Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Echo Nursanto

Satu Tujuan Untuk Masa Depan

Rencana Membangun GOR PT Jaya Real Property Abaikan Lahan Sengketa

REP | 08 February 2013 | 11:46 Dibaca: 264   Komentar: 0   0

PT . Jaya Real Property (JRP) Tbk, selaku pengembang perumahan Bintaro Jaya kembali melakukan pemagaran di lahan sengketa yang berlokasi di jalan Tegal Rotan, Pondok Jaya, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Lahan tanah tersebut seperti diketahui masih dalam proses Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA) tercatat dengan Nomor W29.U4/2274/HT0409/VIII/2012 (PK) tertanggal 6 Agustus 2012, yang diajukan oleh pemilik lahan bernama RM. Punto Wibisono melalui kuasa hukumnya yang ditunjuk oleh pihak keluarga yaitu Mariyam Fatimah, SH.

Proses PK atas kepemilikan tanah seluas 2.080 m2 yang berlokasi di Jalan Tegal Rotan,Pondok Jaya,Kecamatan Pondok Aren, dilakukan atas putusan Mahkamah Agung Nomor : 808/PDT/2010, yang dimenangkan oleh PT. Jaya Real Property.

Legal Sengketa PT. JRP, Yatno, saat ditemui wartawan beberapa waktu yang lalu di kantornya mengatakan pemagaran yang dilakukan oleh mereka hanya untuk mengamankan barang/aset PT. JRP yang ada di dalam lokasi tanah tersebut.

”PT. JRP berencana membangun gedung sarana olahraga, sampai saat ini kami belum melakukan kegiatan diatas tanah tersebut, karena ijin dari BP2T saja belum ada. Kami hanya sekedar mengamankan aset PT. JRP karena selama ini banyak yang hilang,” jelasnya.

Selanjutnya, Yatno juga mengetahui bahwa saat ini pihak pemilik lahan masih melakukan proses PK di Mahkamah Agung RI.

Dari pantauan di lokasi, di kawasan lahan terlihat papan/plang merah dari BP2T Kota Tangsel. Itu berarti pembangunan di atas tanah tersebut dihentikan. Artinya, diatas lahan tersebut menunjukkan pelarangan secara hukum melakukan kegiatan pembangunan dalam bentuk apapun.
Kepala Bidang Pengawasan Dampak Lingkungan (Kabid Wasdal-BP2T) Tangsel, Bambang Noertjahjo, saat di konfirmasi terkait perizinan atas tanah tersebut membenarkan kalau pihak BP2T tidak memberikan ijin, karena masih ada permasalahan atas tanah tersebut.

Sementara itu, Kuasa Hukum pihak RM. Punto Wibisono mengingatkan selama proses PK masih berlangsung di MA, maka pihak PT Jaya Real Property tidak melakukan kegiatan apa pun sebelum ada keputusan hukum tetap di tingkat MA.

“Seperti diketahui, dulu di lokasi lahan ada plang yang terpancang bertuliskan “Tanah Ini Disita Berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri Tangerang Nomor: 257/PDT.G/2008/PN.TNG Tanggal 29 Januari 2009”, ungkapnya.
Dan, di plang tersebut juga terpampang jelas tulisan “Barang Siapa Dengan Sengaja Melakukan Pengerusakan Atau Membebankan Atau Mengalihkan Dengan Cara Apapun Tanah Dalam Status Sitaan Dipidana Sesuai Pasal 231 KUHAP”.

Namum disayangkan, tanpa alasan yang jelas plang tersebut raib dan pihak PT. JRP dengan leluasa mencoba kembali membangun dengan memagari tanah seluas 2.080 m2 yang masih dalam proses Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Latahnya Pedagang Kaki Lima …

Agung Han | | 17 September 2014 | 04:16

Polemik Kabinet Jokowi-JK …

Mike Reyssent | | 17 September 2014 | 05:05

Potret-Potret Geliat TKW HK Memang …

Seneng Utami | | 17 September 2014 | 06:07

Pro-Kontra Pembubaran (Sebagian) Kementerian …

Hendi Setiawan | | 17 September 2014 | 08:17

Setujukah Anda jika Kementerian Agama …

Kompasiana | | 16 September 2014 | 21:00


TRENDING ARTICLES

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 3 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 3 jam lalu

Sebuah Drama di Akhir Perjalanan Studi …

Hanafi Hanafi | 4 jam lalu

Di Airport, Udah Salah Ngotot …

Ifani | 5 jam lalu

Pak Ridwan! Contoh Family Sunday di Sydney …

Isk_harun | 9 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: