Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Febrialdi

saya bapak dari dua orang anak yang bekerja di QATAR DUTY FREE(QATAR AIRWAYS),saya bisa juga selengkapnya

Isu Pelecehan Membuat Lampung Selatan Bergolak

REP | 29 October 2012 | 19:29 Dibaca: 3046   Komentar: 0   1

BENTROK LAMPUNG Lampung (Antara Bali) - Ribuan massa gabungan dari Kecamatan Kalianda membawa senjata tajam saat menyerang Desa Sidoreno Kecamatan Waypanji, Lampung Selatan, Minggu (28/10). Bentrokan ini menewaskan tiga orang warga Kalianda dan empat lainnya luka-luka. FOTO ANTARA/Kristian Ali/nym/2012.

BENTROK LAMPUNG Lampung (Antara Bali) - Ribuan massa gabungan dari Kecamatan Kalianda membawa senjata tajam saat menyerang Desa Sidoreno Kecamatan Waypanji, Lampung Selatan, Minggu (28/10). Bentrokan ini menewaskan tiga orang warga Kalianda dan empat lainnya luka-luka. FOTO ANTARA/Kristian Ali/nym/2012.

Bentrokan massa terjadi antara desa Agom Kalianda dan sekitarnya dengan massa desa Balinuraga kecamatan Way Panji Lampung Selatan pada Minggu 28-10-2012.Akibat bentrokan ini tiga orang meninggal dunia.Korban adalah  Yahya, warga Way Urang, Marhadan, warga Gunung Terang dan Alwin, warga Tajimalela, Kalianda. Disamping tiga korban meninggal dunia, juga terdapat empat korban luka berat.

Terjadinya peristiwa  bentrok massal ini dipicu oleh isu yang berkembang adanya pelecehan yang dialami oleh dua orang remaja puteri yang berasal dari desa Agom.Dalam keterangannya Kapolres Lampung Selatan AKBP Tatar Nugroho, menjelaskan peristiwa ini berawal pada kejadian Sabtu 27-10-2012.Dua remaja puteri asal desa Agom yang sedang mengendarai sepeda motor terjatuh setelah di cegat oleh pemuda desa Balinuraga.

Permasalahan ini pada awalnya sudah bisa di atasi oleh kedua Kepala desa bersangkutan.Tapi kemudian berkembang isu pemuda Balinuraga melakukan pelecehan saat melakukan pertolongan terhadap kedua remaja puteri asal desa Agom saat jatuh dari motor.Isu beredar menyulut emosi massa yang berakibat  bentrokan massal.

Akibat isu ini pertikain tidak dapat dihindari dan ribuan massa dari desa Agom dan sekitarnya melakukan penyerangan ke desa Balinuraga.Tiga orang menjadi korban dalam peristiwa ini dan beberapa rumah rusak dan terbakar.Kapolres Lampung Selatan meminta ke dua massa yang bertikai agar bisa menahan diri,karena bentrokan ini tidak akan bisa menyelesaikan masalah dan malah semakin memperuncing masalah.

Ketua  Komisi Informasi Masyarakat Lampung  Juniardi mengatakan informasi yang menyesatkan sering menimbulkan menyulut perpecahan dan konflik dalam masyarakat.Masyarakat seharusnya tidak mudah mempercayai informasi menyesatkan.Disisi lain Juniardi berpendapat pejabat dan aparat sangat lemah dalam melakukan pembinaan terhadapa masyarakat.Pemerintah harus dapat melakukan upaya preventif didaerah yang potensial terjadi konflik.Hal ini bisa dilakukan dengan menggali kearifan penduduk lokal yang bisa menciptakan masyarakat yang punya budaya toleransi.

Kita berharap Pemerintah segera turun tangan dan mencari akar permasalahan yang sebenarnya terjadi terhadap bentrokan yang melibatkan warga penduduk desa Agom dan sekitarnya dengan penduduk desa Balinuraga yang pendatang.Bentrokan seperti warga penduduk asli dan pendatang seperti ini sudah sangat sering terjadi di tanah air.Penyelesaiannya tidak pernah benar-benar tuntas dan sewaktu-waktu bisa meletus lagi.Salam Kompasiana

Sumber

http://digital.jakarta.tribunnews.com/edition/2012/10/29/siang



 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kang Pepih, Hasan Tiro, dan Gerakan Literasi …

Risman Rachman | | 26 April 2015 | 21:16

Di Pantai Mertasari Banyak PSK …

Hadisang | | 26 April 2015 | 15:54

Gebyar Lomba Blog dan Hadiah di Bulan April …

Kompasiana | | 17 April 2015 | 12:34

Hari Minggu dan Surat dari Tuhan …

Andi Wi | | 26 April 2015 | 11:54

Ramaikan “Festival Pasar Rakyat” …

Kompasiana | | 15 April 2015 | 16:19


TRENDING ARTICLES

Edan! Tarian Bugil Jadi Pengiring Pemakaman …

Abd. Ghofar Al Amin | 6 jam lalu

Gagasan Tommy Soeharto Ditolak, Ini …

Mbah Mupeang | 7 jam lalu

Kabinet Jokowi: Siapa Saja yang di Resuffle? …

Imam Kodri | 7 jam lalu

Ketika Bung Karno Bilang:” …. …

Hendi Setiawan | 10 jam lalu

Selasa Malam 10 Gembong Narkoba Dieksekusi …

Bambang Setyawan | 20 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: