Back to Kompasiana
Artikel

Regional

MMTC Yogyakarta Punya Gawe

REP | 11 January 2013 | 13:22 Dibaca: 269   Komentar: 0   1

STMM MMTC sebuah lembaga pendidikan yang berada di jalan magelang KM 6 kabupaten Sleman -Yogyakarta, pada tanggal 27-11-2012 kembali mengadakan apresikom (apresiasi seni dan komunikasi) suatu acara yang diselenggarakan oleh mahasiswa kedinasan jurusan KIP (komunikasi Informasi Publik) di gedung pendopo STMM MMTC. Tiga kegiatan yang dikemas dalam satu acara, terdiri dari Pameran, sarasehan, dan pertunjukkan rakyat.

kegiatan ini dibuka oleh kepala Bidang Sarana dan Prasaran, Edy Giantoro, S.E., M.Si Dan ketua KIP Drs. Tomy Suprapto MSi., serta seluruh jajarannya termasuk ketua program studi jenjang diploma II Ulil Hakam, S.Sos., M.A. dan Eri Irianto, M.Si dosen EO. Dalam acara pembukaan tersebut hampir seluruh mahasiswa STMM MMTC turut bergabung dalam kemeriahannya. Suatu event yang diselenggarakan tidak saja bersifat hiburan, namun lebih kepada bagaimana cara menyampaikan sebuah pesan melalui media yang bersifat menghibur.

Dalam acara kali ini mengangkat tema tentang “bagaimana membangkitkan dan mempertahankan kembali kebudayaan peninggalan leluhur”. Dinggap sangat penting mengangkat tema tersebut karena pada era globalisasi sekarang ini arus informasi dan kemajuan teknologi tak dapat dibendung keberadaannya. Untuk itulah mengapa kebudayaan seperti gemah ripah loh jinawi merupakan peniggalan leluhur yang harus tetap ada di muka bumi pertiwi ini dan melekat sebagai identitas bangsa Indonesia. tutur Tomy Suprapto disela acara yang sedang berlangsung.

Terkait tema tersebut dipaparkan secara jelas dalam sebuah acara sarasehan oleh narasumber Kus Drs. Kus Edy Sartono, M.Si tenaga pengajar di universitas negeri Yogyakarta dan Ernal Rosa yang dihadirkan dari statsiun RRI sebagai pembicara yang mengambil sudut pandang pengaruh media terhadap sikap perilaku khalayak. dengan demikian dari kemasan acara yang terselenggara adalah untuk menghindari dari kesan jenuh serta suasana kaku. Terlihat dari antusiasme beberapa warga setempat yang juga hadir mengikuti acara hingga selesai.

Kemajuan teknologi pada era globalisasi ini tidak perlu dinilai karena sesuatu yang salah, akan tetapi beliau Kus Edy mengatakan bagaimana menyikapinya dengan tindakan positif diri kita sendiri yaitu dengan tiga “H” (Head, Heart, dan Hand). Kepala sebagai yang menerima dan menyerap informasi, Hati untuk merasakan apakah informasi tersebut baik atau buruk, kemudian Tangan yang diejawantahkan sebagai sikap dan perilaku kita terhadap informasi yang diterima.

Selain daripada acara sarasehan yang digelar dalam acara apresikom ini, adapula pertunjukkan seni Perak (Pertunjukkan Rakyat) yang bertema Peninggalan Budaya Menjalin Persatuan dan Kesatuan. Dari semua tokoh yang diperankan dalam pentas tersebut sebagian besar dilakoni oleh para mahsiswa Kedinasan STMM MMTC Yogyakarta. dan dari sisi musik gending dibantu dari mahasiswa dan mahasiswi ISI Yogyakarta. kisah ini mengangkat cerita tentang asal muasal candi prambanan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sukses sebagai Pengusaha Telur Asin …

Tjiptadinata Effend... | | 21 December 2014 | 11:54

Cegah Lintah Darat Merajalela dengan GNNT …

Agung Soni | | 21 December 2014 | 11:16

Rahasia Keberhasilan Pariwisata: Jangan …

Jimmy Haryanto | | 21 December 2014 | 08:18

[Langit Terbelah Dua] Pohon Malaikat …

Loganue Saputra Jr ... | | 21 December 2014 | 16:39

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Campur Tangan Joko Widodo dalam Konflik di …

Imam Kodri | 9 jam lalu

Di Kupang, Ibu Negara yang Tetap Modis namun …

Mba Adhe Retno Hudo... | 10 jam lalu

Lain Fahri Hamzah, Lain Pula Fadli Zon …

Ajinatha | 13 jam lalu

Lebih Baik Pernyataan Dwi Estiningsih …

Hendi Setiawan | 14 jam lalu

Beda Fahri Hamzah, Fadli Zon, Setya Novanto …

Ninoy N Karundeng | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: