Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Muhamad Usman

hoby saya traveling

Kebijakan Pemprov Jambi Sebabkan Bayi Tanpa Anus Terlantar

REP | 19 January 2013 | 12:44 Dibaca: 207   Komentar: 0   0

Namanya M Robbi Akhirin, terlahir 1 tahun 6 bulan lalu di Desa Talang Duku, Kecamatan Tamanraja, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Anak pasangan Anto dan Sari Bunga ini lahir tanpa anus. Saat ini RobBi dibuatkan anus sementara di perutnya. Seharusnya, ketika usianya sudah 1 tahun Ia dibuatkan anus permanen.

Namun, RSUD Raden Mattaher Jambi menyatakan tidak sanggup melakukan operasi pembuatan anus permanen ini. Seperti diberitakan di www.metrojambi.com (http://www.metrojambi.com/v1/metro/13701-kerja-sama-dengan-askes-dihentikan-bayi-dengan-anus-buatan-terlantar.html dan http://www.metrojambi.com/v1/metro/13752-di-phk-ayah-bayi-tanpa-anus-sudah-tidak-sanggup-biayai-operasi.html), Robbi merupakan pasien Jamkesmasda Provinsi Jambi. Pada Oktober 2012, dia dirujuk ke RSUD Moehammad Hoesin Palembang. Setelah mengurus semua berkas, termasuk surat rujukan dan jaminan dari PT Askes, Robbi berangkat ke Palembang.

Anehnya, rencana pelaksanaan operasi Robbi selalu ditunda. Agar tidak bolak-balik Jambi - Palembang akhirnya keluarga Robbi ngontrak kamar di Palembang. Namun, tiap kali ke rumah sakit, oleh petugas selalu dikatakan : “Minggu depan, ya operasinya.”

Tak terasa Robbi sudah 3 bulan di Palembang, dan masa berlaku surat rujukannya sudah habis. Keluarga Robbi pun pulang ke Jambi untuk mengurus perpanjangan surat rujukan. Namun, alangkah terkejutnya Anto, ayah Robbi, ketika petugas Askes menolak memberikan perpanjangan rujukan. Alasannya, Pemprov Jambi tidak memperpanjang kerjasama pengelolaan Jamkesmasda lagi.

Saya mengantar keluarga Robbi ke Dinas Kesehatan Provinsi Jambi pada 7 Januari 2013 (bertepatan peringatan HUT Provinsi Jambi) dan petugas di sana mengakui sekarang dana Jamkesmasda tidak lagi dikelola Askes, terapi dikelola langsung oleh RSUD Raden Mattaher. Kami pun langsung ke RSUD Raden Mattaher dan oleh petugas dijawab Robbi akan dirujuk ke rumah sakit lain untuk menjalani operasi. Namun, pihak RSUD Raden Mattaher tidak memiliki kerja sama dengan pihak rumah sakit lain.

Kata petugas rumah sakit, pihaknya sedang menjajaki kerja sama dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. “Surat segera kami kirim,” ujar petugas. Seminggu kemudian saya menghubungi pihak RSUD Raden Mattaher dan dijawab pihaknya baru menghubungi RSCM dan diminta mengirim ulang surat yang pernah dikirim.

Saya sendiri tidak tahu kapan kerja sama antara RSCM dan RSUD Raden Mattaher akan terwujud. Yang jelas, Robbi mendesak untuk segerak dibuatkan anus permanen. Saat ini, memasuki usia 1 tahun 6 bukan, Robbi semakin aktif. Anus sementara yang di perutnya sering ditarika-tariknya dan menyebabkan pendarahan hebat. Sementara, pihak Pemerintah dan rumah sakit masih sibuk dengan urusan administrasi yang bertelepon-tele. Pernah saya berencana menghadapkan keluarga Robbi ke Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, terapi oleh ajudannya selalu diarahkan agar kami ke Dinas Kesehatan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Latar Belakang Pendidikan Bukan Penentu Masa …

Ani Berta | | 26 July 2014 | 15:26

Nonton Tari India Gratis di Bandara Changi …

Taufikuieks | | 26 July 2014 | 16:10

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Bagaimana Saya Mengatasi Fobia saat Naik …

Enny Soepardjono | | 26 July 2014 | 12:37

Berbagi Kebahagiaan Menjelang Idul Fitri …

Akbarmuhibar | | 26 July 2014 | 17:11


TRENDING ARTICLES

[Surat untuk Jokowi] Dukung Dr. Ing. Jonatan …

Pither Yurhans Laka... | 7 jam lalu

Gaya Menjual ala Jokowi …

Abeka | 11 jam lalu

Jenderal Politisi? …

Hendi Setiawan | 11 jam lalu

Tuduhan Kecurangan Pilpres dan Konsekuensi …

Amirsyah | 11 jam lalu

Gugatan Prabowo-Hatta Tak Akan Jadi Apa-apa …

Badridduja Badriddu... | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: