Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Andika

hanya orang biasa, bukan siapa siapa juga

Persamaan Orang Sulu dan WNI di Sabah Malaysia

REP | 06 March 2013 | 06:51 Dibaca: 5996   Komentar: 0   7

Persamaan Orang Sulu dan WNI di Sabah Malaysia

Saya sudah beberapa kali ke Sabah dari Kuala Lumpur saat masih menjadi TKI di Malaysia, selain banyak ke Kota Kinabalu, saya juga sudah ke Sandakan yang ( saya lihat ) mayoritas penduduk kota Sandakan adalah Bangsa Cina ( orang Malaysia menyebutnya seperti itu ), kemudian pendatang dari Philipina sebagai pedagang dan nelayan atau bekerja berhubunganan dengan laut dan juga banyak WNI kerja disana. Sebenarnya untuk masuk ke Sabah dan Serawak walaupun penerbangan domestik perlu periksa paspor tidak terkecuali juga bagi warga Semenanjung Malaysia ( paspor dan identitas lainya dan ada ijin tinggal di Sabah dan Serawak ) jadi tidak mudah masuk Sabah dan Serawak. Lihat foto.

13625266182104528805

harus melaui pintu pemeriksaan imigrasi di banadara kota kinabalu, foto asli milik andika

Selain Sandakan saya juga sudah ke Tawau, disini banyak juga orang Philipina, yang katanya berasal dari Sulu dan sudah bertahun tahun di Sabah, ada yang masih berstatus warga Philipina tetapi banyak juga yang sudah menjadi warga negara Malaysia ( Sabah ) .

Sebatik juga sudah, pulau kecil yang terbelah dua milik Idonesia dan milik Malaysia itu, saya hanya sampai Sebatik wilayah Indonesia menggunakan kapal kayu dari Tawau. Disini di Sebatik Indoesia ada rumah di perbatasan wilayah yang bagian mukanya masuk wilayah Indonesia tetapi bagian dapurnya masuk wilayah Malaysia. Keseharian baik warga negara Indonesia maupun Malaysia di Sebatik, terutama di perbatasan itu baik baik saja hidup damai, cuma mereka tahu mana warga Indonesia dan mana yang Warga Malaysia.

Ternyata orang kaya di Sebatik Indonesia, berasal dari Sulawesi Selatan. Orang orang Sulawesi Selatan ternyata banyak sekali di Sabah, umumnya sudah menjadi warga negara malaysia ( Sabah ). Jika kita ngopi sarapan pagi di resto hotel tempat kita menginap di Sandakan , Tawau atau di Kota Kinabalu, mungkin saja akan disapa oleh pelayan hotel itu jika tahu kita orang Indonesia, sekedar bernostalgia dan mereka bercerita jika asal usul bapak atau ibunya dari Sulawesi Selatan.

Nah menariknya dalam cerita serangan meliter yang dilakukan oleh Angkatan Tentara Malaysia di Lahat Datu dan Sempurna beberapa hari ini terhadap orang orang Sulu pengikut setia Sultan Sulu yang memberontak di Lahad Datu dan Sempurna, mungkin saja kesulitannya adalah orang orang Sulu di Sabah, seperti halnya dengan Warga Negara Indonesia yang umumnya bekerja di perkebunan perkebunan di Sabah itu sudah menyebar kemana mana, bisa dikatakan setiap RT (lingkungan) di kota atau perkebunan ada orang Sulu dan atau Warga Negara Indonesia , juga agak sulit membedakan mana orang Sabah, mana orang Sulu dan Mana orang Indonesia karena mereka sudah bicara dalam logat yang sama, kecuali bangsa cina yang agak lain

13625477291648415208

orang orang philipina di sandakan, tawau dan pesisir sabah lainnya, foto asli milik andika

Baca juga tulisan sebelumnya, Bedanya WNI dan Orang Sulu di Sabah Malaysia, http://regional.kompasiana.com/2013/03/04/bedanya-wni-dan-warga-sulu-di-sabah-malyasia-539000.html

13625287011384045074

peta sabah malaysia

Sekedar berbagi informasi, salam dari Jakarta

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Inilah 5 Butir Penting Putusan MK atas …

Rullysyah | | 21 August 2014 | 17:49

MK Nilai Alat Bukti dari Kotak Suara …

Politik14 | | 21 August 2014 | 15:12

Sharing Profesi Berbagi Inspirasi ke Siswa …

Wardah Fajri | | 21 August 2014 | 20:12

Meriahnya Kirab Seni Pembukaan @FKY26 …

Arif L Hakim | | 21 August 2014 | 11:20

Haruskah Semua Pihak Menerima Putusan MK? …

Kompasiana | | 21 August 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Dear Pak Prabowo, Would You be Our Hero? …

Dewi Meisari Haryan... | 13 jam lalu

Kereta Kuda Arjuna Tak Gentar Melawan Water …

Jonatan Sara | 14 jam lalu

Dahlan Iskan, “Minggir Dulu Mas, Ada …

Ina Purmini | 15 jam lalu

Intip-intip Pesaing Timnas U-19: Uzbekistan …

Achmad Suwefi | 17 jam lalu

Saya yang Memburu Dahlan Iskan! …

Poempida Hidayatull... | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: