Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Putri Chandra Hapsari

Mahasiswi Ilmu Komunikasi'10 Universitas Airlangga,Surabaya

Duta Anti Narkoba Surabaya 2012 Siap Jalankan Program Kerja

HL | 29 June 2012 | 04:46 Dibaca: 683   Komentar: 4   1

13409018701752556658

Pemenang Duta Anti Narkoba Surabaya 2012

Mahasiswi FISIP Unair, Gita Gowinda Avia Feiz berhasil mengukir prestasi di ajang Pemilihan Duta Anti Narkoba Surabaya (DANS) 2012. Gita, berhasil meraih juara pertama dan mendapat gelar sebagai Duta Anti Narkoba Surabaya 2012. Termotivasi dari pengalaman pribadinya, Gita mendaftarkan diri dalam acara tersebut. ”Motivasi aku sendiri, karena ada sih om-ku yang kena narkoba dan akhirnya dia meninggal” Kata Mahasiswi semester empat Ilmu Komunikasi ini.

Setelah melewati proses seleksi yang cukup panjang dan melibatkan 300 peserta se-Jawa Timur, akhirnya DPC Gerakan Anti Narkoba (Granat) Surabaya memilih 20 finalis yang maju ke babak grand final yang diadakan pada hari ini Minggu (17/06)  di atrium Sunshine BG Junction Surabaya.

Penyiar Radio EBS FM ini juga bercerita mengenai pengalaman-pengalamanya selama proses seleksi. Gita harus melewati tes tulis, FGD (Fokus Group Discussion), interview dan presentasi tentang Penyalahgunaan Barang Bukti Narkoba. Dan setelah terpilih menjadi salah satu dari 20 finalis, ia mendapat pembekalan karantina selama dua hari di Universitas Bhayangkara.

Selanjutnya ke-20 finalis wajib menjawab semua pertanyaan dari para juri yang terdiri dari Kasat Narkoba Polrestabes, Kompol Suprayitno, dokter psikiatri dari RSUD dr Soetomo, dr. Soecipto, anggota dewan dari DPRD kodya Surabaya, Mahmud, Wira Lina dari Parfi dan dua praktisi dari media cetak dan televisi.

Setelah berhasil menjawab semua pertanyaan, Presenter Pojok 7 ini berhasil meraih juara pertama. Program-program kedepannya, DANS akan meberikan penyuluhan-penyuluhan di Sekolah, Kampus, dan tempat-tempat lainnya. Selain itu, juga mengadakan buka bersama, berkunjung ke ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) dan panti rehabilitasi.

Mengenai harapan kedepannya, para pengguna dan pengedar Narkoba di Indonesia semakin berkurang, “tentunya semoga aja, khususnya Surabaya atau Indonesia bebas dari yang namanya Narkoba” Jelas Gita.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kejanggalan Hasil Laboratorium Klinik …

Wahyu Triasmara | | 19 September 2014 | 12:58

“Kita Nikah Yuk” Ternyata …

Samandayu | | 19 September 2014 | 08:02

Masa sih Pak Jokowi Rapat Kementrian Rp 18 T …

Ilyani Sudardjat | | 19 September 2014 | 12:41

Seram tapi Keren, Makam Belanda di Kebun …

Mawan Sidarta | | 19 September 2014 | 11:04

Dicari: “Host” untuk …

Kompasiana | | 12 September 2014 | 16:01


TRENDING ARTICLES

Wajar, Walau Menang Atas Malaysia, Peringkat …

Achmad Suwefi | 7 jam lalu

Memilih: “Kursi yang Enak atau Paling …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Ahok Rugi Tinggalkan Gerindra! …

Mike Reyssent | 10 jam lalu

Ahok Siap Mundur dari DKI …

Axtea 99 | 15 jam lalu

Surat untuk Gita Gutawa …

Sujanarko | 18 jam lalu


HIGHLIGHT

Lemahnya Sinergi BUMN Kita …

Yudhi Hertanto | 7 jam lalu

4 Hewan Paling Top Dalam Perpolitikan …

Hts S. | 8 jam lalu

Bantu Pertamina, Kenali Elpijimu, Pilih yang …

Vinny Ardita | 8 jam lalu

More than Satan Word …

Bowo Bagus | 9 jam lalu

Mencoba Rasa Makanan yang Berbeda, Coba Ini …

Ryu Kiseki | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: