Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Win Ruhdi Bathin

saya seorang penulis, belajar menulis…..suka memoto, bukan fotografer…tinggal di pedalaman Aceh sana. orang gunung (Gayo). selengkapnya

AJI BAnda Aceh Latih pelajar SMA Jurnalistik Dasar

REP | 24 March 2013 | 00:21 Dibaca: 81   Komentar: 0   0

AJI – Muharram Journalism College

Latih Pelajar Dua Kabupaten Jurnalistik Dasar

Takengon- 25 orang pelajar SMA dari Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah , diberi pelatihan jurnalistik dasar selama tiga ,( 23-25/3 )di SMA Negeri 4 Takengon, oleh Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI) Banda Aceh bekerjasama dengan Muharram Journalism College (MJC).

Yayan , panitia pelatihan jurnalistik dasar , dari AJI Banda Aceh , di Takengon, Sabtu (23/3), menyebutkan , pelatihan jurnalistik bagi generasi muda merupakan salah satu alternatif dan pilihan untuk pengembangan kreatifitas dan peluang kerja.

“Menguasai ilmu jurnalistik akan menjadi peluang pekerjaan dan kreatifitas yang besar”, sebut Yayan dihadapan peserta dan kepala sekolah SMA 4 Drs.Misbahuddin MM. Dijelaskan Yayan, Sekolah Jurnalis Muharram Banda Aceh kini sudah memasuki tahun keempat.

Dengan jumlah murid saat ini mencapai 300 orang . Dengan jumlah lulusan 200 orang. “Setengah dari lulusan MJC Banda Aceh ,kini sudah bekerja di berbagai media lokal dan nasional”, kata Yayan.

Diterangkan, pelatihan jurnalistik dasar bagi kalangan pelajar di Aceh merupakan kegiatan AJI tahun ini dalam roadshow di antero Aceh. “Sekolah Jurnalis Muhharam merupakan alternatif sekolah yang banyak diminati karena mendidik keterampilan sehingga siswa memiliki pilihan selain kuliah umum lainnya”, pungkas Yayan.

Drs. Misbahuddin MM, Kepala Sekolah SMA 4 Takengon , menyatakan kegembiraannya atas pelatihan yang diberikan AJI dan menyambut baik upaya mendidik pelajar SMA dibidang jurnalistik .Sejak beberapa tahun, rinci Misbahuddin, SMA 4 secara khusus telah menyediakan wadah bagi pelajarnya dibidang jurnalistik.

Menurut Misbahuddin, meski animo pelajar menulis sudah mulai tumbuh, namun persentasenya masih sangat kecil. “Bagaimana caranya memotivasi anak-anak gemar menulis. Dengan menulis, maka catatan sejarah akan diwariskan dengan tulisan, bukan dongeng”, tegas Misbahuddin.

Misbahuddin berharap tahun 2025, akan lahir pemimpin yang berahlakul karimah, dan semua itu harus dimulai dari sekarang. Karena saat ini, tambahnya, masyarakat kehilangan tokoh panutan yang bisa digugu dan ditiru.

“Jangan anggap enteng jurnalis. Dia bisa membesarkan dan mengerdilkan kita”, ungkap Misbahuddin. Salah seorang pelajar SMA 4 Takengon, imbuhnya lagi , berhasil meraih juara ketiga penulisan cerpen di UI Jakarta.

Guna memberi pencerahan bagi siswa dan guru, setiap tahun pelajar SMA 4 melakukan kunjungan ke berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia hingga ke Malaysia. Seratusan alumni SMA 4 kini kuliah diberbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia. Demikian Misbahuddin.

Dari Muharram Journalism College hadir memberi materi antara lain, Riza, Davi Abdullah dan sejumlah personil lainnya (Wrb)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Remaja di Moskow Juga Suka Naik ke Atap KRL …

Lidia Putri | | 01 August 2014 | 19:28

Tunjangan Profesi Membunuh Hati Nurani …

Luluk Ismawati | | 01 August 2014 | 14:01

Apakah ‘Emoticon’ Benar-benar Jujur? …

Fandi Sido | | 01 August 2014 | 18:15

Menelusuri Budaya Toleransi di Komplek …

Arif L Hakim | | 01 August 2014 | 18:18

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Info Hoax Umar Abuh Masih Disebarkan …

Gatot Swandito | 9 jam lalu

ANTV Segeralah Ganti Nama Menjadi TV India …

Sahroha Lumbanraja | 13 jam lalu

Kader PKS, Mari Belajar Bersama.. …

Sigit Kamseno | 15 jam lalu

Kalah Tanpo Wirang, Menang Tanpo Ngasorake …

Putra Rifandi | 16 jam lalu

Macet di Jakarta Gubernur Disalahkan, …

Amirsyah | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: