Back to Kompasiana
Artikel

Regional

“Great Wall” Ngarai Sianok Bukittinggi Diresmikan Hari Ini

HL | 27 January 2013 | 22:45 Dibaca: 4528   Komentar: 0   9

Gambar. Ngarai Sianok, Bukittinggi

Sewaktu SMA penulis sangat menyenangi bermain di Ngarai Sianok, Bukittinggi. Bersama teman-teman meneruni  lembah lalu bersenda gurau berkejaran digemericiknya sungai, kemudian menaiki jenjang di terjal bukit  adalah kegiatan yang sangat mengasyikkan. Apalagi yang paling seru adalah menikmati pemandangan lembah Ngarai Sianok dari atas jembatan gantungnya berketinggian lebih kurang 100 m  yang memacu adrenalin pas  ada angin kencang, apalagi goyangannya bisa bikin wanita disamping anda, tanpa pikir panjang akan memeluk anda! hehe…

Setelah lama diperantauan penulis pernah  mendengar bahwa jembatan gantung dan jenjang ditebing Ngarai Sianok tersebut dilarang untuk umum, karena kondisinya yang tidak aman untuk dilalui, seperti jenjangnya yang sudah banyak rusak kemudian tidak terawat apalagi disekelilingnya  semak-semak belukar dan pepohonan bak jenjang ditengah hutan yang rawan kejahatan, lalu jembatannya yang papannya sudah banyak yang copot dan lapuk.

Gambar. Jembatan gantung lama, Ngarai Sianok Bukittinggi ketika masih bisa dilalui.

13593014851626220888

gambar. Jembatan Gantung ngarai sianok ketika sudah rusak

Nah, berita dari kawan pagi ini membuat penulis penasaran, katanya jenjang dan jembatan yang dulu kami lalui sekarang sudah rampung dipugar dengan sumbangan dana dari para perantau Bukittinggi.  Bentuknya pun sangat luar biasa mirip  “Great Wall” di Cina. Jenjangnya lebih lebar, ada tembok penghalang kiri kanan serta jenjang gantungnya pun baru.  Berikut kiriman photo-photo dari kawan tersebut:

Photo ini katanya diambil sebelum acara peresmian penggunaan jenjang dan jembatan tersebut untuk umum dimulai. Pada photo diatas sepertinya diambil dari arah Bukittinggi tepatnya di Taman Panorama Ngarai Sianok Bukittinggi menuruni tebing ke arah gerbang jembatan ditepi tebing agak dibawahnya.

Inilah jembatan gantung baru tersebut yang berada diatas ketinggian lebih kurang  100 m dari dasar  lembah ngarai sianok, dari sini kita dapat menikmati pemandangan lembah ngarai sianok yang berliku dan anak sungai yang mengalir dibawahnya. Siapa tahu dapat juga pemandangan bagus berupa muda-mudi yanga syik masyug berdua di sela rimbuan pohon dibawahnya hehehe.

Sedang diseberangnya adalah jalan dan jenjang menuju Koto gadang yang sudah masuk daerah kabupaten Agam. Jembatan ini  menghubungkan dua daerah pemerintahan yang berbeda yaitu Kota Bukittinggi dan Kabupaten agam walau sebenarnya dua daerah ini dulunya satu. (Bukittinggi dulunya ibukota kabupaten agam).

Penulispun mendapat kiriman kegiatan peresmian jenjang dan jembatan gantung baru tersebut untuk umum. Berikut photo-photonya :

“Great Wall” yang dikenal dengan Jembatan Koto Gadang ini dibuat permanen menyerupai Great Wall di cina, cuma bedanya di Bukittinggi ditambah dengan jembatan gantung yang melintasi lembah ngarai sianok. Di photo terlihat warga menikmati jenjang dan jembatan gantung baru yang akan jadi tempat wisata baru bagi pengunjung yang berwisata ke Bukittinggi.

Persemian jenjang dan jembatan baru Ngarai sianok untuk umum ini dihadiri oleh Menkoinfo  Tifatul Sembiring yang merupakan orang Bukittinggi. Menurut berita sekitar seribu lebih warga bukittinggi sangat antusias mengikuti acara ini dan rela antri selama 2 jam untuk mencoba melewati jenjang dan jembatan gantung yang diberi nama “Jenjang  Koto Gadang “  karena panitia membatasi hanya 10 orang bergantian diatas jembatan gantung  tersebut.

Jadi, kangen pulang kampung, sambil bernostalgia mengingat kembali  asmara masa remaja di Ngarai Sianok ini! hehehe..

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hari Guru: Kunjungan SMA Darul Ulum 2, …

Ony Jamhari | | 29 November 2014 | 07:51

Justru Boy Sadikin-lah yang Pertama Kali …

Daniel H.t. | | 29 November 2014 | 00:12

Saatnya Regenerasi, Semoga PSSI Tak Lagi …

Rizal Marajo | | 28 November 2014 | 23:28

Gara-gara Tidak Punya “Kartu …

Adjat R. Sudradjat | | 28 November 2014 | 18:40

Ikuti Lomba Resensi Buku “Revolusi …

Kompasiana | | 08 November 2014 | 15:08


TRENDING ARTICLES

Ibu Vicky Prasetyo Ancam Telanjang di …

Arief Firhanusa | 3 jam lalu

Pak Jokowi, Dimanakah Kini “Politik …

Rahmad Agus Koto | 4 jam lalu

Ketika Jonru Murka #KJM …

Alan Budiman | 6 jam lalu

Anak Madrasah Juara 1 Olimpiade Indonesia …

Ahmad Imam Satriya | 7 jam lalu

SBY Mulai Iri Kepada Presiden Jokowi? …

Jimmy Haryanto | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Jangan Tekan Ahok Lagi… …

Mike Reyssent | 9 jam lalu

Orang Besar …

Jonson Sipayung | 9 jam lalu

Lakon Kursi …

Aditya Idris | 9 jam lalu

Revolusi dari Desa - Cara Baru Meningkatkan …

Ghumi | 9 jam lalu

Tafsir Papua untuk Yansen …

Yusran Darmawan | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: