Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Selamat Jalan Pendekar Oong Maryono

REP | 20 March 2013 | 10:08 Dibaca: 930   Komentar: 1   0

Dunia persilatan Indonesia berduka. Pendekar Pencak Silat yang telah menyebarkan tradisi budaya Indonesia ini, meninggal dunia. Oong Maryono yang wafat di Singapura pagi hari 20/3/2013 menghembuskan nafas terakhir, jenazah akan disemayamkan di Musholla Padepokan Pencak Silat Indonesia TMII Jakarta Timur sekitar pukul 22.00

oongBapak Oong lahir pada tanggal 28 Juli 1953 di Bondowoso Jawa Timur, Sejak usia 9 tahun sudah gemar dengan berlatih pencak silat Madura, silat Baweaan dan juga silat kunto. sejak pencak silat mulai dipertandingkan sebagai olahraga prestasi pada tahun 1973, ia menunjukkan prestasi sebagai juara ditingkat regional di Bondowoso. Setelah pindah ke Jakarta Oong belajar karate, Yudo, Aikido, Jitsu dan Tae Kwon Do, dan memperdalam ilmu silat di perguruan KPS Nusantara oleh guru besar Moh. Hadimulyo.

Dari tahun 1979 sampai 1987 prestasi dari tingkat nasional hingga Internasional diraihnya dengan kemenangan yang gemilang, sehingga namanya cukup dikenal oleh pesilat Indonesia hingga mancanegara. Yang unik dari bapak ini adalah pernah menjuarai pula beladiri Taekwondo tingkat nasional dikelas berat

Sekarang Oong Maryono lebih memfokuskan pada penelitian pencak silat baik di Indonesia hingga negera rumpun melayu, bahkan pengembaraannya dalam dunia persilatan hingga ke benua lain seperti Afrika, eropa dan amerika.

Sebagai bukti kecintaanya pada pencak silat ada sebuah buku yang tak asing lagi bagi sebagian pesilat, yang pernah di terbitkannya berjudul ?pencak silat merentang waktu? dalam beberapa bahasa. Sampai saat ini Oong Maryono masih menulis tentang pencak silat dibeberapa majalah seperti Rapit jurnal terbit di Thailand dimana Ia tinggal sekarang.

Disela-sela kesibukannya, pak Oong bisa ditemui dipadepokan pencak silat Indonesia TMII Jakarta, bila ada event nasional hingga dunia ia sering hadir meliput kegiatan tersebut, dan kabar terakhir beliau sedang menulis mengenai silat dari tanah Betawi.

Selain menulis ternyata ia masih sibuk melatih di KPS Nusantara Thailand, dan perlu diakui kepedulian terhadap pencak silat memang luar biasa, dan ini adalah sebuah contoh yang menarik bagi pesilat lainnya.

Saat kunjungannya beliau di Indonesia ia tidak melupakan kawan-kawan pesilat dari ragam organisasi, baik di IPSI, Persilat, hingga ke komunitas silat lainnya. Jadi wajarlah bila kawan-kawannya cukup menghargainya sebagai teman, sahabat dan juga orang tua dimana kita di ajarkan bagaimana membuka wawasan tentang pencak silat di Era Globalisasi ini.

Selain itu ia aktif juga dibeberapa forum diskusi online, seperti diwebsite miliknya di www.KPSNusantara.com dan tercatat pula aktif di milis silatbogor Indonesia, beliau pun duduk sebagai penasehat di situs silatindonesia.com yang merupakan situsnya komunitas pencak silat di Indonesia.

Selamat Jalan Pendekar, semoga segala amal ibadahmu diterima disisi Allah SWT amin.

83a700b2d6f4cf996684730a4d3e85a8

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Lolo Sianipar, Sukses Menjalankan Bisnis …

Erri Subakti | | 23 October 2014 | 19:54

Pak Jokowi, Rakyat Cuma Ingin Bahagia… …

Eddy Mesakh | | 23 October 2014 | 19:57

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Gesture …

Pm Susbandono | | 23 October 2014 | 19:05

Catatan Yayat: Remote Control Traveller …

Kompasiana | | 23 October 2014 | 20:42


TRENDING ARTICLES

Akankah Pemkot Solo Berani Menyatakan Tidak …

Agus Maryono | 6 jam lalu

Jokowi-JK Tak Kompak, Langkah Buruk bagi …

Erwin Alwazir | 6 jam lalu

Jonru Si Pencinta Jokowi …

Nur Isdah | 8 jam lalu

Pak Presiden, Kok Sederhana Banget, Sih! …

Fitri Restiana | 8 jam lalu

Acara Soimah Menelan Korban …

Dean Ridone | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Wih, Sekarang Abdi Rakyat Bakalan Keteteran …

Ridha Harwan | 9 jam lalu

Antara Aku, Kompasiana dan Keindahan …

Rahmat Hadi | 9 jam lalu

Sejarah Qatar, Juara Piala Asia U-19! …

Giri Lumakto | 9 jam lalu

Makna Kegagalan …

Hanif Amin | 10 jam lalu

Ketika Islam Dianaktirikan Penganutnya …

Anni Muhammad | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: