Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Echo Nursanto

Satu Tujuan Untuk Masa Depan

Rencana Membangun GOR PT Jaya Real Property Abaikan Lahan Sengketa

REP | 08 February 2013 | 11:46 Dibaca: 270   Komentar: 0   0

PT . Jaya Real Property (JRP) Tbk, selaku pengembang perumahan Bintaro Jaya kembali melakukan pemagaran di lahan sengketa yang berlokasi di jalan Tegal Rotan, Pondok Jaya, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Lahan tanah tersebut seperti diketahui masih dalam proses Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA) tercatat dengan Nomor W29.U4/2274/HT0409/VIII/2012 (PK) tertanggal 6 Agustus 2012, yang diajukan oleh pemilik lahan bernama RM. Punto Wibisono melalui kuasa hukumnya yang ditunjuk oleh pihak keluarga yaitu Mariyam Fatimah, SH.

Proses PK atas kepemilikan tanah seluas 2.080 m2 yang berlokasi di Jalan Tegal Rotan,Pondok Jaya,Kecamatan Pondok Aren, dilakukan atas putusan Mahkamah Agung Nomor : 808/PDT/2010, yang dimenangkan oleh PT. Jaya Real Property.

Legal Sengketa PT. JRP, Yatno, saat ditemui wartawan beberapa waktu yang lalu di kantornya mengatakan pemagaran yang dilakukan oleh mereka hanya untuk mengamankan barang/aset PT. JRP yang ada di dalam lokasi tanah tersebut.

”PT. JRP berencana membangun gedung sarana olahraga, sampai saat ini kami belum melakukan kegiatan diatas tanah tersebut, karena ijin dari BP2T saja belum ada. Kami hanya sekedar mengamankan aset PT. JRP karena selama ini banyak yang hilang,” jelasnya.

Selanjutnya, Yatno juga mengetahui bahwa saat ini pihak pemilik lahan masih melakukan proses PK di Mahkamah Agung RI.

Dari pantauan di lokasi, di kawasan lahan terlihat papan/plang merah dari BP2T Kota Tangsel. Itu berarti pembangunan di atas tanah tersebut dihentikan. Artinya, diatas lahan tersebut menunjukkan pelarangan secara hukum melakukan kegiatan pembangunan dalam bentuk apapun.
Kepala Bidang Pengawasan Dampak Lingkungan (Kabid Wasdal-BP2T) Tangsel, Bambang Noertjahjo, saat di konfirmasi terkait perizinan atas tanah tersebut membenarkan kalau pihak BP2T tidak memberikan ijin, karena masih ada permasalahan atas tanah tersebut.

Sementara itu, Kuasa Hukum pihak RM. Punto Wibisono mengingatkan selama proses PK masih berlangsung di MA, maka pihak PT Jaya Real Property tidak melakukan kegiatan apa pun sebelum ada keputusan hukum tetap di tingkat MA.

“Seperti diketahui, dulu di lokasi lahan ada plang yang terpancang bertuliskan “Tanah Ini Disita Berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri Tangerang Nomor: 257/PDT.G/2008/PN.TNG Tanggal 29 Januari 2009”, ungkapnya.
Dan, di plang tersebut juga terpampang jelas tulisan “Barang Siapa Dengan Sengaja Melakukan Pengerusakan Atau Membebankan Atau Mengalihkan Dengan Cara Apapun Tanah Dalam Status Sitaan Dipidana Sesuai Pasal 231 KUHAP”.

Namum disayangkan, tanpa alasan yang jelas plang tersebut raib dan pihak PT. JRP dengan leluasa mencoba kembali membangun dengan memagari tanah seluas 2.080 m2 yang masih dalam proses Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Yuks Jadi Tongsis Reporter… …

Imam Suwandi | | 23 December 2014 | 00:56

Apakah yang Lebih Baik daripada …

Ade Hermawan | | 23 December 2014 | 06:03

Belajar Setia dari Tentara Suriah atau Lebih …

Abanggeutanyo | | 23 December 2014 | 05:27

Empat Modal PSSI Berprestasi di 2015… …

Achmad Suwefi | | 23 December 2014 | 07:07

Voluntourism Blog Competition: Berikan Aksi …

Kompasiana | | 08 December 2014 | 19:03


TRENDING ARTICLES

Penyelidikan Korupsi RSUD Kota Salatiga …

Bambang Setyawan | 10 jam lalu

Akankah Nama Mereka Pudar?? …

Nanda Pratama | 11 jam lalu

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 13 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 14 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: