Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Bambang Agus

(Wiraswasta/Pedagang/Pemburu Peluang [Yang mau nawari peluang ditunggu !!] tinggal di Jambi Sumatera Indonesia. FB : selengkapnya

Isu Hantu Pocong Gegerkan Kota Jambi.

REP | 01 November 2012 | 23:50 Dibaca: 6033   Komentar: 0   0

Beberapa hari ini di kota Jambi digegerkan adanya penampakan Hantu Pocong, dan seperti biasa mendengar isu ini penulis hanya senyum-senyum. Malam ini dua tv lokal di Kota Jambi melaporkan berita ini, terlihat masyarakat berdatangan beramai-ramai mendatangani pemakaman (TPU) di Kebun Jambu, Talang Banjar Kota Jambi. Beredar kabar kalau tali pocong itu tidak dilepas dan proses pemakaman tidak seperti yang lazim dilakukan hingga menghantui beberapa penduduk di sekitar pemakaiman.  Isu ini santer terdengar bahkan salah satu teman mampu bercerita secara fasih.

Berita tersebut bisa Anda baca  langsung   disini .

Dari cerita temen yang mencoba meyakinkan penulis menceritakan bahwa Pemakaman Kebun Jambu yang terletak di Talang Banjar  Kota Jambi ramai didatangai masyarakat yang ingin melihat langsung makam yang diisukan menjadi hantu pocong tersebut. Pantauan penulis dari siaran  dari TV lokal terlihat masyarakat berbondong-bondong mendatangi TPU tersebut untuk melihat langsung. Terlihat juga aparat setempat yang memantau, bahkan aparat kepolisian yang dipinpin Kapolsek Jambi Timur AKP Fery Ardian datang untuk memastikan kerumunan massa tidak anarkhis. Camat Jambi Timur Ridwan Saleh, dan Lurah Talang Banjar mendatangi lokasi.

Hantu Pocong Bergentayangan ternyata sumber kehebohan itu adalah munculnya isu penampakan sosok mirip pocong yang bergentayangan. Warga yang memadati lokasi ini, lantaran penasaran dengan cerita yang marak beredar dari mulut ke mulut. Tak hanya itu, perbincangan mengenai penampakan ini juga marak di grup BlackBerry Messengger (BBM) dan Twitter.

Terkait dengan isu-isu yang meresahkan masyarakat semacam ini, ustad Heriyanto, dari Desa Lubuk Kayu Aro, Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi mengatakan, fenomena seperti ini memang sering didengar, namun menurutnya, dalam Islam kejadian seperti itu tidak ada. Dia berpesan, jika masyarakat merasakan ketakutan, maka tenangkanlah dengan membaca ayat-ayat Alquran yang mereka hafal. “Boleh Ayat Kursi, Al-Fatiha, Al-Falaq dan Annas atau Surah Yasin. Tapi yang lebih bagusnya membaca Ayat Kursi karena menyimpan makna yang sangat mendalam,” jelasnya.

Kapolsek Jambi Timur AKP Fery Ardian yang dihubungi saat berada di lokasi mengatakan belum bisa berkomentar banyak. “Saat ini sedang dilaksanakan musyawarah dengan warga, besok saja informasi yang lebih jelas,” katanya. Isu yang muncul, arwah perempuan bernama Leginah (30) yang meninggal dua minggu lalu, mendatangi warga di Donorejo dan sekitar Attaufiq. “Sedikitnya 10 orang yang mengaku didatangi almarhum. Arwah itu meminta agar tali pocongnya dilepas,” kata Ilham, pemuda setempat yang ditemui Tribun di lokasi kemarin malam. Ali, pemuda lain pun memperkuat keterangan Ilham. “Sudah 2 minggu ini pertokoan di sekitar asrama polisi, Attaufiq sepi. Jam 9 sudah pada tutup, biasanya jam 2 malam masih ramai,” katanya.

Kemarin malam, keluarga Leginah datang di Rumah Ketua Pemuda di kawasan TPU, dan terlibat perundingan dengan warga, polisi dan tokoh masyarakat. Dalam pertemuan itu, warga menuntut makam Leginah dibongkar kembali. Herman, lelaki paruh baya, yang bertugas menggali kubur almarhum kepada Tribun mengakui, saat prosesi pemakaman, tali pocong pada kain kafan tidak dilepas. “Waktu itu saya sadar tali pocong tidak dibuka, tapi pihak keluarga tak membolehkan,” kata  Herman. Dia pun membeberkan sejumlah kejanggalan saat prosesi itu. Katanya, jenazah ketika dikeluarkan dari mobil ambulans langsung dimasukkan ke dalam kubur. “Tanpa diazani, pokoknya tidak mengikuti tata cara kita kebanyakan,” katanya. Tambahnya, pihak keluarga yang jumlahnya puluhan saat prosesi itu, berdoa dgn cara berdiri dan menghadap matahari.

Marzuki, Ketua RT 28, yang mengikuti pertemuan, mengakui adanya keresahan masyarakat. “Memang banyak yang resah, tapi belum ada satupun yang mengaku pada saya pernah melihat secara langsung. Penampakan itu hanya tersebar di HP!”  Informasinya besok pukul 09.00 akan ada pertemuan di kantor lurah. “Memang, tata cara tidak lazim seperti kita. Mayat tidak diazankan, dan ujung kaki dan dahi tidak menyentuh tanah,” katanya. Dalam pertemuan kemarin, pihak keluarga mengakui tidak melepaskan tali pocong jenazah.

Sementara dari tribun news yang beritanya bisa Anda baca langsung disini melaporkan, dalam isu pocong yang menggemparkan, berhembus isu jika jenazah almarhumah Leginah (30) tak diurus layaknya jenazah umat muslim. Berhembus isu jika jenazah tak dimandikan dan juga tak di salatkan.  Namun isu itu dibantah oleh suami almarhumah Sutrisno. Menurut Sutrisno, istrinya telah dimandikan oleh beberapa orang keluarga terdekat. Yakni adik-adik almarhumah dan anaknya.

“Memang tak disalatkan di mesjid, tapi di rumah. Karena perempuan memang dianjurkan untuk salat dan disalatkan di rumah, bukan di mesjid,” ujar Sutrisno, Kamis (1/11/2012).

Pernyataan Sutrisno yang juga pendidik di SD At Taufiq ini disampaikannya pada pertemuan yang digelar di kantor Lurah Talang Banjar, Jalan Mulawarman RT 19, Kecamatan Jambi Timur, Kamis. Ia juga memastikan jenazah dimakamkan sesuai dengan aturan agama.

Dikatakan Sutrisno, tidak benar isu yang berhembus jika tali pocong jenazah istrinya tidak dilepas. Sutrisno mengatakan ia sendiri yang melepas tali pocong yang belakangan menjadi isu yang menghangat tersebut.

“Kami bertiga yang masuk ke dalam kubur waktu pemakaman. Saya di bagian kepala, saya sendiri yang buka tali pocongnya,” ujar Sutrisno…

Seorang temen mampu bercerita   lebih serem lagi, menurut ceritanya jenazah tersebut sempat ditolak ketika mau dimakamkan di dekat rumahnya. Kemudian ketika dimakamkan di TPU Kebun Jambi jenazah tersebut tidak di tutup papan, tali pocong tidak dilepas, tidak diazani dan langsung ditimbun tanah. Masyarakat sekitar menuntut untuk membongkar ulang makan tersebut, hingga penulis menceritakan berita ini belum ada kepastikan apakah makan besok jadi dibongkar apa tidak. Demikian saya Bambang Agus melaporkan dan menceritakan kembali. Mohon maaf bila ada sesesuatu yang tidak berkenan. Salam !!!


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Mengawasi Anak Inklusif dalam UN …

Rohma Nazilah | | 17 April 2014 | 00:48

Final Copa Del Rey : Madrid 2 – 1 …

Arnold Adoe | | 17 April 2014 | 04:30

Maunya Bugar dengan Vitamin C Dosis Tinggi, …

Posma Siahaan | | 16 April 2014 | 22:34

Kebun di Atas Rumah? …

Wulan Harismayaning... | | 16 April 2014 | 21:01

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Akun Dinda Tidak Takut Komen Pedasnya Pada …

Febrialdi | 11 jam lalu

Prabowo Terancam Tidak Bisa Bertarung di …

Rullysyah | 11 jam lalu

Istilah Inggris yang Rada Kadaluwarsa …

Gustaaf Kusno | 15 jam lalu

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 20 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 21 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: