Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Wiwit Shm

Menjadi Istri dan Ibu yang terbaik buat keluargaku tercinta. Silahkan follow blog saya http://www.blogger.com/wiwitsuhaimi selengkapnya

Gempa Kembali Mengguncang Kota Padang Sumatera Barat

OPINI | 07 February 2013 | 08:41 Dibaca: 2178   Komentar: 0   9

13602008841793749229

Bentuk gambar Bangunan Shelter Raksasa di simpang Kandang Padang yang sedang dibangun. (skyscrapercity.com) kuota dari Singgalang.com

.

Saat manusia nyenyak dalam tidurnya, saat itulah teguran datang dari Allah swt. Kira-kira pukul 5.00 wib, hari kamis 7 februari 2013,  aku dikagetkan oleh gempa yang datang sebanyak 2 kali. Padang kembali diguncang gempa berkekuatan 5,6 SR yang berdurasi 6 detik, tepatnya mengguncang barat daya Pesisir Selatan Sumatera Barat, berada dilaut, kedalaman 10 Km (BMKG).  Gempa ini dirasakan hingga Padang dan Pariaman. Hal ini juga dibenarkan oleh Ibunda saya yang berada di Pariaman. Dan sejauh saya ketahui, belum ada informasi atas kerusakan bangunan dan korban jiwa dari gempa tadi subuh.

Waspadaaa!

Hanya itulah yang dapat kami tingkatkan bagi daerah kami yang rawan gempa. “Para ahli memprediksi gempa aceh kemaren dapat mempengaruhi sistem keseimbangan yang tersubduksi di Mentawai yang dapat menyebabkan gempa Padang megathrust 8,9 SR” ujar Kepala Pusat Data Humas BNPB ( Badan Nasional Penanggulangan Bencana) bapak Syamsul Maarif.(detiknews.com).

Manusia hanya dapat meramal, aku percayakan saja kebenaran ada ditangan Sang Penguasa. Semoga bencana yang ditimpakan kepada kami, dapat diambil hikmahnya agar lebih meningkatkan ke-Imanan dan selalu berada dalam genggaman Illahi. Tiada daya dan upaya, kecuali dengan pertolongan Allah.

Meski ada informasi potensi gempa besar, Pemko Sumbar menghimbau agar warganya selalu waspada, dan jangan panik, bila nantinya ada gempa susulan.  Sebab dengan pikiran tenang kita dapat mengantisipasi keadaan darurat sekalipun yang terjadi nantinya. Apalagi sekarang sudah lama beredar, sejak gempa yang meluluh lantakan kota Padang dan sekitarnya pada 30 oktober 2009 lalu, dengan mengedarkan peta zona aman yang harus dilalui saat gempa nanti bila berpotensi tsunami.

Setidaknya saya merasa lega sedikit, karena antisipasi gempa di Padang yang sedang dibangun sebanyak 7 shelter di Sumbar. 1 diantaranya shelter raksasa yang mencengkram Simpang Kandang Padang yang dibuat oleh Pusat Studi Bencana Unand yang dapat menampung ribuan orang.

Aku menyadari bahwa manusia hidup didunia hanyalah atas kehendakNYA. Maka berbuat baiklah dan perbanyalah amal selagi hayat masih dikandung badan. Sebagaimana Firman Allah, QS. An-Nissa 79 “Nikmat apapun yang kamu terima, maka itu dari Allah, dan bencana apa saja yang menimpamu, maka itukarena (kesalahan) dirimu sendiri”. MasyaAllah, betapa Sang Maha Pencipta lebih sempurna dari segala yang ada dibumi dan dilangit.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 6 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 6 jam lalu

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 7 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 13 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Air …

Hotman J Lumban Gao... | 7 jam lalu

Penguasaan Sumber Daya Strategis …

Kang Warsa | 7 jam lalu

Ironi Setalah Dialog Kerukunan dan …

Sapardiyono | 7 jam lalu

Kepercayaan untuk Pemimpin Baru …

Kasmui | 8 jam lalu

Revolusi dari Desa di Perbatasan …

Pepih Nugraha | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: