Back to Kompasiana
Artikel

Regional

MMTC Yogyakarta Punya Gawe

REP | 11 January 2013 | 13:22 Dibaca: 267   Komentar: 0   1

STMM MMTC sebuah lembaga pendidikan yang berada di jalan magelang KM 6 kabupaten Sleman -Yogyakarta, pada tanggal 27-11-2012 kembali mengadakan apresikom (apresiasi seni dan komunikasi) suatu acara yang diselenggarakan oleh mahasiswa kedinasan jurusan KIP (komunikasi Informasi Publik) di gedung pendopo STMM MMTC. Tiga kegiatan yang dikemas dalam satu acara, terdiri dari Pameran, sarasehan, dan pertunjukkan rakyat.

kegiatan ini dibuka oleh kepala Bidang Sarana dan Prasaran, Edy Giantoro, S.E., M.Si Dan ketua KIP Drs. Tomy Suprapto MSi., serta seluruh jajarannya termasuk ketua program studi jenjang diploma II Ulil Hakam, S.Sos., M.A. dan Eri Irianto, M.Si dosen EO. Dalam acara pembukaan tersebut hampir seluruh mahasiswa STMM MMTC turut bergabung dalam kemeriahannya. Suatu event yang diselenggarakan tidak saja bersifat hiburan, namun lebih kepada bagaimana cara menyampaikan sebuah pesan melalui media yang bersifat menghibur.

Dalam acara kali ini mengangkat tema tentang “bagaimana membangkitkan dan mempertahankan kembali kebudayaan peninggalan leluhur”. Dinggap sangat penting mengangkat tema tersebut karena pada era globalisasi sekarang ini arus informasi dan kemajuan teknologi tak dapat dibendung keberadaannya. Untuk itulah mengapa kebudayaan seperti gemah ripah loh jinawi merupakan peniggalan leluhur yang harus tetap ada di muka bumi pertiwi ini dan melekat sebagai identitas bangsa Indonesia. tutur Tomy Suprapto disela acara yang sedang berlangsung.

Terkait tema tersebut dipaparkan secara jelas dalam sebuah acara sarasehan oleh narasumber Kus Drs. Kus Edy Sartono, M.Si tenaga pengajar di universitas negeri Yogyakarta dan Ernal Rosa yang dihadirkan dari statsiun RRI sebagai pembicara yang mengambil sudut pandang pengaruh media terhadap sikap perilaku khalayak. dengan demikian dari kemasan acara yang terselenggara adalah untuk menghindari dari kesan jenuh serta suasana kaku. Terlihat dari antusiasme beberapa warga setempat yang juga hadir mengikuti acara hingga selesai.

Kemajuan teknologi pada era globalisasi ini tidak perlu dinilai karena sesuatu yang salah, akan tetapi beliau Kus Edy mengatakan bagaimana menyikapinya dengan tindakan positif diri kita sendiri yaitu dengan tiga “H” (Head, Heart, dan Hand). Kepala sebagai yang menerima dan menyerap informasi, Hati untuk merasakan apakah informasi tersebut baik atau buruk, kemudian Tangan yang diejawantahkan sebagai sikap dan perilaku kita terhadap informasi yang diterima.

Selain daripada acara sarasehan yang digelar dalam acara apresikom ini, adapula pertunjukkan seni Perak (Pertunjukkan Rakyat) yang bertema Peninggalan Budaya Menjalin Persatuan dan Kesatuan. Dari semua tokoh yang diperankan dalam pentas tersebut sebagian besar dilakoni oleh para mahsiswa Kedinasan STMM MMTC Yogyakarta. dan dari sisi musik gending dibantu dari mahasiswa dan mahasiswi ISI Yogyakarta. kisah ini mengangkat cerita tentang asal muasal candi prambanan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menghadiri Japan Halal Expo 2014 di Makuhari …

Weedy Koshino | | 27 November 2014 | 16:39

Bu Susi, Bagaimana dengan Kualitas Ikan di …

Ilyani Sudardjat | | 27 November 2014 | 16:38

Saya Ibu Bekerja, Kurang Setuju Rencana …

Popy Indriana | | 27 November 2014 | 16:16

Peningkatan Ketahanan Air Minum di DKI …

Humas Pam Jaya | | 27 November 2014 | 10:30

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Pernahkah Ini Terjadi di Jaman SBY …

Gunawan | 4 jam lalu

Petisi Pembubaran DPR Ditandatangani 6646 …

Daniel Ferdinand | 8 jam lalu

Senyum dan Air Mata Airin Wajah Masa Depan …

Sang Pujangga | 9 jam lalu

Timnas Lagi-lagi Terkapar, Siapa yang Jadi …

Adjat R. Sudradjat | 10 jam lalu

Presiden Kita Bonek dan Backpacker …

Alan Budiman | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

“Sekolahnya Seperti Kandang …

Ufqil Mubin | 8 jam lalu

Tukang Becak dan Bensin Kejujuran …

Idris Apandi | 8 jam lalu

Apakah Kebijakan Larangan Motor Melintasi …

Casio Freas | 8 jam lalu

Mission Impossible Indonesia Versus Laos …

Abd. Ghofar Al Amin | 8 jam lalu

Polisi Serbu Mushollah Kapolri Diminta Minta …

Wisnu Aj | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: