Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Lulik Awan Triantoro Aloysius

sekarang mengajar di Sd tarakanita gading serpong

Tunjangan Sertifikasi Guru Agama Katolik Banten 2011 Hangus

REP | 01 March 2012 | 16:08 Dibaca: 496   Komentar: 3   0

TUNJANGAN PROFESI GURU AGAMA “HANGUS” KARENA PERATURAN MENKEU

Tangerang. Tunjangan profesi guru yang telah bersertifikasi “hangus” karena terganjal Peraturan Menteri  Keuangan.

Pada pertemuan  dalam rangka penjelasan mengenai tunjangan sertifikasi kepada para guru agama Katolik Kementerian Agama  Kanwil Provinsi Banten hadir Pembinas Katolik,Bp.Stanislaus  Lewotoby dan mewakili Kakanwil Provinsi Banten Bp.Subhi,Kasubbid Keuangan Kanwil Banten (Minggu,4 /12/2011) menjelaskan bahwa  peserta sertifikasi yang lulus tahun 2009 dan 2010 tunjangan sertifikasi mereka tidak bisa cair karena mereka baru mendapat NRG (Nomor Registrasi Guru) baru bulan November 2011. Maka mereka hanya berhak menerima tunjangan sertifikasi guru terhitung mulai Januari 2012 dan tanpa rapel.

Ketika dikonfirmasi lewat telepon (Senin,5/12/2011) Bp.Subhi mengatakan bahwa tunjangan sertifikasi guru agama yang seharusnya diterima dari Januari 2011 hingga Desember 2011 hangus. Tetapi Kanwil Banten masih berusaha mengirim surat ke pusat untuk memohon supaya tunjangan itu tidak hangus demi pertimbangan kemanusiaan. Tetapi masalahnya kapan surat  itu dikirim dan kapan para guru mengetahui hasilnya ,tidak jelas. Bahkan sampai sekarang pun tidak ada beritanya.

Tunjangan Januari hingga Desember 2011 tidak bisa dicairkan dan hangus karena adanya hambatan peraturan menteri keuangan.Berdasar Keputusan Menteri Keuangan No.164/PMK.05/2010 Psl.9 ayat 1, berbunyi: Tunjangan Profesi Guru diberikan terhitung mulai bulan Januari berikutnya setelah yang bersangkutan mendapat NRG dari Kementerian Pendidikan Nasional.

Masalahnya, siapa yang bertanggungjawab mengusulkan guru agama untuk mendapatkan NRG? Mengapa peserta yang lulus sertifikasi 2009 dan 2010 baru mendapatkan NRG di tahun 2011. Siapa yang salah? Sementara guru tidak pernah tahu bagaimana proses mendapatkan NRG. Tetapi akhirnya yang menjadi korban guru juga.

Berdasarkan Keputusan Menteri Agama No.73 th.2011 pada hal.2 dan 3 pada bagian persyaratan point 2, berbunyi: bahwa pelaksanaan pembayaran Tunjangan Profesi Guru/Pengawas dalam Binaan Kementerian agama diberikan kepada Guru yang memiliki Nomor Registraasi Guru (NRG).

Kalau menurut  surat Kemenag seharusnya begitu guru lulus sertifikasi dan mendapat NRG  tunjangan yang menjadi hak guru diberikan. Masalahnya di Banten setelah guru mendapatkan NRG tunjangan sertifikasi itu tidak bisa dicairkan bahkan dikatakan hangus karena terganjal dengan Kepermenkeu tersebut.

Sebenarnya semua keputusan menteri itu kan berlaku nasional. Mengapa setiap daerah mempunyai persepsi yang berbeda terhadap keputusan tersebut. Di Banten tidak bisa cair dan dikatakan hangus, sementara di wilayah lain kebanyakan bisa dicairkan. Tentu saja para guru agama Katolik Banten berharap pemerintah khususnya Provinsi Banten memperhatikan nasib mereka.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Real Madrid 1 – 0 Bayern Muenchen …

Arnold Adoe | | 24 April 2014 | 04:37

Pojok Ngoprek: Tablet Sebagai Pengganti Head …

Casmogo | | 24 April 2014 | 04:31

Rp 8,6 Milyar Menuju Senayan. Untuk Menjadi …

Pecel Tempe | | 24 April 2014 | 03:28

Virus ‘Vote for The Worst’ Akankah …

Benny Rhamdani | | 24 April 2014 | 09:18

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 3 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 4 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 4 jam lalu

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 8 jam lalu

Hapus Bahasa Indonesia, JIS Benar-benar …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: