Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Hakeem Elfaisal

fakultas ekonomi USAHID dan Fak HUKUM Bungkarno,wiraswasta,pengajar dan pembelajar Kalau kamu bukan anak raja dan engkau selengkapnya

Penggusuran Pedagang Stasiun Kereta Api Oleh PT KAI DAOP 1

REP | 08 March 2013 | 14:18 Dibaca: 397   Komentar: 1   0

ALIANSI SERIKAT PEDAGANG STASIUN LAYANG SEJABOTABEK

Sektariat:Jln Pegangsaan Timur Blok C NO 2

Telp 08161422743- 021 93866920-021 93371779

Fakta – Fakta yang Terjadi

Telah terjadi Pemagara stasiun Juanda sebelum adanya dialog dan sosialiosasi Revitalisasi di Stasiun juanda

Telah terjadi tindak criminal dan pengrusakan serta pencuriaan barang milik penyewa dan pedagang distasiun juanda yang diduga kuat dilakukan oleh oknum yang diberitugas oleh PT KAI Yang dibuktikan surat tanda penerima Laporan /Pengaduaan No : Pol:155/K/II/2012/Polres Jakpus

Telah terjdi penjarahan dan tindak pidana pencuriaan asset milik PT KAI di Stasiun Juanda berupa Rolling Gate .rolling door ,besi,almunium,kabel,listri,panel listrik pada tanggal 07 februari 2012 namun PT KAI mengabaikan dan mengacuhkan laporan pedagang yang berupa SMS kepada Bapak Ahmad Sujadi

Berdasrkan surat No: D1/SMK/211/XII/2011 adalah tentang pemagaran dan tidak ada surat setelah itu namun fakta dilapanga preman- preman yang disewa PT KAI mengintimidasi dan memaksa pedagang mengeluarkan barang miliknya .

Penunjukan dan Surat tugas terhadap oknum Pedagang Liar yang berkoloborasi dengan Preman dan Ormas untuk mengintimidasi dan menakuti pedagang agar keluar dari Kios yang mereka Tempati.

Penujukan Ormas dengan surat tugas kepada ormas tersebut seperti Maggala Garuda Putih dan Forkabi yang semuanya itu ,dilapangan mengitimidasi pedagang agar keluar.

Surat Rekomendasi dari anggota DPRD Bpk Drs Iggard Josuha Yang diabaikan oleh PT KAI

Kami telah mengutus dan meyalurkan aspirasi kami kepada Bpk Taufikurahman dan ibu Monica selaku anggota dewan wakil rakyat namun ternya diabaikan oleh PT KAI

Adanya proyek pemagaran yang diduga kuat tidak sesuai dengan aturan aturan yang ada.

Kios yang membandel dan tidak mau membayar tidak Pernah Disegel atau ditutup oleh PT KAI malah dipelihara dan dijadikan sumber duit bagi Oknum PT KAI

Sekitar 40 kios diStasiun Juanda yang telah rata dan telah dirubuhkan

Ada Sekitar 60 rolingdoor dan 50 roling gate di Stasiun Juanda

Adanya Relokasi Liar yang disetujui dan didalangi oleh Bpk Ahmad Sujadi sesuai dengan pengakuaan Yoga dan Ono karma

Adanya biaya - biaya yang ditarik dan akan direncakan akan adanya biaya sewa perbulan dan akan disetorkan kepada oknum oknum tertentu di PT KAI sesuai dengan pengakuaan yoga ( ada Kwitansinya)

Pemecahan dan politik de vide et empera dan politik adu domba yang diciptakan oleh oknum PT KAI dengan Melegalkan pedagang kaki lima menggusur pedagang kios

Listrik PT KAI di stasiun juanda yang katanya akan diputus namun tidak di putus dan dimanfaaatkan oleh oknum oknum peliharaan PT KAI.

Adanya Konflik antar pedagang yang merupakan kondisi yang sengaja diciptakan

Adanya preman mabuk –mabukan setiap hari dan setiap malam yang sengaja di ciptkan sehingga situasi berdagan yang tidak aman

Tidak adanya jaminan/perjanjiaan tertulis pedagang lama bias berjualan kembali di stasiun

Tidak Adanya kejelasan Syarat dan ketentuaan yang akan diberlakukan oleh PT KAI

Tidak adanya sosialisasi Grand design dan Site plan di stasiun – stasiun

Tidak pernah seluruh pedagang stasiun juanda diundang untuk sosialisasi Revitalisasi di stasiun juanda oleh PT KAI

18 penyewa resmi tidak bias berjualan kembali dan belum mendapat relokasi remi dan jelas

50 orang karyawan yang tercam di PHK dan menganggur

Indomaret Poin Yang telah bediri di Stasiun Juanda tahun 2010 adalah Cikal bakal indomaret berdiri di stasiun Stasiun Lainya

Pedagang Lama tidak bisa mengontrak tetapi Indomaret Poin (PT Dinar Perkasa Gemilang) Masih bisa mengontrak dan masih lama kontraknya

Pendiriaan Indomaret Yang telah melanggar PP no 112 tahun 2007 dan Perturan mentri RI No 53/M/Dac/Per/XII/2008, Perda no 2 tahun 2002 ,Dan ingub No 115 tahun 2006

adanya SK Gubenur 240 tahun 1983 tentang peruntukan kios Stasiun – stasiun

Adanya Berita Bohong Besar dan fitnah yang diciptakan bahwa pedagang stasiun Juanda Tidak mau bayar sewa.

Adanya Kesepakatan Harga Pihak PT KAI dang Paguyuban Stasiun Juanda dengan Notulen Rapat Pada tanggal 08 agustus 2011

Itikan baik pedangang Stasiun Juanda membayar DP sebesar untuk pembayaran sewa kios (01 january samapai 31 Desember ) dengan No Kwitansi BPS 01473

Pembayaran Uang DP tersebut dianggap sebagai Uang Titipan bukan unag sewa

Adalah Bohong Besar Bpk Purnomo Radiq.Y mau dan bisa bertemu dengan pedagang setiap saat

Tidak adanya pernah terjadi dialog anatara pedagang denga Bpk Purnomo Radiq.Y sebelum demontrasi di stasiun Cikini

Surat surat Resmi Kami yang tidak pernah dibalas antara lain

- No: S.Balas/ASPSL/02/XII/@011

- No:/Pem-LPBHNU/XII/2011

- No:798/sk/lbh/2011

- No: 003/TTp/XI/23011

- No 007/PI/I/2012

Pemutusan Listrik sepihak dari PT KAI di stasiun gondangdia

Pencuriaan kabel lisrik dan Meteranya Oleh oknum PT KAI di Stasiun Gondang dia

Adanya Pedagang yang meninggal dunia setelah turun surat pengosongan ,yang bernama Abraham dan bu surip

Adanya politik pecah belah dengan membentuk relokasi dini yang ditawarkan kepada pedagang kroni kroni Kepala Stasiun gondang dia

Dengan kondisi sarana dan prasarana Stasiun yang sama.Pihak PT KAI menaikan harga kurang lebih 300 %

Cikini Telah membayar RP 110 kios / 6 bulan dibayarkan untuk 110 kios dengan 35 pengontrak

Lisrtik dipasng sendiri di cikini dan gondangdia

Pembanguna kios dinding dan lantai adalah rata pedagang yang bagun sendiri

Tidak adanya sosialisasi Pemagaran dan pengosongan sesuai deng draf kontrak yang ada antara PT KAI dengan pedagang stasiun cikini

Model Uang Titipan adalah Bentuk koropsi yang halus yang diterapkan

Pembayaran uang sewa gondangdia ditolak oleh Bpk Hany widodo dengan alasan belum ada intruksi pimpinan

70 kios dan 95 orang pedagang Kaki lima yang tergantung hidupnya di Stasiun Gondangdia

Berdasarkan Notulen Rapat PT KAI Tanggal 17 Oktober dengan Paguyuban Stasiun Gondangdia telah terjadi Kesepakatan Harga

Uang sewa Kaki lima dibayarkan kepada oknum dan di setor kepada Kepala stasiun distasiun gondangdia

60 K5 distasiun Cikini

K5 membayar Rp 120.000 dan sebahiaan disetor kepad kepala stasiun di stasiun cikini

Adanya Surat Cinta pemagaran dan pengosongan di Stasiun Gondangdia

Adanya surat Cinta Pemagaran dan Pemogosongan Di Stasiun Cikini

Hormat Kami

Jakarta 17 Februari 2012

Presedium

Anni Faisal Saparudin

Juanda Gondangdia

Djarkasih Damanik

Cikini

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Jokowi, Berhentilah Bersandiwara! …

Bang Pilot | 10 jam lalu

Menerka Langkah Politik Hatta …

Arnold Adoe | 12 jam lalu

Anies Baswedan Sangat Pantas Menjadi …

S. Suharto | 12 jam lalu

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: