Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Gaji PNS 2013 Tetap Naik-Naik Ke Puncak Gunung!

REP | 14 December 2012 | 22:29 Dibaca: 17194   Komentar: 0   0

Kenaikan gaji PNS setiap tahunnya oleh pemerintahan SBY  akan tetap dilaksanakan pada tahun 2013 ini. Hal ini merupakan program pemerintahan SBY dalam rangka proses reformasi birokrasi. Sejak 2005 hingga 2010 lalu rata-rata kenaikan gaji PNS  mencapai 24, 6% per tahun. PAda tahun 2011 lalu naik drastis sebesar 15 persen, begitu juga pada tahun 2012  tetap naik walau hanya 10 persen.

Nah, pada tahun 2013 ini pemerintah tetap akan menaikkan gaji PNS  namun hanya sebesar 7 persen. Penyebab rendahnya persentase kenaikan  tahun ini karena pemerintah mengalami defisit  dana untuk membayar gaji pensiun sebesar 50 Trilyun. Seperti diketahui Gaji pensiun yang harus dibayarkan adalah 60 trilyun rata-rata tiap tahunnya, namun iyuran pensiun setiap tahunnya rata-rata hanya 10 trilyun. Tahun-tahun sebelumnya defisit tersebut diambil dari hutang negara. Jadi untuk mengurangi beban hutang negara maka kenaikan gaji PNS tahun ini persentasenya terpaksa diturunkan.

Walau ada berita kenaikan gaji ini dibatalkan seperti disampaikan Menpan Azwar Abubakar, namun cepat diklarifikasi oleh menteri keuangan bahwa kenaikan itu tetap dilaksanakan karena anggarannya sudah ada karena sudah program jangka panjang pemerintah.

Berapakah besaran kenaikan gaji PNS tersebut? Misalnya jika kita melihat gaji golongan III/a yaitu dengan masa kerja 2 tahun yaitu Rp. 2.125.700 maka 7 persen dari gaji tersebut adalah naik sebanyak Rp. 148.799,-. Sedangkan Tunjangan keluarga yang besarnya untuk istri atau suami sebesar 10 persen dari gaji pokok dan anak dua persen dari gaji pokok, tunjangan pangan sebesar nilai beras per 10 kg per orang, tunjangan jabatan untuk pejabat struktural maupun fungsional serta tunjangan umum untuk yang tidak memegang jabatan struktural maupun fungsional tetap.

Jadi jika kita hitung-hitug gaji PNS golongan III/a masa kerja dua tahun dengan satu istri dan satu anak  adalah  gaji pokok (2.125.700)+kenaikan 7 persen (148.799) + tunjangan istri 10 persen (212.570) + tunjangan anak 2 persen (42514) adalah sebesar Rp. 2.529.583,-.  ( Penulis sengaja memberi contoh golongan III/a karena Ketika Seorang Sarjana Strata satu (S.1) bila diangkat PNS langsung menempati golongan tersebut.Siapalah tahu banyak kompasianer yang bergolongan ini, jadi dapat mempekirakan pemasukannya hehehe…)

Gaji PNS yang naik-naik ke puncak gunung ini, tidaklah tinggi-tinggi sekali jika dibandingkan dengan gaji pegawai BUMN atau swasta dengan tingkat keserjanaan dan masa kerja yang sama. Misalnya untuk kota batam UMR nya tahun 2013 ini adalah  Rp. 2.020.000,-. Biasanya perhitungan gaji  bagi seorang sarjana starata satu (S.1) Fresh Graduate standarnya di perusahaan adalah dua kali UMR + Rp. 500.000,-  , nah didapat gaji Fresh tersebut adalah Rp. 4.040.000,-. Hal itu diaminkan oleh teman saya yang baru bekerja di sebuah bank di batam dan satunya lagi di perusahaan elektronik batam. Malah jika dihitunga bonus dan lembur bisa mencapai 7 - 8 juta perbulan kata mereka.

Begitulah sedikit gambaran penghasilan PNS yang mengabdi di negara indonesia kita tercinta ini. Makalah tidaklah heran jika banyak PNS yang berhutang di bank hingga 15 tahun untuk mendapatkan sebuah rumah sederhana dan kendaraan bermotor untuk mempelancar mobilitas pekerjaan mereka. Maka tidaklah heran banyak oknum PNS yang kemudian mencoba jalan pintas seperti korupsi untuk cepat kaya karena tak tahan  nafsu dunia!

Maka nya banyak PNS yang kecewa kalau-kalau kenaikan gaji yang hanya sebesar itu kemudian dibatalkan oleh pemerintah! Apalagi mereka mengetahui di negeri tetangga yang suka berisik itu gaji PNS mereka 6 x gaji PNS kita!

Lalu apa solusinya, Berantas korupsi Secepatnya! Salam, naik-naik ke puncak gunung! :-D

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Keluarga Pejabat dan Visa Haji Non Kuota …

Rumahkayu | | 30 September 2014 | 19:11

Me-“Judicial Review” Buku Kurikulum …

Khoeri Abdul Muid | | 29 September 2014 | 22:27

Spongebob dalam Benak Saya …

Ire Rosana Ullail | | 30 September 2014 | 16:48

Sepak Bola Indonesia Kini Jadi Lumbung Gol …

Arief Firhanusa | | 30 September 2014 | 15:58

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Indahnya Teguran Allah …

Nduk_kenuk | 9 jam lalu

Kumpulan Berbagai Reaksi Masyarakat …

Elvis Presley | 11 jam lalu

Asian Games Incheon: Kagum atas Pelompat …

Hendi Setiawan | 13 jam lalu

UU Pilkada, Ahok dan Paham Minoritas …

Edi Tempos | 14 jam lalu

People Power Menolak Penghapusan Pilihan …

Daniel Setiawan | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Smartphone dan Pribadi Boros Energi …

Dian Savitri | 8 jam lalu

Gerakan Indonesia Menulis; Mencari Nilai …

Rendra Manaba | 8 jam lalu

Pegawai BRI Beraksi Bak Debt Collector …

Rusmin Sopian | 8 jam lalu

Tradisi dan Teknologi …

Susy Haryawan | 8 jam lalu

Pisah Sambut Kejari Singaparna …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: