Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Arif Rahman Hakim

Hobi membaca dan menulis. Bekerja di Jakarta dan berdomisili di Bekasi, Jawa Barat.

PLTU Suralaya Pasok Listrik untuk Pengembangan Industri di Cilegon dan Sekitarnya

REP | 30 July 2012 | 14:46 Dibaca: 1607   Komentar: 0   0

Listrik berperanan penting dalam menggerakkan perekonomian nasional. Mengingat kebutuhan listrik sangat strategis, PT PLN membangun 35 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang merupakan proyek percepatan pembangunan pembangkit tenaga listrik 10.000 Megawatt (MW) Tahap 1. Proyek ini dalam upaya menunjang penghematan dan pengembangan energi untuk pembangkit tenaga listrik ke non bahan bakar minyak (BBM) dengan memanfaatkan batubara yang cadangannya tersedia melimpah di tanah air.

Salah satu PLTU yang telah dibangun dan dioperasikan pada tanggal 28 Desember 2011 adalah PLTU Suralaya yang berlokasi di Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Provinsi Banten. PLTU Suralaya yang berkapasitas 625 MW dibangun dengan nilai investasi sebesar Rp 4,08 triliun dan memperkuat sistem kelistrikan Jawa-Bali menjadi 24.000 MW, sementara beban puncak 19.700 MW, sehingga surplus 4.300 MW.

PLTU Suralaya menggunakan batubara dengan kebutuhan batubara 3 juta ton/tahun atau setara dengan 1,2 miliar liter BBM/tahun. Dengan menggunakan batubara PLTU Suralaya menghemat Rp 7,5 triliun/tahun dibandingkan dengan menggunakan BBM. Efisiensi biaya operasi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang menggunakan BBM dengan PLTU untuk kapasitas yang sama (625 MW) adalah sebesar 7 berbanding 1 atau biaya operasi PLTU hanya sebesar 14% dari biaya operasi PLTD.

Pembangunan PLTU Suralaya menyerap tenaga kerja sebanyak 2.237 orang, yang terdiri dari 70% putra daerah dan 30% tenaga dari luar Cilegon.

Beroperasinya PLTU Suralaya berdampak positif terhadap pengembangan industri di Cilegon dan sekitarnya. Saat ini jumlah total pelanggan PLN Cabang Banten Utara di Kota Cilegon sebanyak 111.436 pelanggan. Target pelanggan baru PLN di Kota Cilegon tahun 2012 sebanyak 6.500 pelanggan. Sedangkan sebelumnya pada tahun 2011 jumlah pelanggan baru berjumlah 5.841 pelanggan.

Salah satu perusahaan besar yang telah memesan listrik 165 MW adalah pabrik baja PT Krakatau Posco di Cilegon. PT Krakatau Posco merupakan perusahaan kerja sama PT Krakatau Steel dan perusahaan Korea Selatan. Skema kepemilikan saham PT Krakatau Steel saat ini adalah sebesar 30% yang dapat ditingkatkan menjadi 45% pada 2015. Pembangunan pabrik tahap I dengan nilai proyek Rp 26,4 triliun telah dimulai pada 2011 dan ditargetkan rampung pada akhir 2013. Produksi yang akan dihasilkan adalah slab sebanyak 1,5 juta ton/tahun dan pelat baja sebanyak 1,5 juta ton/tahun. Pada tahap II akan dilakukan penambahan kapasitas produksi sebesar 3,0 juta ton dengan nilai proyek sebesar Rp 32 triliun, sehingga total kapasitas akan menjadi 6,0 juta ton baja cair.

Berdasarkan kajian LPEM-UI Tahun 2009, dampak ekonomi dari pembangunan pabrik baja terpadu PT Krakatau Posco ini untuk akumulasi tahun 2010-2036 adalah memberikan output ekonomi senilai Rp 959 triliun kepada Kota Cilegon, Rp. 1.106 triliunĀ  kepada Provinsi Banten, dan Rp. 1.517 triliun untuk nasional. Kemudian, PDB (gross value added) menyumbangkan Rp. 318 triliun kepada Kota Cilegon, Rp. 346 triliun kepada Provinsi Banten, dan Rp. 497 triliun untuk nasional. Serta memberikan pendapatan rumah tangga senilai Rp. 102 triliun kepada Kota Cilegon, Rp. 109 triliun kepada Provinsi Banten, dan Rp. 157 triliun untuk nasional. Selain itu memberikan sumbangan tenaga kerja (orang/tahun) sebanyak 54.000 bagi Kota Cilegon, 88.000 bagi Provinsi Banten, dan 124.000 bagi nasional.

Pembangunan pabrik ini telah dimulai tahun 2011 yaitu tahap I dengan nilai proyek Rp 26,4 triliun dan ditargetkan rampung pada akhir 2013. Produksi yang akan dihasilkan adalah slab sebanyak 1,5 juta ton/tahun dan pelat baja sebanyak 1,5 juta ton/tahun. Pada tahap II akan dilakukan penambahan kapasitas produksi sebesar 3,0 juta ton dengan nilai proyek sebesar Rp. 32 triliun, sehingga total kapasitas akan menjadi 6,0 juta ton baja cair.

Dalam kunjungan kerja di Cilegon, 28-29 Februari 2012, Presiden SBY mengatakan pembangunan PT Krakatau Posco adalah faktor penting dalam menunjang akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam 15 tahun ke depan. Presiden menjelaskan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) membutuhkan ekspansi dalam sektor industri manufaktur, yang akan meningkatkan kebutuhan baja di Indonesia. MP3EI diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 6,5 % pada 2011 menjadi 7%-8% setiap tahun dalam 15 tahun ke depan.

“Apa yang dilaksanakan PT Krakatau Steel Tbk bersama Posco adalah investasi jangka panjang, jalan bagi Indonesia menjadi negara industri yang tangguh,” ujar Presiden. Melalui pembangunan pabrik tersebut, Presiden mengharapkan industri baja di Tanah Air bisa meningkatkan daya saing, kapasitas produksi, produktivitas dan efisiensi menuju industri kelas dunia.

Sejak Januari 2012 tenaga kerja konstruksi di PT Krakatau Posco yang terserap sebanyak 1.930 orang per hari, terdiri dari 1.162 orang dari Cilegon, 68 dari wilayah Banten, dan 682 dari luar Banten. Dari jumlah tenaga kerja tersebut PT Krakatau Posco memprioritaskan 70% lulusan SMA yang berasal dari Cilegon dan wilayah Banten.

Pembangunan PT Krakatau Posco mendapat sambutan hangat dari warga Cilegon karena menciptakan lapangan kerja bagi mereka. Heru Purnama, salah seorang putra daerah, bersyukur karena direkrut di pabrik itu. Melalui proses seleksi pada Januari 2012 pemuda yang lulusan SMA dan berdomisili di Kelurahan Gobangsari, Kecamatan Ciwandan, ini ditampung bekerja di bagian penghimpunan data. “Saya senang sekali dapat bekerja di pabrik baja ini dan bergaji Rp 1,9 juta. Sebelumnya saya menganggur,” kata Heru yang lulus SMA tahun 2010. Dia berharap PT Krakatau Posco akan semakin banyak merekrut putra daerah.

Putra Cilegon lainnya yang bekerja di PT Krakatau Posco adalah Afrizal Maulana. Lulusan SMK tahun 2009 ini sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan jasa, lalu karena ingin mengubah nasib menjadi lebih baik ia melamar ke PT Krakatau Posco dan diterima pada Desember 2011. “Gaji saya di PT Krakatau Posco Rp 2 juta, sedangkan di tempat kerja sebelumnya Rp 1,5 juta,” kata Afrizal yang ditempatkan di bagian penghimpunan data. (*).

Penulis adalah Pembantu Asisten Staf Khusus Presiden RI Bidang Komunikasi Sosial

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Jokowi, Berhentilah Bersandiwara! …

Bang Pilot | 10 jam lalu

Menerka Langkah Politik Hatta …

Arnold Adoe | 12 jam lalu

Anies Baswedan Sangat Pantas Menjadi …

S. Suharto | 12 jam lalu

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: