Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Siti Mugi Rahayu

Saya seorang guru yang tertarik pada pendidikan yang humanis.

Awas Cairan Setan Pembuka Gembok !

REP | 16 March 2013 | 11:35 Dibaca: 7367   Komentar: 0   2

Jam semakin mendekatkan waktu untuk pulang. Tapi, sungguh, ada perasaan takut menyelimuti hati saya untuk kembali ke rumah. Pasalnya, kemarin rumah saya disatroni tamu tak diundang, alias maling.

Kronologisnya begini, seperti biasa selepas kerja, kami menjemput anak-anak di rumah neneknya karena memang pulang sekolah mereka pulang ke rumah beliau. Ba’da maghrib kami berangkat pulang ke rumah. Hampir setiap hari rutinitas ini berlangsung. Saya tidak punya asisten rumah tangga, sehingga rumah kosong setiap harinya. Hanya dititipkan ke tetangga dekat yang memang tidak banyak. Kompleks perumahan yang saya tinggali tidak terlalu sepi karena jalan rayanya kadang dilalui banyak kendaraan.

Sore itu seperti biasa saya turun dari kendaraan dan berjalan hendak membuka gembok pintu gerbang. Namun, saya terperangah. Kunci gemboknya tidak ada! Ada perasaan sanksi, apa benar saya tidak menggemboknya tadi pagi ? Ah, tidak mungkin ! Kuncinya saya bawa, artinya gemboknya sudah saya kunci !

Saya menghampiri suami dan berbisik, “gemboknya hilang, Pak!”. Saya agak takut sebenarnya melanjutkan perjalanan mengecek jendela dan seisi rumah. Khawatir memang benar telah terjadi sesuatu di rumah kami. Tapi apa boleh buat, saya harus berjalan menuju jendela kamar yang memang akses yang paling mudah dilalui. Dan ternyata benar. Jendela kamar tercongkel. Sang penyusup membiarkannya tertutup tanpa terkunci. Saya langsung mengintip isi kamar dan benar saja… dua buah lemari baju ambrol isinya. Berantakan hampir memenuhi satu kamar tidur.

Lemas rasanya kaki ini. Apa iya saya kemalingan ?

Saya bergegas mengetuk pintu tetangga dan menanyakan ada siapa yang datang ke rumah, tentu saja dia jadi panik dan sangat merasa bersalah setelah saya beri gambaran tentang apa yang saya lihat. Lalu dia mengingat-ingat peristiwa tadi siang. Empat orang lelaki datang ke rumah kami, dan karena ada anak tetangga, dia bertanya pada anak kecil tersebut, “yang punya rumah ada gak ya?”

“Ga ada, kerja”, kata Sofi yang masih kelas 1 SD. Sofi langsung bergegas ke rumahnya. Kesempatan ini lalu dipakai keempat pencoleng tersebut beraksi. Menurut Sofi, tiga dari empat orang tersebut tetap menunggu di depan rumah kami sambil tetap berada di atas motor. Tak ada yang curiga, sementara satu orang beraksi mengobrak-abrik isi sumah saya. Wahai para pembaca, pelajarilah modus ini!

Saya buka pintu rumah yang tadinya masih terkunci, saya lihat semua lemari anak-anakpun berantakan. Isinya dikeluarkan di atas lantai. Kamar belakangpun demikian, di atas tempat tidur berserakan berbagai macam barang seperti charger, colokan listrik, dsb yang memang biasanya saya simpan dalam sebuah tas khusus. Saya teringat tas kecil saya yang berisi sejumlah uang untuk bayaran anak-anak sekolah, ternyata alhamdulillah masih utuh. Rupanya si maling tidak sampai memeriksa tas ini.

Tanpa menyentuh apa-apa terlebih dahulu, kami mengontak pak RT , keluarga dekat, dan beberap atetangga yang kebetulan lewat.

Pak RT menawarkan, apakah akan lapor ke polisi atau tidak ? Beberapa orang menyarankan tidak perlu. Karena kalau lapor polisi, maka kehilangan sejuta bisa serasa hilang lima juta. Walah,… walaupun kurang yakin maksudnya apa, tapi akhirnya kami tidak melaporkannya. Namun dalam hati saya simpan pertanyaan besar ini untuk Pak Polisi, ” apa benar Pak ?”.

Setelah cek sana sini, akhirnya kami ketahui bahwa satu laptop yang disimpan di lemari anak-anak ternyata raib. Si sulung turut gemas karena tabungannya juga hilang. Sisa-sisa uang jajan dan ongkos after schoolnya yang kira-kira mencapai tujuh puluh ribu rupiah telah lenyap dalam sekejap. Ah, sungguh menyakitkan hati.. Ibu tahu, nak !

Anak-anak marah pada si pencoleng karena tablet yang belum genap enam bulan dibeli dari tabungan bapaknya, juga hilang begitu saja. Dua buah jam tangan casio ori, turut melengkapi kehilangan kami ini.

Obrolan menjadi sangat hangat dan panas malam itu antarwarga. Beberapa meributkan cara amatiran si maling yang terlihat sangat terburu-buru. Hmm… semua maling sepertinya pasti terburu-buru ya ? Namun mereka lalu mengait-ngaitkan dengan kejadian pencurian di beberapa rumah yang terjadi akhir-akhir ini. Gerbang tergembok namun tetap saja bisa dibuka dengan mudah.

Saya jadi ingin bertanya ke mbah goggle terkait cara membuka gembok yang saya yakin dengan mudah bisa dilakukan oleh para pencuri tersebut. Seperti halnya yang dishare oleh para tetangga, kemungkinan yang dilakukan pencuri adalah memang menggunakan cairan setan yang bisa menghancurkan gembok dalam hitungan detik. Ini juga bisa dibaca di sini. Beberapa orang bilang “wahh.. itu pake air raksa”. Namun saya baca di situs yang tadi ternyata air raksa tidak bisa melarutkan logam sekelas platina. Yang bisa malah aqua regia, campuran 2 bahan HCl dan HNO3 pekat. Wallahualam bisshowab, karena saya tidak mengerti kimia-kimiaan macam begini.

Tapi luar biasa ya, setelah searching dilakukan, saya terperangah sendiri. Ternyata menurut sumber ini, para maling malah sudah pada kursus untuk membuka gembok cara cepat atau dikenal dengan istilah lockpicking. Jaman terlalu canggih, atau memang kita sudah kehabisan cara mencari uang yang halal?

Yang parah lagi, cairan setan pembuka gembok hanya dijual dengan harga tidak sampai 50 ribu rupiah. Luar biasa gila !

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kunonya Rekapitulasi Pilpres, Kalah Canggih …

Ferly Norman | | 22 July 2014 | 07:48

Cara Mudah Kenali Pelaku Olshop yang …

Ella Zulaeha | | 22 July 2014 | 11:59

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21

Cara Mudah Kenali Pelaku Olshop yang …

Ella Zulaeha | | 22 July 2014 | 11:59

Bukan Dengkuran Biasa …

Andreas Prasadja | | 22 July 2014 | 10:45


TRENDING ARTICLES

Perlukah THR untuk Para Asisten Rumah …

Yunita Sidauruk | 6 jam lalu

Catatan Tercecer Pasca Pilpres 2014 (8) …

Armin Mustamin Topu... | 8 jam lalu

Rekap Final Kawalpemilu.org Jokowi 53,15%, …

Rullysyah | 8 jam lalu

Lima Artis Terseksi Indonesia dengan Selera …

Sahroha Lumbanraja | 11 jam lalu

Jejak Itu Bernama Screenshot… …

Sunardi Al Banyumas... | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: