Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Sam Sianata

Salam sejahtera,Saya wiraswasta bidang kuliner,namun saya juga seorang aktivis yang berkesenian,saya senang bergabung dengan kompasiana selengkapnya

Krisis Ekonomi Dunia Lebih Dahsyat

OPINI | 18 September 2012 | 13:27 Dibaca: 298   Komentar: 0   0

Krisis ekonomi yang akan melanda dunia diperkirakan jauh lebih dahsyat dibanding dengan krisis ekonomi yang lalu,krisis ekonomi kali ini akan dipicu oleh naiknya harga bahan pangan di seluruh dunia akibat dari gagal panen yang dialami oleh  negara -negara penghasil bahan makanan,sebagai dampak  perubahan iklim yang merusak pola tanam.

Kenaikan harga bahan pangan akan memicu inflasi sehingga terjadi  krisis ekonomi  dikuatirkan krisis kali ini yang dipicu oleh menipisnya stok bahan makanan dunia,tidak saja menjadi krisis ekonomi namun dapat merambat menjadi krisis politik hal ini tentunya harus diantisipasi oleh para pemimpin dunia agar dapat diminimalisasi dampaknya.

Wahyu Illahi telah memperingatkan manusia penghuni planet bumi  ini,dalam Bible,Wahyu 6:6 jelas ditulis “secupak gandum sedinar,tigacupak jelai sedinar”  artinya satu jumput gandum harganya satu dinar,tiga jumput jelai (bulir gandum dan tangkainya) harganya satu dinar,hal itu menunjukkan betapa mahalnya harga bahan makanan.

Saat ini di beberapa negara telah terjadi gagal panen,America gagal panen jagung dan kedelai,Serbia gagal panen jagung,padahal jagung dan kedelai merupakan bahan pangan strategis baik untuk menusia ataupun ternak,dikuatirkan gagal panen akan melanda negara-negara penghasil bahan pangan jika perubahan iklim tidak segera dapat diantisipasi…mengerikan bukan dampaknya..?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sepotong Senja di Masjid Suleeyman yang …

Rumahkayu | | 19 April 2014 | 10:05

Pengakuan Mantan Murid JIS: Beberapa Guru …

Ilyani Sudardjat | | 19 April 2014 | 20:37

Kompas adalah Penunjuk Arah, Bukan Komando …

Dita Widodo | | 19 April 2014 | 21:41

Kakak-Adik Sering Bertengkar, Bagaimana …

Lasmita | | 19 April 2014 | 22:46

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: