Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Koruptor Kelas Hiu

Pendekar tanpa tanding dari perguruan Bukit Lender

Solar: di SPBU Kosong, di Eceran Berjibun

REP | 27 March 2013 | 18:03 Dibaca: 199   Komentar: 9   0

Mungkin bukan hanya penulis saja yang bingung dengan kondisi yang ada di daerah seperti Pontianak. Bagaimana tidak bingung, stok solar di SPBU dalam sekejap ludes habis tak tersisa. Namun, coba tengok di tepi jalan, hamper setiap jarak lima puluh sampai seratus meter ada kios yang menyediakan solar. Penulis tidak akan merasa heran kalau di kios tersebut hanya menjual beberapa jeriken saja. Namun, hampir setiap kios menyediakan solar dalam jumlah yang cukup, paling sedikit dua ratus liter per kios. Seandainya saja dalam satu kilometer terdapat sepuluh kios, dikalikan dengan setiap kios masing-masing dua ratus liter, maka akan didapatkan sejumlah dua ton liter solar.

Jumlah tersebut tentu cukup banyak apabila penyaluran dilakukan oleh SPBU. Akan tetapi, solar tersebut ternyata dijual oleh para pengecer dengan harga enam ribu rupiah per liter. Tentu saja para sopir dan pengusaha jasa ekspedisi yang memanfaatkan solar untuk bahan bakarnya yang akan merasakan keberatan. Tapi itulah kenyataan yang ada di lapangan.

Terlepas dari masalah itu semua, polisi yang menjaga di SPBU juga ikut berperan besar dalam penyaluran solar. Penulis amati, dalam setiap kali penulis mengisi premium di sebuah SPBU di Jalan Adi Sucipto, Pontianak, ada polisi yang khusus menjaga tempat pengisian solar. Menurut suara yang sering penulis dengar di warung kopi dekat SPBU tersebut, setiap kali berjaga, polisi tersebut mendapatkan sopoi (sogokan) dari para preman solar. Tentu saja hal ini semakin menambah citra buruk institusi polri yang memang sudah buruk.

Sebagai bahan renungan untuk penulis dan pembaca, kapan Indonesia terbebas dari yang namanya PREMAN.

Pontianak, 27 Maret 2013

Tags: solar preman

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 14 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 15 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 16 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 17 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 18 jam lalu


HIGHLIGHT

Kabinet Jokowi …

Jamaluddin Mohammad | 10 jam lalu

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 15 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 15 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 15 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 16 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: