Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Dedi Kurnia Syah | Azra

Analis Demokrasi dan Media Politik. Pengajar Ilmu Komunikasi dan Studi Media, Universitas Telkom - Bandung. ph. selengkapnya

Manipulasi Label Halal Produk Tao Kae Noi Beredar di 7 Eleven

HL | 13 September 2012 | 22:42 Dibaca: 21717   Komentar: 45   10

13475406521355624312

Label halal yang ditutup lakban silver. Sumber: dokumentasi pribadi

Siapa yang tak kenal rumah jajan 7 Eleven, hampir di pojok-pojok ibukota berdiri bangunan kaca dengan lampu kombinasi hijau merah putih mencolok. Berjajar kursi dan meja, remaja bergrombol, kaum tua pun turut serta, khas kehidupan pop sembari menikmati sajian. Mungkin tidak banyak yang tahu, atau justru saya yang terlambat tahu, bahwa ada produk makanan yang dijajakan oleh 7 Eleven berlabel halal yang telah dimanipulasi.

Pada Rabu malam (12/9), saya bersama teman-teman jurnalis menyempatkan bertemu usai pulang kantor. Kami dari media yang berbeda, sehingga memerlukan waktu dan tempat strategis untuk dapat berkumpul. Seusai menikmati serunya pertempuran di belantara China dalam fiksi the Expendables 2. Kami meluncur menuju toko 7 Eleven di bilangan taman melawai Blok M.

Suasana sedang ramai, beberapa meja di luar toko penuh, berserakan sampah bekas kemasan senack, dan beberapa botol minuman alkohol turut berantakan di meja dan lantai. Sebenarnya ini bukan tempat baik untuk saya. Tapi apa boleh buat, negeri ini sudah tidak ada beda dengan negeri lainnya yang jauh di sana. Sama persis.

Saya mengambil beberapa minuman jeruk dan makanan ringan rumput laut, beberapa hari ini saya sedang menggemari makanan ringan buatan Thailand itu, apa pasal? Karena saya menonton film yang diadaptasi dari perjuangan pengusaha muda yang hari ini produknya telah menyebar di seluruh penjuru 7 Eleven, apalagi kalau bukan Tao Kae Noi Crispy Seaweed. Nama Tao Kae Noi sendiri berarti Pengusaha Muda.

Film the Billionare garapan Thailand, merupakan perjalanan awal makanan ringan rumput laut ini di produksi, pemuda yang masih duduk di bangku sekolah kehilangan konsentrasi belajar karena besarnya keinginan menjadi pengusaha, berbagai kegalalan telah ditemui, mulai dari berjualan DVD bajakan, kacang goreng, hingga jual beli senjata yang ia hasilkan dari mainan Game di Internet. Hingga akhirnya menemui rumput laut, berkompetisi dengan banyak pengusaha untuk dapat masuk ke toko 7 Eleven, dan dapat ditebak, ia berhasil. Sekarang, produknya sedang saya makan, gurih dan cepat sekali habis.

Obrolan tetap berlanjut, secara tidak sengaja saya melihat kemasan snack Thailand tersebut, tepatnya di bagian pojok kiri bawah, tertempel lakban kecil untuk menutupi sesuatu, saya mulai curiga, jangan-jangan ini produk kadaluarsa atau tidak layak konsumsi. Lebih jauh lagi, saya berimajinasi mungkin ini kode berhadiah. Dengan segera mencari koin, sayak gosok kemasan tersebut tetapi kuat sekali perekatnya.

Masih ada satu kemasan lain, yang memiliki tempelan yang sama, perlahan saya lepaskan sedikit demi sedikit, terlepaslah lakban tersebut, dan betapa kagetnya saya ketika di balik lakban itu tertera label HALAL. Dua kemasan telah habis saya makan, dan label halal di tutup, asumsinya ini produk mungkin HARAM. Untuk memastikan saya menemui kasir yang sedang berjaga, pertanyaan saya sederhana.

“Mas, mau tanya, kenapa label halal nya ditutup”

“Tidak tahu pak, itu dari sananya”

“Dari sana mana?”

“Dari distributor”

Dalam hati saya, yang telah saya makan pastilah halal, karena saya tidak tahu.

Tulisan ini saya buat untuk sahabat, yang memiliki putra-putri penggemar snack Tao Kae Noi untuk berhati-hati, bisa saja 7 Eleven benar, ia menutup label halal karena label itu palsu atau memang produknya haram. Artinya, 7 Eleven telah membiarkan produk dengan manipulasi label hahal itu terjual. Di sisi lain, saat pelanggan muslim ingin membeli produk tersebut, tetapi karena tidak melihat label halal, maka ia batal membeli. Bukankah ini merugikan?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Inilah 5 Butir Penting Putusan MK atas …

Rullysyah | | 21 August 2014 | 17:49

MK Nilai Alat Bukti dari Kotak Suara …

Politik14 | | 21 August 2014 | 15:12

Penulis Fiksiana Community Persembahkan …

Benny Rhamdani | | 21 August 2014 | 11:53

Meriahnya Kirab Seni Pembukaan @FKY26 …

Arif L Hakim | | 21 August 2014 | 11:20

Haruskah Semua Pihak Menerima Putusan MK? …

Kompasiana | | 21 August 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Dahlan Iskan, “Minggir Dulu Mas, Ada …

Ina Purmini | 3 jam lalu

Pelajaran dari Sengketa di MK …

Jusman Dalle | 9 jam lalu

WC Umum Tak Kalah Penting dengan Dapur Umum …

Prabu Bolodowo | 9 jam lalu

Hebat, Indonesia Paling Menjanjikan Sedunia! …

Firdaus Hidayat | 11 jam lalu

Jangan Sembarangan Pelihara Ayam di Amerika …

Usi Saba Kota | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: