor 0804-xxxxxxx adalah semacam nomor toll free di Amerika dan negara lain, semacam 0-800.  Tapi, tahu-tahunya pulsa melayang.

Saya menghimbau pemerintah cq menkominfo menetapkan, bahwa untuk pelayanan umum, tidak boleh memakai nomor premium call.  Apa-apaan untuk menilpon nomor misalnya 14xxx, nomor BCA call 500888, jangan sekali-kali call 500888 dengan ponsel, bisa jebol pulsa anda.  dan harus call 021-500888, baru berlaku tarip local call.

Anehkan, kita call ke Citilink, habis 9000 rupiah, si perusahaan premium call mungkin dapat 5400 rupiah, dan citilink dapat 3600 rupiah.  Pantesan airline BUMN pada tiarap berhadapan dengan airline swasta, karena untuk bicara dengan call centre harus bayar mahal!

Belum setelah menghubungi call centre, anda diajak berputar-putar melalui sistim voice mailnya, sehingga pulsa anda terus terkuras!

Kami setuju usaha DPR agar perusahaan semacam demikian DILARANG.  ini betul-betul penghisap pulsa rakyat.

SAY NO TO PREMIUM NUMBER!

Ada yang bilang (tapi saya tidak tahu bagaimana mengverikasi), DPR tidak mungkin mau melarang premium call, karena ada setoran untuk dana partai, apa iya? mohon yang ngerti memberi penjelasan.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Saat Warga Kupang Anti-McDonald …

Yusran Darmawan | | 29 August 2014 | 06:43

Pak Jokowi, Saya Setuju Cabut Subsidi BBM …

Amy Lubizz | | 28 August 2014 | 23:37

Jatah Kursi Parlemen untuk Jurnalis Senior …

Hendrik Riyanto | | 29 August 2014 | 04:36

Jangan Mengira “Lucy” sebagai Film …

Andre Jayaprana | | 28 August 2014 | 22:59

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Cara Unik Jokowi Cabut Subsidi BBM, …

Rizal Amri | 2 jam lalu

Gaduhnya Boarding Kereta Api …

Akhmad Sujadi | 4 jam lalu

Jokowi “Membela” Rakyat Kecil …

Melvin Hade | 5 jam lalu

Ketua Gerindra, M Taufik Pasang Photo …

Frans Az | 10 jam lalu

Mafia Migas dibalik Isyu BBM …

Hendra Budiman | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Tempat Jajan Enak, OISHII …

Marisa Prasetya | 8 jam lalu

Rahasia Sukses Tionghoa Siantar! …

Saut Donatus | 8 jam lalu

Menumbuhkan Minat Baca, Cara Saya …

Masluh Jamil | 8 jam lalu

Perpustakaan “Ter” di Dunia …

Perpustakaan Kement... | 8 jam lalu

“Badan Penghubung Provinsi Riau di …

Achmaddin Addin | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: