Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Putri Permata Sari

Akuntansi - Universitas Gunadarma

Indahnya Jika Semua Orang Memiliki Wawasan Nusantara

OPINI | 30 March 2013 | 22:03 Dibaca: 476   Komentar: 0   0

Wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dalam pelaksanannya, wawasan nusantara mengutamakan kesatuan wilayah dan menghargai kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional.  Misalnya dalam pancasila, nilai-nilai dalam pancasila adalah penerapan HAM, mengutamakan kepentingan masyarakat, dan pengambilan keputusan dengan musyawarah dan mufakat.  Jika kita menjalani nilai-nilai pancasila tersebut dengan baik, berarti kita mempunyai wawasan nusantara.

Tujuan wawasan nusantara terdiri dari dua, yaitu yang pertama adalah Tujuan nasional, yang dapat dilihat dalam Pembukaan UUD 1945, dijelaskan bahwa tujuan kemerdekaan Indonesia adalah “untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan  ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial“.

Lalu tujuan yang kedua adalah Tujuan ke dalam yaitu mewujudkan kesatuan segenap aspek kehidupan baik alamiah maupun sosial, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan bangsa Indonesia adalah menjunjung tinggi kepentingan nasional, serta kepentingan kawasan untuk menyelenggarakan dan membina kesejahteraan, kedamaian dan budi luhur serta martabat manusia di seluruh dunia.

Sebenarnya, tidak hanya nilai-nilai dari pancasila yang mempengaruhi wawasan nusantara, masih banyak nilai-nilai lainnya diantaranya dalam bentuk geografi di Indonesia, nilai-nilai social budaya, serta nilai sejarah.  Dalam bentuk geografi di Indonesia, Negara kita ini kaya akan sumber daya alam dan suku bangsa. Sumber daya alam apapun banyak di Indonesia, namun banyak sekali masyarakat yang tidak bisa menjaga dan melestarikannya dengan baik. Indonesia tidak hanya kaya akan sumber daya alam saja, tapi kaya akan suku bangsa juga. Suku di Indonesia sangat banyak dari Sabang sampai Merauke. Oleh karena itu walau Negara kita terdiri dari banyak suku, kita harus tetap satu. Tidak perlu membeda-bedakan antar suku atau wilayah.

Selain dalam bentuk geografi, nilai-nilai social budaya juga sangat mempengaruhi wawasan nusantara. Indonesia terdiri atas ratusan suku bangsa yang masing-masing memiliki adat istiadatbahasa, agama, dan kepercayaan yang berbeda - beda, sehingga tata kehidupan nasional yang berhubungan dengan interaksi antargolongan mengandung potensi konflik yang besar mengenai berbagai macam ragam budaya. Tidak hanya suku namun kepercayaan dan adatnya pun beraneka ragam, tapi yang terpenting kita harus bisa saling menghargai suku, adat, kepercayaan yang satu dengan yang lainnya.

Setelah kedua nilai tersebut, masih ada nilai sejarah yang juga sangat mempengaruhi wawasan nusantara. Indonesia diwarnai oleh pengalaman sejarah yang tidak menghendaki terulangnya perpecahan dalam lingkungan bangsa dan negara Indonesia. Hal ini dikarenakan kemerdekaan yang telah diraih oleh bangsa Indonesia merupakan hasil dari semangat persatuan dan kesatuan yang sangat tinggi bangsa Indonesia sendiri. Jadi, semangat ini harus tetap dipertahankan untuk persatuan bangsa dan menjaga wilayah kesatuan Indonesia.

Dari segala macam nilai di atas, itu semua sangat berpengaruh terhadap wawasan nusantara. Oleh karena itu kita harus menjalankan nilai-nilai tersebut dengan baik, agar kita juga bisa memiliki wawasan nusantara yang  baik. Ini Negara kita, jadi dari diri kita sendirilah yang harus bangun Negara kita. Jangan sampai Negara lain yang lebih pintar atas Negara kita.

Refrensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Wawasan_Nusantara

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat Jalan, Super Admin Kompasiana! …

Nurul | | 27 August 2014 | 11:44

Bledug Kuwu, Fenomena Langka Alam Indonesia …

Agoeng Widodo | | 27 August 2014 | 15:18

Tukang Ojek yang Membawa Perdamaian di Kota …

Uwais Azufri | | 27 August 2014 | 14:30

Artis Cantik Penginjak Bendera ISIS …

Den Hard | | 27 August 2014 | 12:26

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Buka Hubungan Diplomatik dengan …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Persaingan Para Istri Bersuamikan WNA …

Usi Saba Kota | 9 jam lalu

“Tuhan, Mengapa Saya Kaya?” …

Enny Soepardjono | 10 jam lalu

DPRD Jakarta Belum Keluar Keringat, tapi …

Febrialdi | 10 jam lalu

“Kelompok Busuk Menolak Ahok” …

Pakfigo Saja | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: