Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Almisbah

saya memulai dengan niat tulus berkarya untuk bangsa dengan dedikasi yang tinggi demi menemukan sebuah selengkapnya

Workshop Manajemen Madrasah

REP | 22 October 2012 | 13:44 Dibaca: 270   Komentar: 2   0

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Wajo bekerja sama dengan Kelompok Kerja Madrasah (KKM) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Madrasah Aliyah (MA) Kab. Wajo mengadakan kegiatan Workshop Manajemen Madrasah. Kegiatan ini berlangsung di Pondok Pesantren Almubarak DDI Tobarakka Kecamatan Pitumpanua pada hari Selasa tanggal 9 Oktober 2012. Sekira 60 peserta mengikuti kegiatan ini, berasal dari 12 Madrasah Aliyah yang terdiri dari kepala madrasah dan guru, dan hadir pula beberapa pengawas tingkat dasar dan menengah. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menyegarkan kembali pemahaman peserta agar mereka mampu mengelola proses pendidikan di madrasah sesuai dengan kebutuhan dan konteks masa kini. Di samping itu kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam proses pembelajaran sehingga dapat mewujudkan kualitas pendidikan di madrasah, sebagaimana disampaikan oleh ketua panitia, ibu Dra. Hj. Salmiah, M.Si.

Kepala MA DDI Tobarakka, mewakili tuan rumah, mengucapkan terima kasih kepada MAN Wajo dan KKM-MA yang memilih MA DDI Tobarakka sebagai tuan rumah. Hal ini menjadi moment yang baik bagi tuan rumah untuk memperkenalkan Pondok Pesantren DDI Almubarak. Ada beberapa hal yang menjadi ciri khas di pondok ini, yaitu: 1) Setiap hari Selasa sampai Sabtu seluruh pembina dan santri wajib shalat dhuha; 2) Setiap hari wajib mengikuti shalat dhuhur berjamaah dilanjutkan dengan zikir; 3) Pakaian santri dibedakan dengan sekolah umum; 4) Diberlakukan pendidikan gratis untuk semua tingkatan; 5) Khusus MA, tidak menerima pindahan siswa dari sekolah lain dalam lingkup Kec. Pitumpanua.

MAN Wajo yang dinahkodai oleh Drs. H. Abd. Halil senantiasa meningkatkan kualitas pendidikan di MAN Wajo dan tidak lupa memperhatikan kegiatan-kegiatan MA swasta demi membentuk kemitraan dan menghindari kompetisi yang tidak sehat. Seperti pada kegiatan ini, MAN Wajo bekerja sama dengan KKM dan tempat pelaksanaannya di MA DDI Tobarakka. Kegiatan ini akan berlangsung dua tahap, tahap kedua nanti akan dilaksanakan di MAN Wajo.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh kepala kantor Kementerian Agama Kab. Wajo, Drs. H.M. Amin M., M.HI. Dalam sambutannya beliau memberikan dukungan dan apresiasi yang baik terhadap kegiatan workshop seperti ini, karena menurutnya, kegiatan ini dapat memberi nilai tambah bagi para peserta dalam mengemban tugasnya baik selaku kepala madrasah maupun guru. Para guru diharapkan untuk senantiasa mengembangkan diri demi menciptakan kegiatan pembelajaran yang berkualitas. Sehingga jika ada undangan untuk kegiatan-kegiatan seperti ini maka harus disambut dengan baik danjangan diabaikan begitu saja, bahkan kalau perlu pro-aktif walaupun tidak ada kegiatan workshop para guru senantiasa terus belajar. Proses pembelajaran yang telah dilakukan harus senantiasa dievaluasi untuk meningkatkannya pada proses selanjutnya. Beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada MAN Wajo dan KKM-MGMP MA Wajo yang telah memfasilitasi kegiatan ini.

Salah satu hal yang ditekankan oleh Bapak Ka. Kemenag Wajo adalah kedisiplinan waktu. Beliau mengharapkan supaya ada perubahan sikap disiplin dalam melaksanakan tugas, utamanya disiplin waktu. Kalau selama ini kita masih selalu menunda-nunda waktu dalam pelaksanaan kegiatan, maka mulai saat ini kita harus on-time untuk menjaga citra Kementerian Agama.

Dalam kegiatan ini peserta menerima tiga materi yang terkait dengan tugas mereka, yaitu Analisis SWOT dalam Manajemen Madrasah oleh bapak H. Muhammad Yunus, S.Ag., M.Ag. (Ka. Subag. TU Kementerian Agama Wajo), Beban Kerja Guru oleh bapak Drs. H. Dunia Alam, M.Si. (Kasi Mapendais Kementerian Agama Wajo), dan Proses Pembelajaran oleh bapak Drs. Laju, M.Si. (Pengawas tingkat menengah Kementerian Agama Wajo).

Dalam pemaparan materinya, bapak Kasubag TU yang didampingi oleh Mahyuddin Said, S.Ag., S.Pd.I, M.Pd.I. (Kepala MA Muhammadiyah Jauhpandang), menyampaikan pentingnya analisis SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, Threats) dalam manajemen madrasah. Madrasah akan memiliki citra yang baik jika seluruh stakeholder mampu menganalisis potensi dan peluang madrasah untuk dikembangkan serta menganalisis kelemahan dan ancaman yang perlu diperabaiki dan dicarikan solusi terbaik. Untuk mencapai nilai akreditasi yang baik maka mutlak harus melakukan Analisis SWOT ini. Tugas kepala madrasah memang berat tetapi jika dikelola dengan baik sesuai dengan fungsi-fungsi manajemen maka madrasah itu akan berkembang dengan baik.

Dalam pemaparan materi kedua oleh bapak Kasi Mapenda yang didampingi oleh Musbahaeri, S.Pd.I., M.Pd.I. (Kepala MA As’adiyah Atapange), lebih banyak diisi dengan tanya jawab seputar beban kerja guru kaitannya dengan tunjangan profesi bagi guru yang sudah tersertifikasi. Banyak hal yang menjadi problem para guru dalam melaksanakan tugasnya, namun pihak Mapenda berkomitmen untuk mencari jalan terbaik atas setiap permasalahan yang muncul. Para guru pun merasa tenang dan terlindungi dalam melaksanakan tugasnya. Salah satu hal yang ditekankan oleh bapak Kasi Mapenda adalah beban kerja yang cukup harus disertai dengan pencapaian target kurikulum.

Di materi terakhir oleh bapak pengawas tingkat menengah, didampingi oleh M. Haris, S.Pd. (Kepala MA As’adiyah Longka), pemateri lebih banyak menampaikan persoalan teknis pelaksanaan proses pembelajaran. Guru masa kini harus lebih kompeten sesuai dengan tuntutan profesi. Guru tidak bisa lagi mengajar asal-asalan, atau mengajar tanpa ada persiapan. Guru harus menguasai proses pembelajaran mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut. Proses itu menjadi siklus yang saling terkait satu sama lain. Kesuksesan pembelajaran akan ditentukan oleh pengelolaan pembelajaran yang baik. Keberhasilan guru juga sangat dipengaruhi oleh niat dan kemauan yang keras para guru untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Para peserta berharap agar kegiatan-kegiatan seperti ini dapat lebih ditingkatkan lagi, kalau perlu tidak hanya sekedar mendapatkan informasi dari narasumber tetapi sesama peserta bisa saling sharing agar kemampuan para guru bisa semakin meningkat pula.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Airin Menjawab Kritik Kinerja [HUT ke-6 Kota …

Gapey Sandy | | 26 November 2014 | 07:09

Situ Bungur dalam “CMORE” (HUT …

Agung Han | | 26 November 2014 | 07:13

Waduh! Denda 5000€ Untuk Rumah Bercat …

Gaganawati | | 26 November 2014 | 19:06

The Hunger Games-Reality Show? …

Iwan Permadi | | 26 November 2014 | 17:39

Tulis Aspirasi dan Inspirasi Aktif Bergerak …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22



HIGHLIGHT

Rayuan Pohon Beringin …

Robby Anugerah | 9 jam lalu

Dalam Sebuah Hubungan, Jangan Gantung …

Syaiha | 9 jam lalu

Saran yang Menyesatkan Dari Petugas Call …

Erwin Mulialim | 9 jam lalu

Pangdam VII/Wirabuana Bakal Bekali Wawasan …

Ilmaddin Husain | 9 jam lalu

Pemuda Sebagai Ide …

Muhammad Handar | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: