Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Doni Mubarok Ramdani

Mahasiswa UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA Angkatan tahun 2011

Rencana Perubahan Nama Taman Raflesia Menjadi Taman Galuh Priangan

REP | 26 September 2012 | 02:44 Dibaca: 299   Komentar: 0   0

Taman Raflesia merupakan icon alun-alun kota Ciamis, yang mana sejak dulu sampai saat ini warga tentunya sangat mengenal dengan nama taman raflesia bahkan pula sering mengunjunginya taman raflesia yang  bertempat di pusat kota ciamis lebih tepatnya di tengah alun-alun. Nama taman raflesia tersebut asal-usulnya di ambil dari bunga raflesia, bunga raflesia ini juga hanya terletak dan hanya ada di bagian ciamis timur yaitu Pangandaran. Maka dari itu langkanya bunga ini digunakanlah sebagai nama icon taman yang berpusat di pusat alun-alun kota ciamis. Kemudian dengan seiring adanya Otonomi Daerah, yang mana pada kalanya sekarang, akan terjadinya perpecahan wilayah yakni Pangandaran yang akan memisahkan diri dari kota ciamis dengan keinginan membentuk kabupaten baru (kabupaten Pangandaran). Maka  dari itu nama taman raflesia yang sedari  sejak dulu telah kita kenal sebagai icon alun-alun kota ciamis akan sedikit terusik karena adanya otonomi Daerah tersebut. Dengan  demikian Bupati kota ciamis beserta jajarannya sedang mengusulkan untuk segera melakukan pergantian nama. Beliau juga sedikit memaparkan kalau pangandaran telah jadi membentuk wilayah sendiri tentunya nama taman raflesia tidak layak kembali untuk di pajang di alun-alun ciamis. Kemungkinan yang akan terjadi taman raflesia ini akan segera di ubah dan dig anti dengan nama baru taman Galuh Priangan. Perencanaan nama Galuh Priangan itu sendiri tentunya perubahan yang tepat, di karenakan ciamis adalah kota yang sejak dahulu di juluki kota Tatar Galuh Priangan. Dengan demikian halnya adanya pergantian nama taman raflesia menjadi Galuh priangan tidak membuat warga ciamis cemas ataupun khawatir, dengan perubahan nama tersebut tidak akan terlalu membawa dampak negative buat masyarakat. Meski para pengunjung ataupun warga sekitar tahu bahwa alun-alun ciamis di kenal dengan taman raflesianya, tetapi dengan pemikiran yang sudah matang dengan penggunaan nama baru taman galuh priangan tersebut, pusat alun-alun ciamis di prediksi akan tetap terus ramai di datangi pengunjung warga ciamis ataupun dari luar ciamis. Selain itu, masyarakat warga ciamis juga berharap seandainya perubahan nama bias terealisasikan semoga keberadaan alun-alun ciamis yang akan dating dengan nama icon baru tersebut di harapkan mampu menciptakan kota ciamis yang lebih indah dan juga jadi perhatian terutama pada kawasan pinggiran alun-alun kota ciamis sedikit mengatur kendaraannya yang di parker, supaya terlihat indah dan tertata rapih. Tempat yang memiliki areal luas sekitar 3000 kilometer ini para pengunjung akan disuguhi bermacam-macam kebutuhan cindramata khas kota ciamis. Seperti halnya para pedagang kaki lima yang selalu menghiasi pusat tengah-tengah alun-alun juga siap menghidangkan bermacam-macam kuliner khas ciamis (jawa Barat). Disini, para pengunjung pun bias merasakan hirupan udara segar dengan berjejernya pepohonan tertata rapih di setiap sudut alun-alun kota ciamis serta memiliki tempat ibadah Mesjid yang cukup besar. Dengan begitu para pengunjung akan selalu merasa betah bila singgah disini karena tersedia pula juga beberapa permainan yaitu, Andong Kambing, Sepeda pedal kreatif yang di khiasi warna-warni lampu. Dengan begitu juga di harapkan keberadaan nama baru (Taman Galuh Priangan) ini tetap bias menjadi salah satu tujuan singgahan bagi warga ciamisataupun luar ciamis. Dan mudah-mudahan juga kota ciamis ini tetap menjadi kota yang asri, dinamis, ramah tamah, nyaman, aman, sejahtera, beretika sopan santun yang tinggi, taqwa dan juga beriman kepada Tuhan YME. Amin Ya Roball Alamin.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pelajaran Akan Filosofi Hidup dari Pendakian …

Erik Febrian | | 18 April 2014 | 10:18

Memahami Penolakan Mahasiswa ITB atas …

Zulfikar Akbar | | 18 April 2014 | 06:43

Kalau Sudah Gini, Baru Mau Koalisi; …

Ali Mustahib Elyas | | 18 April 2014 | 11:32

Mulai Terkuak: Penulis Soal UN “Jokowi” …

Khoeri Abdul Muid | | 18 April 2014 | 11:32

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Bila Anak Dilecehkan, Cari Keadilan, …

Ifani | 7 jam lalu

Semen Padang Mengindikasikan Kemunduran ISL …

Binball Senior | 9 jam lalu

Senjakala Operator CDMA? …

Topik Irawan | 10 jam lalu

Tips Dari Bule Untuk Dapat Pacar Bule …

Cdt888 | 11 jam lalu

Seorang Ibu Memaafkan Pembunuh Putranya! …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: