Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Ghozali Mukti

Aku bukanlah siapa-siapa, aku hanya ingin selalu peduli untuk bangsa ini melalui tulisasn-tulisan yang bermanfaat selengkapnya

Pelaksanaan Jalan Tol Serpong-Cinere Terancam Molor

REP | 25 February 2013 | 21:13 Dibaca: 314   Komentar: 0   0

Tangsel,

Sosialisasi pembebasan tanah/bangunan kepada masyarakat, khsususnya terhadap warga yang terkena proyek jalan tol Serpong-Cinere sepanjang 10,4 km ditargetkan selesai pada minggu keempat bulan Februari 2013. Karenanya, kegiatan sosialisasi kepada warga dilakukan minggu ini secara marathon pada hari Kamis , Jumat, dan Sabtu.

Sinyalemen molornya jadwal pelaksanaan proyek tersebut disampaikan pejabat terkait, Rahma,SH, atas nama Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tangerang. yang juga menjadi merupakan Sekretaris Kementerian PU dalam proyek pembangunan jalan tol Serpong-Cinere.

“Jadwal pelaksanaan pembangunan jalan tol Serpong-Cinere beresiko molor. Karenanya, sosialisasi kepada warga yang tanah dan bangunannya terkena proyek jalan tol Serpong-Cinere harus segera dilaksanakan”, ungkapnya seusai rapat koordinasi persiapan sosialsasi proyek tersebut , di Restaurant Remaja Kuring, pada Jumat (22/2).

Rapat yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah kota Tangsel, Dudung E. Diredja, perwakilan BPN Kabupaten Tangerang, perwakilan Kementerian PU, Sekretaris Camat dan Kasie. Pemerintahan Kec. Pamulang, dan beberapa Lurah/Kekretaris Kelurahan dari kecamatan Pamulang dan Ciputat membahas jadwal pelaksanaan sosialisasi di masing-masing wilayah Kecamatan dan kelurahan.

Namun demikian, Rahma merasa optimis bahwa warga yang tanah/bangunannya terkena pembebasan akan mendukung pelaksanaan proyek jalan tol Serpong-Cinere.

“Keberadaan jalan tol terbukti dapat memberikan dampak yang sangat baik bagi masyarakat. Disamping mempercepat dan mempermudah masyarakat pengguna jalan, juga membantu pertumbuhan ekonomi serta pembangunan wilayah”, paparnya.

Terkait dengan masukan dari beberapa anggota DPRD kota Tangsel, bahwa proyek jalan tol jangan menciptakan pemiskinan terstruktur baru bagi warga, pihak penyelenggara berupaya menjamin hal yang dikhawatirkan tidak akan terjadi.

“Hal-hal yang menjadi kekhawatiran warga, sudah kami pikirkan, termasuk membeli lahan-lahan sisa pembebasan yang ukurannya kecil 100-200 meteran yang dimungkinkan tidak lagi akses keluar-masuk”, ungkapnya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara! …

Mike Reyssent | 12 jam lalu

Ratu Atut Divonis Empat Tahun Namun Terselip …

Pebriano Bagindo | 12 jam lalu

Katanya Supercarnya 5, Setelah yang Bodong …

Ifani | 12 jam lalu

Benarkah Soimah Walk Out di IMB Akibat …

Teguh Hariawan | 13 jam lalu

Kisah Nyata “Orang Vietnam Jadi …

Tjiptadinata Effend... | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: