Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Sigit Priyadi

Padang rumput hijau, sepi, bersih, sapi merumput, segar, windmill, tubuh basah oleh keringat.

Gotong-royong Menyiapkan TPS Pilkades di Cipeucang, Cileungsi.

REP | 17 March 2013 | 14:54 Dibaca: 258   Komentar: 0   0

Persiapan Pilkades di Desa Cipeucang tinggal tujuh hari lagi. Beberapa hari  yang akan datang adalah masa kampanye bagi para calon Kades. Jatah waktu kampanye yang diberikan oleh Panitia Pilkades kepada dua calon Kades hanya empat hari. Seperti apa bentuk kampanye yang hendak dilakukan oleh kedua calon Kades perempuan tersebut? Tentu saja masing-masing calon, yakni: Ibu Hajah Masyuni dan Ibu Teni Haerani, telah mempersiapkan cara yang jitu untuk memikat simpati warga masyarakat desa Cipeucang.

Apakah Ibu Hajah Masyuni, yang berprofesi sebagai bidan dan mempunyai klinik untuk tempat prakteknya sehari-hari lebih menitik beratkan program pelayanan kesehatan sebagai focus tugasnya selaku Kades? Apakah Ibu Teni Haerani yang seorang ibu rumah tangga dan istri Kepala desa Cipeucang saat ini akan memprioritaskan peningkatan peran perempuan di wilayahnya dalam mendorong pentingnya pendidikan bagi putra-putrinya, sehingga mau menunda usia nikah demi tercapainya pendidikan yang lebih tinggi?

Sebagai calon Kepala Desa Cipeucang yang telah dipastikan merupakan Kepala Desa perempuan, maka semua program masyarakat tentu akan lebih bernuansa pada dunia perempuan yang lebih menekankan aspek ketelitian, kepekaan  perasaan pada urusan domestic rumah tangga, tanggung jawab dan sikap menjaga amanah yang lebih besar, serta lebih bersemangat dalam menjalankan tugas dan kewajiban yang telah digariskan. Semua akan terjawab setelah salah satu dari kedua calon tersebut keluar sebagai peraih suara terbanyak , yang akan ditentukan dalam pemungutan suara pada hari Minggu, tanggal 24 Maret  2013 (seminggu yang akan datang).

Perubahan-perubahan besar di wilayah Cileungsi dan desa Cipeucang akan terjadi dalam beberapa tahun mendatang. Pembangunan sarana komersial, pelebaran jalan utama, mobilitas penduduk yang semakin cepat, pertambahan jumlah pengembang perumahan seiring dengan pesatnya pertambahan penduduk yang datang untuk bertempat tinggal di wilayah pinggiran Cileungsi, serta semakin menyusutnya area persawahan akibat alih fungsi lahan. Peran Ibu Kades akan lebih teruji menanggapi semua perubahan besar tersebut. Bila Ibu Kades hanya  diam saja, jarang bertatap muka dengan warga desa serta tidak mau bersikap dan bertindak nyata dalam dinamika perubahan  tersebut, maka bisa dipastikan warga desa Cipeucang hanya akan menjadi obyek atau penonton pasif, bahkan malah menjadi korban yang dirugikan.

Saya selaku penduduk warga Cipeucang yang diminta untuk menjadi anggota panitia Pilkades merasa berkewajiban untuk menyukseskan hajat pesta demokrasi desa Cipeucang itu dengan cara mengikuti tugas-tugas dan aturan main yang telah ditetapkan oleh Ketua dan Lembaga BPD. Wujud kesetiaan seluruh anggota panitai pada tugas adalah kerja bakti bersama guna mempersiapkan lapangan tempat pemungutan suara yang terletak di Rt 12/ Rw 02, pagi hari tadi. Kami bersama-sama membersihkan ilalang dengan alat potong rumput dan golok. Cuaca Minggu pagi tadi terasa sangat nyaman dan hangat. Mentari bersinar cerah menghangatkan tubuh-tubuh kami, sehingga tubuh kami mandi peluh keringat. Baru kali ini saya melihat satu ekor ular berkulit hitam sepanjang limapuluh centimeter yang tiba-tiba keluar dari tanah yang saya cangkul saat meratakan gundukan tanah di tengah lapangan, pergi menjauh. Saya juga merasakan kondisi fisik yang sangat bugar, setelah berbulan-bulan tidak pernah mencangkul sebagai bagian dari kegiatan bersih-bersih kerja bakti lingkungan.

1363506553260385683

Rekan saya beraksi membabat ilalang.

13635066451283591626

Para anggota panitia beramah-tamah sebelum mulai bekerja.

136350675238644959

Kerja penuh semangat.

1363506836758873978

Sejenis kadal aneh yang ditangkap di area lapangan.

Lapangan  Kubang yang sehari-hari hanya digunakan untuk bermain sepakbola remaja kampong,  dengan beberapa pohon Rambutan  yang tumbuh terpencar tak teratur yang sering digunakan sebagai tempat berteduh anak-anak kecil kala mereka bermain di tengah hari yang panas, pada hari Minggu depan nanti akan menjadi ajang berkumpulnya delapan ribu warga desa Cipeucang yang akan datang berbondong-bondong dari seluruh pelosok desa. Saya sebagai warga perumahan  yang sebelumnya tidak mengenal anggota panitia yang berasal dari perkampungan di Desa Cipeucang, akhirnya dapat saling berkomunikasi dan saling mengenal. Beberapa  diantaranya masih canggung membuka pembicaraan, namun kami akhirnya dapat mengobrol dengan santai. Saya bisa menangkap nada bicara yang tulus pada rekan-rekan saya. Guyonan santai tanpa menyinggung perasaan dapat diungkapkan dengan spontan oleh rekan-rekan saya dari kampong itu, tanpa perasaan khawatir akan terjadi perselisihan. Kami bekerja dengan penuh semangat dan kompak demi terwujudnya proses Pilkades yang jujur, transparan, dan menjunjung perdamaian.

Minggu, 17 Maret 2013.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Indahnya Rumah Tradisional Bali: Harmoni …

Hendra Wardhana | | 26 October 2014 | 06:48

Perjuangan “Malaikat Tak …

Agung Soni | | 26 October 2014 | 09:17

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | | 26 October 2014 | 01:02

Bagi Cerita dan Foto Perjalanan Indahnya …

Kompasiana | | 22 October 2014 | 17:59



HIGHLIGHT

Satu Malam di Tanjung Bira …

Abdul Rahim | 7 jam lalu

Unjuk Rasa Tuntut Upah Layak di DIY …

Musfingatun Sakinat... | 7 jam lalu

Cody Simpson - Java Sounds Fair 2014 …

Tari Nadya | 7 jam lalu

Unek-unek untuk Presiden Baru …

Folly Akbar | 8 jam lalu

Risalah 365 Doa & Zikir Sehari-Hari …

Nur Hadi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: