
Tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Hindu Indonesia. Seorang pemuda sederhana dan blak-blakan. Url ID www.kompasiana.com/mertamupu.co.id Contact : merta_mupu@yahoo.com website: www.mertamupu.blog.com Id Facebook: www.facebook.com/Hukum.Hindu
Dibaca:
3693
Komentar: 0
Nihil

Lampung terus bergolak, bentrok susulan antar-warga di Desa Balinuraga, Way Panji, Lampung Selatan, semakin bertambah. Seperti yng direlease di situs Polri, korban tewas berjumlah 3 orang. Sedangkan menurut informasi Bengkulupres dilaporkan sebanyak 6 orang tewas dalam bentrokan antar warga tersebut dan Sebanyak 192 orang warga diungsikan ke Sekolah Polisi Negara (SPN) Kemiling.
Didunia maya beredar isu bahwa korban lebih dari 10 orang, 6 diantara berasal dari pihak Balinuraga. Hal Ini terjadi ketika dilakukan penyerbuan oleh ribuan massa dari lampung (penduduk lokal) terhadap Balinuraga. Personel polisi tak kuasa menghalau massa.
Bentrokan pecah sekitar pukul 14.00 WIB. Ribuan massa ini sebenarnya sudah diblokir petugas gabungan yang berjumlah hampir 1.000 personel. Petugas gabungan dari Polda Banten, Polres Cilegon, Brimob, TNI AU, dan TNI AD berjaga di jalan utama.
“Di akhiri dengan korban dari Balinuraga 6 orang, rumah rata luluh lantah, sebanyak 150 orang saat ini diungsikan di spn kemiling” ungkap maliawan dalam jejaring social Hindu Comunity.
Kemudian satu jam yang lalu (09:00, 10/30/2012), yang memberitahukan bahwa korban bertambah lagi dari pihak balinuraga “info terkini yang meninggal 7 orang” tambah maliawan.
Dewa Ketut Dharmaja menambahkan bahwa “Korban semua di temukan tewas di pesawahan dan ladang, Dije ne nak bali ne wanen kone, ane sakti pesuang ragan ne de di humah ngoyong,. Cak cak jani nyame rage bali di balinuraga ken lampung,.umah sube kebakar lebih dari 100 rumah” ungkapnya di grup Hindu Community.
Bentrok berdarah ini ini bermula dari kesalapahaman dan menjadi fitnah, seperti yang dilansir situs polri bentrok ini bermula dari kecelakaan lalu-lintas di jalan Lintas Way Arong Desa Sidorejo (Patok) Lampung Selatan antara sepeda ontel yang dikendarai oleh suku Bali di tabrak oleh sepeda motor yang dikendarai An. Nurdiana Dewi, 17 tahun, (warga Desa Agom Kec. Kalianda Kab. Lampung Selatan berboncengan dengan Eni, 16 Th, (warga desa Negri Pandan Kec. Kalianda Kab. Lampung Selatan) Pada hari Sabtu tanggal 27 Oktober 2012 pukul 17.30 WIB.
Dalam peristiwa tersebut warga suku Bali memberikan pertolongan terhadap Nurdiana Dewi dan Eni, namun warga suku Lampung lainnya memprovokasi bahwa warga suku Bali telah memegang dada Nurdiana Dewi dan Eni sehingga pada pukul 22.00 WIB warga suku Lampung berkumpul sebanyak + 500 orang di pasar patok melakukan penyerangan ke pemukiman warga suku Bali di desa Bali Nuraga Kec. Way Pani. Akibat penyerangan tersebut 1 (satu) kios obat-obatan pertanian dan kelontongan terbakar milik Sdr Made Sunarya, 40 tahun, Swasta.
Masyarakat tampaknya sangat mudah terprovokasi dengan hal-hal sepele. Masalah kecil dibesar-besarkan atas kebencian terhadap kelompok tertantu.
Atas tragedi tersebut masyarakat banyak yang prihatin dan menyayangkan peritiwa itu. IB Anyana mengajak masyarakat hindu untuk melakukan aksi prihatin “Saudara-saudara kita dari elemen Hindu di Bali akan ke Gedung DPRD untuk melakukan aksi keprihatinan besok pagi pukul 09.00. Walau kita minoritas di Indonesia marilah berusaha bersuara dengan harapan suara kita akan di bawa angin ke semakin banyak telinga; telinganya dpr, gubernur, dpd, presiden, pbb dll…ayo saudara-saudara yang punya waktu silakan bergabung” ungkapnya di Cakra Wayu Peduli Bali.
Khanta Adnyana mengajak semua masyarakat untuk ikut membantu dengan materi (artha dana) meski tidak bisa memberikan bantuan nyawa (Jiwa Dana), “Om Swastyastu….Semeton sedharma yang kami cintai, sehubungan dengan kasus balinuraga lampung, yang telah banyak menelan korban baik nyawa dan harta benda, maka atas desakan beberapa ormas HINDU, kami akan membantu umat untuk meringankan beban penderitaannya dengan membuka dompet ” PEEDULI BALINURAGA” lampung Selatan. Bagi semeton yang berminat dan iklas silahkan salurkan punia/sedekah anda ke no. rek. BNI 46 : 5111120113, atas nama Yayasan jaringan Hindu Nusantara. Semoga keiklasan semeton bisa meringankan saudara kita yang terkena musibah” ungkapnya disela-sela diskusi Jaringan Hindu Nusantara di jejaring sosial.
-