Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Irma Rahmawati

SMK Prudent School

GLOBALISASI PERILAKU MORALITAS, PARA REMAJA JAMAN SEKARANG

OPINI | 23 January 2013 | 12:04 Dibaca: 7925   Komentar: 4   0

Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan mempengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara. Globalisasi juga merupakan sebuah proses menuju system kehidupan yang lebih global dan  terbuka luas dalam berbagai aspek kehidupan.

Disini saya akan membahas tentang Globalisasi Perilaku yang di lakukan dan dialami oleh remaja jaman sekarang. Yang sering sekali saya lihat dalam kehidupan nyata .

Remaja yaitu  diartikan sebagai usia muda atau mulai dewasa. Masa remaja merupakan masa pencarian jati diri, dimana pada fase ini mereka belajar untuk memahami dan menerima keadaan dan kenyataan yang ada dalam dirinya dan orang lain, juga termasuk lingkungan sosial yang membentuknya.

Berbicara mengenai remaja dengan globalisasi dewasa ini, memunculkan berbagai isu untuk terus diikuti perkembangannya, juga sebagai bahan pembicaraan yang tidak kalah menarik. Di jaman Era globalisasi ini kita sebagai remaja  dituntut untuk mejadi seorang remaja yang tidak “Gaptek” (Ketinggalan Jaman) dengan adanya peran media di jaman sekarang ini yaitu seperti (televisi, radio, majalah, HP, dan internet) telah mempengaruhi perilaku moralitas remaja.

Pengaruh globalisasi terhadap remaja itu begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak remaja kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari remaja sekarang. Dari cara berpakaian banyak remaja - remaja kita yang berdandan seperti selebritis. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan yang cenderung Negara Barat atau Luar Negeri.

Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna, mengikuti trend gaya rambut ala-ala jaman sekarang seperti di skin, mohak, di gimbal, memasang hair extention (rambut sambungan). dan model-model lainnya seperti penyanyi girl band atau boy band dari luar negeri. Mereka melakukan itu semua demi mengikuti trend masa kini dan mengikuti gaya atau penampilan idola mereka (artis) yang mereka lihat banyak di media . Selain itu juga kebanyak para remaja sekarang yang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa kita dengan berpenampilan yang sopan. Dan di dunia remaja akhir-akhir ini juga banyak di beritakan  oleh fenomena dan masalah-masalah yang terjadi pada remaja jaman sekarang ini yang menjadi kabar buruk dan tidak baik untuk di contoh, dan dilakukan.

yaitu seperti banyaknya tawuran pelajar, kebiasaan bolos sekolah, suka terhadap minuman keras, Kecanduan merokok, dan tidak jarang remaja jaman sekarang yang menggunakan Narkoba.
Penyimpangan perilaku menjadi ukuran atas kurangnya moral dan akhlak diri.
Selain itu, Teknologi internet juga merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak muda internet sudah menjadi santapan mereka sehari- hari, seperti update di situs jejaring sosial. Jika digunakan secara semestinya tentu kita memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat kerugian. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan siswa/siswa yang menggunakan internet itu tidak semestinya. Misal untuk membuka situs-situs porno. Bukan hanya internet saja, ada lagi pegangan wajib mereka yaitu handphone. Rasa sosial terhadap masyarakat menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih sibuk dengan menggunakan handphone.

Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan bahkan cuek dan  tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka.

Dampak Globalisasi Bagi Remaja (Gaya hidup, Moralitas)

A.       Dampak Positif

-       Kemajuan teknologi berkembang dengan pesat (internet: memudahkan akses informasi dan komunikasi; ajang silaturahmi dan eksistensi remaja lewat situs jejaring sosial (dengan adanya facebook, twitter); bisnis online, dll.
-       mempercepat pertumbuhan perkembangan remaja (memiliki rasa ingin tahu yang tinggi).

B.      Dampak Negatif

-       Tercerabutnya akar budaya, remaja kini merasa malu dengan budaya sendiri dan merasa bangga dengan budaya asing. Dengan adanya berbagai media yang sering diakses oleh para remaja, membuat mereka ingin seperti yang mereka idolakan (proses tersebut perlahan telah mengubah gaya hidup remaja). Di satu sisi hal ini berdampak positif karena memacu perubahan, namun di lain sisi telah mengantarkan mereka pada budaya asing yang tidak sesuai dengan norma-norma pada masyarakat tertentu (misalnya: pacaran yang berlebihan, dugem, hedonis, konsumtif, dll.)

-       Dengan adanya kemajuan teknologi (internet), membuat remaja menjadi pemalas (membuang waktu percuma di hadapan komputer hanya untuk chatting, atau facebook-an), hal tersebut bisa membuat perkembangan sosialisasi (khususnya remaja) tidak baik, enggan berkomunikasi langsung dengan orang lain, akan menimbulkan keegoisan dan individualis (tidak mau bekerja sama dengan orang lain), dll.

-       Hilangnya identitas diri (para remaja dihadapkan pada proses mengikuti dan meniru trend asing terus-menerus, misalnya pop Korea yang sedang menjadi kiblat para remaja kini. Mereka merubah penampilan (model rambut, mode pakaian), gaya hidup, dan lebih mudah menerima budaya bangsa lain dibanding melestarikan budaya sendiri, hal ini dapat melahirkan budaya campuran sebagai akibat dari adanya globalisasi.

Dari munculnya berbagai dampak globalisasi (peran media) terhadap perilaku moralitas remaja yang sangat kurang itu, diperlukan perhatian dan pengawasan dari berbagai pihak, agar dalam proses perkembangan berikutnya tidak menimbulkan hal-hal yang merugikan, baik bagi remaja sendiri maupun bagi kelangsungan bangsa ini. Perlu dilakukan hal-hal berikut:

•    Adanya kontrol sosial dari orang tua, dan masyarakat sekitar,  juga dengan mengadakan kegiatan-kegiatan positif yang melibatkan remaja;
•    Perhatian dan pengawasan dari orang tua terhadap remaja harus lebih besar dan lebih dekat terhadap mereka, agar mereka lebih terbuka dan mudah diarahkan;
•    Komunikasi yang baik antara orang tua, dan remaja; serta
•    Perkembangan tentang globalisasi dan informasi harus terus diikuti oleh orang tua .

Semua hal ini mengakibatkan remaja sekarang sering meniru gaya orang luar negeri. Mereka beranggapan biasa dan menjadi lebih menarik jika melakukan hal itu. Padahal semua itu salah besar. Mereka tidak menyadari akan dampak yang kan mereka terima jika mereka sampai salah jalan. Apalagi mereka yang mulai memasuki dunia remaja dimana merekasedang mencari jati diri.
Masa remaja sebagai periode perkembangan yang paling penting bagi individu pada kenyataannya merupakan suatu periode yang rentan munculnya masalah. Meskipun demikian adanya pemahaman yang baik serta penanganan yang tepat terhadap remaja merupakan faktor penting bagi keberhasilan remaja di kehidupan selanjutnya, mengingat masa ini merupakan masa yang paling menentukan. Selain itu perlu adanya kerjasama dari remaja itu sendiri, orang tua, guru dan pihak-pihak lain yang terkait agar perkembangan remaja di bidang pendidikan dan bidang-bidang lainnya dapat dilalui secara terarah, sehat dan bahagia.
Maka kita sebagai remaja harus bisa membedakan mana kegiatan positif dan negative agar kita bisa mendapat manfaat yang bisa menunjang masa depan. Jaman era globalisasi sekarang ini banyak sekali hal yang menarik, sesuatu yang masih baru, maka kita pun harus bisa memilih yang terbaik, jangan sampai terpengaruh hal negative. Apabila sudah ada yang terjerumus kedalam hal negative cepatlah sadar diri karena masih banyak kesempatan untuk merubah masa depan. Padahal generasi muda adalah penerus masa depan bangsa.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Wisata Purbalingga] Sepotong Kisah Lingga …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 16:24

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Melatih Anak Jadi Kompasianer …

Muslihudin El Hasan... | | 22 December 2014 | 23:47

Ibu Renta Itu Terusir …

Muhammad Armand | | 22 December 2014 | 09:55


TRENDING ARTICLES

Penyelidikan Korupsi RSUD Kota Salatiga …

Bambang Setyawan | 8 jam lalu

Akankah Nama Mereka Pudar?? …

Nanda Pratama | 10 jam lalu

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 12 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 13 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: