Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Indratno Eprilianto

Meraih masa depan dengan tindakan nyata. Semoga bermanfaat

Pusat Diminta Turun Tangan Atasi Limbah Pati Aren

REP | 24 August 2012 | 23:39 Dibaca: 194   Komentar: 0   0

Klaten – Warga Dukuh Margoluwih, Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten mendesak pemerintah pusat turun tangan menyelesaikan persoalan limbah pati aren (onggok) di desa setempat.

“Limbah pati aren itu merupakan sisa produksi mie soun dari industri rumah tangga milik warga. Ada dua jenis limbah yang dikeluaran, yakni limbah padat dan cair,” ujar Suradi (50) warga Margoluwih, Desa Daleman, Kamis (23/8).

Suradi menuturkan, akibat tidak adanya tempat pembuangan maka limbah tersebut dibuang disembarang tempat, misalnya di pelataran kosong dan sungai. Akibatnya limbah itu menumpuk dan mengganggu lingkungan.

“Kondisi ini sudah berpuluh-puluh tahun sehingga limbah menjadi menggunung dibeberapa tempat,” tuturnya.

Hadi (53) warga lainnya menambahan, kekhawatiran muncul setiap musim penghujan tiba. Dimana limbah yang sudah menggunung dipinggiran sungai akan menyumbat arus sungai.

“Kami khawatir setiap hujan deras tiba terjadi banjir. Hal itu lantaran aliran air yang tidak lancar karena tersumbat limbah padat. Sementara untuk limbah cair mencemari air sumur,” ujar Hadi.

Hadi menjelaskan, sebenarnya kawasan indutri rumah tangga ini pernah dijadikan sebagai pilot project pemberdayaan limbah industri sebagai bahan dasar pembuatan biobriket. Namun uji coba tersebut belum juga berhasil.

“Untuk mengurangi volume limbah padat yang setiap hari menumpuk, kini warga memanfaatkan limbah aren itu sebagai pakan ternak sapi. Namun hal itu tidak begitu mempengaruhi volume,” ujarnya.

Kepala Desa Daleman, Bahtiar Joko Widagdo mengatakan, ada ratusan industri rumah tangga di desanya yang merupakan produsen mie soun. Mereka tersebar di beberapa dukuh seperti Dukuh Margoluwih dan Bendo.

“Setiap harinya industri rumah tangga ini menghasilkan limbah sekitar 60 ton yang terdiri dari limbah padat dan cair. Minimnya lokasi pembuangan membuat limbah dibuang disembarang tempat,” ujarnya.

Bahtiar menjelaskan, penanganan soal limbah sebenarnya sudah berkali-kali dilakukan baik dari pemerintah, lembaga pendidikan hingga swasta. Namun hingga saat ini belum membuahkan hasil maksimal.

“Kami berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat turun tangan untuk membantu menangani limbah pati aren tersebut. Mengingat  industri rumah tangga pembuatan mie soun sudah menjadi usaha warga turun temurun,” imbuhnya.

Sumber: http://www.timlo.net/baca/36416/pusat-diminta-turun-tangan-atasi-limbah-pati-aren/

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bergembira Bersama Anak-anak Suku Bajo …

Akhmad Sujadi | | 17 September 2014 | 05:23

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48

Jokowi Menghapus Kemenag atau Mengubah …

Ilyani Sudardjat | | 17 September 2014 | 13:53

Menempatkan Sagu Tidak Hanya sebagai Makanan …

Evha Uaga | | 16 September 2014 | 19:53

5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam …

Hendra Makgawinata | | 17 September 2014 | 19:50


TRENDING ARTICLES

Ternyata Gak Gampang Ya, Pak Jokowi …

Heno Bharata | 13 jam lalu

Bangganya Pakai Sandal Jepit Seharga 239 …

Jonatan Sara | 14 jam lalu

Invasi Tahu Gejrot …

Teberatu | 15 jam lalu

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 17 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Hujan Gol Warnai Kemenangan AS Roma dan …

Febrialdi | 7 jam lalu

“Tarian” Ahok dengan Derek …

Bhayu Parhendrojati | 8 jam lalu

Kita dan Lingkungan Hidup …

Alfarizi | 8 jam lalu

Gara-gara Anak Mencuri,Suami-Istri Dipecat …

Andi Akhmad Yusuf | 8 jam lalu

Memahami Cara Kerja Jurnalis …

Sugiyanto Hadi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: