Back to Kompasiana
Artikel

Regional

“Great Wall” Ngarai Sianok Bukittinggi Diresmikan Hari Ini

HL | 27 January 2013 | 22:45 Dibaca: 4501   Komentar: 0   9

Gambar. Ngarai Sianok, Bukittinggi

Sewaktu SMA penulis sangat menyenangi bermain di Ngarai Sianok, Bukittinggi. Bersama teman-teman meneruni  lembah lalu bersenda gurau berkejaran digemericiknya sungai, kemudian menaiki jenjang di terjal bukit  adalah kegiatan yang sangat mengasyikkan. Apalagi yang paling seru adalah menikmati pemandangan lembah Ngarai Sianok dari atas jembatan gantungnya berketinggian lebih kurang 100 m  yang memacu adrenalin pas  ada angin kencang, apalagi goyangannya bisa bikin wanita disamping anda, tanpa pikir panjang akan memeluk anda! hehe…

Setelah lama diperantauan penulis pernah  mendengar bahwa jembatan gantung dan jenjang ditebing Ngarai Sianok tersebut dilarang untuk umum, karena kondisinya yang tidak aman untuk dilalui, seperti jenjangnya yang sudah banyak rusak kemudian tidak terawat apalagi disekelilingnya  semak-semak belukar dan pepohonan bak jenjang ditengah hutan yang rawan kejahatan, lalu jembatannya yang papannya sudah banyak yang copot dan lapuk.

Gambar. Jembatan gantung lama, Ngarai Sianok Bukittinggi ketika masih bisa dilalui.

13593014851626220888

gambar. Jembatan Gantung ngarai sianok ketika sudah rusak

Nah, berita dari kawan pagi ini membuat penulis penasaran, katanya jenjang dan jembatan yang dulu kami lalui sekarang sudah rampung dipugar dengan sumbangan dana dari para perantau Bukittinggi.  Bentuknya pun sangat luar biasa mirip  “Great Wall” di Cina. Jenjangnya lebih lebar, ada tembok penghalang kiri kanan serta jenjang gantungnya pun baru.  Berikut kiriman photo-photo dari kawan tersebut:

Photo ini katanya diambil sebelum acara peresmian penggunaan jenjang dan jembatan tersebut untuk umum dimulai. Pada photo diatas sepertinya diambil dari arah Bukittinggi tepatnya di Taman Panorama Ngarai Sianok Bukittinggi menuruni tebing ke arah gerbang jembatan ditepi tebing agak dibawahnya.

Inilah jembatan gantung baru tersebut yang berada diatas ketinggian lebih kurang  100 m dari dasar  lembah ngarai sianok, dari sini kita dapat menikmati pemandangan lembah ngarai sianok yang berliku dan anak sungai yang mengalir dibawahnya. Siapa tahu dapat juga pemandangan bagus berupa muda-mudi yanga syik masyug berdua di sela rimbuan pohon dibawahnya hehehe.

Sedang diseberangnya adalah jalan dan jenjang menuju Koto gadang yang sudah masuk daerah kabupaten Agam. Jembatan ini  menghubungkan dua daerah pemerintahan yang berbeda yaitu Kota Bukittinggi dan Kabupaten agam walau sebenarnya dua daerah ini dulunya satu. (Bukittinggi dulunya ibukota kabupaten agam).

Penulispun mendapat kiriman kegiatan peresmian jenjang dan jembatan gantung baru tersebut untuk umum. Berikut photo-photonya :

“Great Wall” yang dikenal dengan Jembatan Koto Gadang ini dibuat permanen menyerupai Great Wall di cina, cuma bedanya di Bukittinggi ditambah dengan jembatan gantung yang melintasi lembah ngarai sianok. Di photo terlihat warga menikmati jenjang dan jembatan gantung baru yang akan jadi tempat wisata baru bagi pengunjung yang berwisata ke Bukittinggi.

Persemian jenjang dan jembatan baru Ngarai sianok untuk umum ini dihadiri oleh Menkoinfo  Tifatul Sembiring yang merupakan orang Bukittinggi. Menurut berita sekitar seribu lebih warga bukittinggi sangat antusias mengikuti acara ini dan rela antri selama 2 jam untuk mencoba melewati jenjang dan jembatan gantung yang diberi nama “Jenjang  Koto Gadang “  karena panitia membatasi hanya 10 orang bergantian diatas jembatan gantung  tersebut.

Jadi, kangen pulang kampung, sambil bernostalgia mengingat kembali  asmara masa remaja di Ngarai Sianok ini! hehehe..

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalau Bisa Beli, Kenapa Ambil yang Gratis?! …

Tjiptadinata Effend... | | 01 November 2014 | 14:03

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | | 01 November 2014 | 10:13

Traveling Sekaligus Mendidik Anak …

Majawati Oen | | 01 November 2014 | 08:40

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 9 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 10 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 10 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 11 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Nangkring “Tokoh Bicara”: Bupati …

Kompasiana | 8 jam lalu

Photo-Photo: “Manusia Berebut Makan …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Kisruh di DPR: Jangan Hanya Menyalahkan, …

Kawar Brahmana | 8 jam lalu

Saran Prof Yusril Ihza Mahendra Kepada …

Thamrin Dahlan | 8 jam lalu

Korupsi yang Meracuni Indonesia …

Cynthia Yulistin | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: