Artikel

Regional

Iqbal Tawakal

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

masih perlu banyak belajar, perlu banyak baca. perlu nerima ribuan kritikan dan ribuan kegagalan. tak ada yang lebih sulit ketimbang harus bikin sebuah tulisan. tapi dengan tulisan, semua bisa berubah. Simply BELIEVE.

Pengendara Sepeda Motor [Lagi]


REP | 23 February 2012 | 16:45 Dibaca: 224   Komentar: 2   Nihil

Terkait dengan postingan saya sebelumnya yang membahas tentang berbagai kekonyolan di jalan raya, saya merasa tergugah untuk membahas para pengemudi sepeda motor. Tentu kita sering melihat banyak sekali orang yang konvoi di jalanan dengan motor-motor besarnya. Dengan mesin yang menderu-deru. Seorang leader rombongan membawa bendera yang berkibar dengan gagahnya diterpa angin. Konvoi seperti ini tentu sudah sering kita lihat. Hati senang melihatnya. Berbeda halnya dengan gerombolah motor yang memadati jalan-jalan besar di kota.

Pemandangan ini tentu sudah sering juga kita lihat. Bagitu banyak sekali pengendara sepeda motor di Indonesia. Bayangkan saja, satu rumah kurang lebih bisa memiliki 2 motor atau lebih. Tentu jumlah motor yang turun ke jalan merupakan jumlah yang fantastis. Memang mengasyikkan memakai sepeda motor untuk berkendara. Alasan orang memilih menggunakan sepeda motor adalah terutama karena efisisensinya dan tentu terbebas dari macet.

Tapi apa yang terjadi ? nyatanya banyaknya pengguna sepeda motor juga memperkeruh kondisi di lalu lintas. Bukan hanya menambah kemaceta tapi juga menambah resiko kecelakaan dan ketidakteraturan penggunaan jalan. Bodi motor yang ramping sering disalahgunakan oleh banyak orang dengan menggunakan tempat yang tidak semestinya. Akibatnya seringkali terjadi kecelakaan yang tidak hanya merugikan si pengendara tapi juga orang lain. Hak-hak pejalan kaki pun sering direnggut karena para pengendara kerap menggunakan bahu jalan untuk menghindari kemacetan. Jika sudah begini, pejalan kaki mau jalan di mana ? tidak hanya itu, hal ini terjadi karena sebenarnya hak sepeda motor juga telah direnggut oleh para pengguna kendaraan roda 4. Berbagai jalur yang disediakan untuk para pengendara motor seenaknya digunakan oleh kendaraan lain yang tidak pada tempatnya.

Terkait dengan kecelakaan juga motor merupakan moda yang berperan penting dalam menyumbang angka kecelakaan. Tingginya angka kecelakaan sering dikarenakan ulah beberapa orang yang terobsesi menjadi pembalap tapi tidak kesampaian. Etika berkendara yang baik pun disingkirkan. Demi cepatnya sampai ke tujuan tanpa memedulikan keselamtan. Seperti yang saya tulis sebelumnya tentang pemakaian helm dan berkirim-kirim pesan dari hp sambil mengendarai motor. Ini sungguh sangat konyol sekali.

Dewasa ini sepeda motor sangat mudah didapatkan. Mulai dari kalangan atas sampai kalangan bawah berpotensi memiliki kendaraan ini. Kredit angsuran yang disediakan oleh banyak perusahaan kredit mempermudah seseorang dalam mengonsumsi dan menggunakan moda transportasi ini. Ada istilah, sepeda motor sekarang dijual persis seperti kacang rebus. Iklan begitu gencar dipublikasikan di mana-mana tentang macam-macam produk baru pabrikan. Dan konsumen pun luar biasa banyaknya yang berminat. Tidak heran kalau motor begitu luar biasa banyaknya di jalan raya.

Alasan lain seseorang memilih menggunakan motor adalah karena motor itu lebih aman dan lebih nyaman. Inilah yang menjadikan motor banyak sekali peminatnya. Pemerintah juga seperti tidak bisa berbuat banyak menanggapi hal ini. Pajak pemasukan dari pajak sepeda motor bisa diperkirakan banyaknya, tetapi pemerintah seakan tidak bisa menyelesaikan persoalan yang terjadi di jalanan. Terkait banyaknya kecelakaan dan kemacetan yang semakin menjadi-jadi. Hal ini bisa terjadi karena sampai saat ini belum ada kendaraan umum yang secara maksimal memberikan pelayanan penuh kepada penumpang. Banyak dari penumpang yang merasa keselamatannya terancam dan tidak nyaman untuk menggunakan transportasi umum. Oleh sebab itu banyak yang lebih memilih menggunakan sepeda motor.

Bukannya malah menyelesaikan masalah tapi menambah panjang deretan persoalan yang harus diselesaikan. Volume kendaraan makin hari makin banyak di jalanan. Kemacetan dan kecelakaan terus terjadi. Bagaimana menurut Anda seharusnya ?. selesaikan persoalan dari hal yang paling kecil pada diri sendiri dengan percaya pada prosedur dan sistem. Menggunakan helm dan sebisa mungkin tertib ketika berkendara. Itu bisa menjadi langkah konkrit yang bisa dilakukan. Dan untuk aparat dan pemerintah bisa melakukan hal lain seperti bertindak tegas pada aturan yang telah dibuat dan memperbaiki pelayanan publik terhadap penumpang. Dengan memberikan rasa aman dan nyaman saat bepergian menggunakan transportasi publik. Terkait dengan kemacetan, bagaimana menurut Anda ?

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: