Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Ali Anshori

Kuli Tinta yang masih pingin belajar menulis

Ngelem dan Seks Bebas di Kuburan

REP | 31 March 2013 | 04:22 Dibaca: 4582   Komentar: 0   8

Prilaku menyimpang anak remaja belakangan ini makin mengkhawatirkan. Beberapa waktu lalu di Pontianak Kalimantan Barat, sekelompok anak remaja ditangkap aparat kepolisian sedang ngelem di area pekuburan. Yang lebih mencengangkan mereka juga melakukan seks bebas di tempat tersebut.

Peristiwa itu tenyata tidak hanya terjadi di Pontianak, di daerah lain di Kalimantan Barat  juga banyak sekali remaja dan anak-anak muda yang ngelem. Disamping ngelem biasanya mereka juga mengkonsumsi obat batuk code 15 sebagai pengganti narkoba.

Di media masa beberapa waktu lalu juga terungkap praktek prostitusi yang dilakukan anak-anak pelajar SMP. Mereka rela menjual diri kepada lelaki hidung belang demi menggapai impian untuk memiliki barang-barang mewah. Semisal handphon dan gatget lain yang belakangan menjadi trend.

Kasus lain di Kabupaten Melawi, seorang pelajar SMP terpaksa membuang anak kandungnya sendiri di dalam ember. Mayat mayi tersebut ditemukan penghuni asrama yang mencium bau busuk saat mencari ember miliknya.

Yang menjadi pertanyaan siapa yang harus bertanggung jawab atas semua ini?? Ini adalah tanggung jawab kita semua sebagai warga negara yang perduli dengan masa depan bangsa. Namun yang paling berperan dalam kasus ini adalah orang tua mereka.

Sebagai orangtua wajib hukumnya membekali anak-anak mereka dengan ilmu agama. sebab dengan agama yang baik insa Allah mereka tidak akan terjebak dalam tindakan yang melanggar norma-norma kehidupan. Namun hal yang seperti ini sepertinya kurang mendapat perhatian, acapkali orang tua hanya mementingkan kehidupan duniawi sehingga lupa membekali anak-anak mereka dengan pengetahuan agama.

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Kasus PR Habibi, ketika Guru Salah Konsep …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu

Abraham Lunggana, Ahok, Messi, dan Pepe …

Susy Haryawan | 13 jam lalu

Tentang 6 x 4 …

Septin Puji Astuti | 14 jam lalu

Jokowi dan Kutukan Politik …

Angin Dirantai | 15 jam lalu

PPP dan Kudeta Marwah …

Malaka Ramadhan | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

PR Matematika 20? Kemendiknas Harus …

Panjaitan Johanes | 8 jam lalu

(H-16) Jelang Piala Asia U-19 : Uzbekistan …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Pingin Body Kayak Artis …

Ifani | 8 jam lalu

Kesamaan Logika 4 X 6 dan 6 X 4 Profesor …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Diari Santri: #7 Tamu Misterius …

Syrosmien | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: