Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Agus Sutondo

Aku Tetap Sayang dan Cinta Indonesia

Ribuan Istri Tertular Virus HIV/AIDS di Jawa Barat

REP | 16 December 2012 | 20:21 Dibaca: 649   Komentar: 0   2

Mereka semua tidak tahu apa-apa, juga tidak pernah mempergunakan jarum suntik bergantian dengan pengguna Narkoba dan penderita HIV serta tidak pernah bergantian pasangan dengan siapa saja, Mereka adalah para istri setia yang selama hidupnya hanya berhubungan seksual dengan suaminya, namun kesetiaan mereka bertepuk sebelah tangan karena dikhianati oleh suaminya yang sering jajan diluar, akibatnya tentu sangat fatal, ketidaksetiaan suaminya ini harus dibayar mahal, tanpa disadarinya buah dari sering jajan diluar, para suami tidak setia ini akhirnya tertular virus HIV dan menularkannya kembali pada istrinya.

Fenomena inilah yang sekarang terjadi di Jawa Barat dan saat ini jumlah penderita HIV/Aids di Jawa Barat menempati urutan tertinggi sebagai daerah yang paling banyak penduduknya tertular virus HIV/Aids, Jawa Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan jumlah pengidap HIV/AIDS tertinggi. Data statistik menunjukkan setidaknya terdapat 14 ribu warga terinfeksi virus HIV dan 4 ribu individu terjangkit AIDS.

Data tersebut baru yang diketahui, ibarat gunung es yang terlihat hanya di permukaannya saja dan yang dibawah permukaan telah mengakar kemana-mana, bagaikan bola salju terus menggelinding, semakin lama semakin membesar sehingga dampak dari penyebaran epidemi HIV/Aids yang meluas dan cenderung tidak terkendali di Jawa Barat, membuat lebih banyak ibu-ibu rumah tangga yang terinfeksi virus HIV daripada para pekerja Sex atau pengguna narkoba. Tercatat dalam dua tahun terakhir ini sudah ada 747 ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV padahal pada kelompok wanita pekerja seks jumlah yang tertular hanya 464 kasus. Belum lagi laporan terbaru dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat bahwa antara periode Januari sampai dengan September 2012, ada 7308 kasus HIV baru dan 319 kasus AIDS baru di Jawa Barat.

Penyebaran Virus HIV yang sedemikian pesat bak meteor tentunya harus disikapi secara bijak oleh semua pihak, masalah Aids bukan masalah penderita saja tetapi ini adalah masalah kita bersama. apalagi hingga saat ini belum ada obat yang benar-benar dapat menyembuhkan penderita HIV/Aids. Belum lagi masalah diskriminasi terhadap penderita HIV/Aids atau Orang yang hidup dengan HIV (ODHA), Karena masih ada Rumah sakit yang menolak untuk menerima pengidap HIV/Aids dan juga banyaknya tenaga medis yang menghindar mengobati pasien tersebut.

Mengapa mereka yang tertular Virus HIV mesti dipinggirkan atau diperlakukan secara diskriminasi, Mereka semua adalah saudara-saudara kita yang juga punya hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama sehingga Perlu dibangun sinergitas antara pemerintah dalam hal ini dinas kesehatan dan masyarakat untuk meminimalisir adanya stigmatisasi bagi para penderita HIV/Aids agar memiliki kedudukan yang setara dengan manusia yang lain.

Berita Terkait :

Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Pentingnya Kasih Sayang Seorang Ayah

Dampak Kekerasan Terhadap Isteri

Kasus KDRT Paling Banyak Dilakukan PNS

Kisah Istri Setia Terkena Virus HIV/AIDS

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Rekor pun Ternoda, Filipina Bungkam …

Achmad Suwefi | | 25 November 2014 | 17:56

Pak Ahok Mungutin Lontong, Pak Ganjar …

Yayat | | 25 November 2014 | 21:26

Menunggu Nangkring Bareng PSSI, Untuk Turut …

Djarwopapua | | 25 November 2014 | 21:35

Jangan Sembarangan Mencampur Premium dengan …

Jonatan Sara | | 24 November 2014 | 10:02

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Suami Bergaji Besar, Masih Perlukah Istri …

Cucum Suminar | 5 jam lalu

Anies Baswedan Merobohkan Mental Block Guru …

Pong Sahidy | 5 jam lalu

Telah Ditemukan Sebab Kekalahan Timnas …

Pebriano Bagindo | 7 jam lalu

Tamat Sudah Riwayat Opa Riedl Siap-siap …

Hery | 7 jam lalu

Heboh, Usia 17 Menangi Rp 15 Miliar! …

Jimmy Haryanto | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Bau Apek Hilang dengan Kispray 3 in 1 …

Fadlun Arifin | 8 jam lalu

Revolusi dari desa, Revolusi dari Gagasan …

Basyir Iskandarsyah | 8 jam lalu

Ayah dan Anak Cacat 15 Tahun Tak Tersentuh …

Lugas Wicaksono | 8 jam lalu

Tujuan Jokowi Menaikkan Premium, Inikah …

Rahmad Agus Koto | 8 jam lalu

Nonton Sepakbola Rasa Kesal, Timnas …

Sugiyanto Hadi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: