Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Ernest Himalaya

terima kasih Allah, aku bisa menulis..

Ratu Atut Kuras APBD Banten

REP | 05 April 2013 | 22:20 Dibaca: 1660   Komentar: 20   1

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah bikin ulah lagi. Wanita gubernur satu-satunya di Indonesia ini lagi-lagi menguras isi kas daerah (APBD) provinsi ujung barat Pulau Jawa. Kali ini urusan rumah tinggalnya. Begini ceritanya.

Tahun 2010 lalu, APBD menggelontorkan uang Rp 16,14 miliar untuk merenovasi rumah dinas (rumdin) Gubernur Banten yang terletak di belakang Pendopo Gubernuran di Jalan Brigjen KH Syamun No 5, Kota Serang. Kontraktor yang dapat pekerjaan tak lain adalah milik adiknya, Tb Chaeri Wardana.

Sayangnya selesai dibangun, rmdin itu hingga kini belum juga ditempati oleh sang Gubernur. Bahkan kini kondisinya sudah mulai tak terurus. Ada kerusakan di sana sini. Karena agak besar dan mewah tapi tak berisi, kesannya jadi berubah seram. Mungkin cocok untuk lokasi syuting Uji Nyali.

Lalu di mana Atut menetap? Gubernur hobi nyanyi punya kediaman pribadi di Jalan Bhayangkara No 51, masih di Kota Serang. Rumahnya luas, begitupun lahannya. Herannya, meski tinggal di rumah pribadi, Gubernur “pasang tarif”. Ya, dia meminta uang sewa rumahnya Rp 250 juta/tahun kepada DPRD Banten. Alokasinya pun sudah digelontorkan sejak 2011 lalu.

Begitulah kalau Atut sudah punya keinginan, tidak bisa ditolak lagi. Uang daerah terus dikuras demi kehendak pribadinya. Isi kantong Provinsi Banten sudah terkuras buat membangun rumdin yang ditelantarkan ditambah lagi membayar harga sewa rumah pribadinya.

Ini baru segelintir ulah Atut menguras APBD Banten. Belum lagi proyek-proyek lain yang dikuasai sang adik, Chaeri Wardana, yang juga Ketua Kadin Banten. Sudah jadi rahasia umum jika semua proyek dikangkangi sang adik. Apalagi jika nilainya besar, pokoknya tak boleh ada yang lewat.

Herannya, semua praktik ini seakan tak terendus pihak berwenang. Jangan heran, inilah wajah Banten. Salam…

silakan baca link-link di bawah ini:

http://www.merdeka.com/peristiwa/rakyatnya-menderita-atut-kantongi-rp-250-juta-dari-sewa-rumah.html

http://www.merdeka.com/peristiwa/dprd-harus-stop-anggaran-rumah-rp-250-juta-buat-ratu-atut.html

http://www.merdeka.com/peristiwa/kemendagri-sesuai-aturan-atut-harus-tempati-rumah-dinas.html

http://www.merdeka.com/foto/peristiwa/kondisi-rumah-dinas-gubernur-banten-yang-tak-terawat.html

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ahmad Dhani: Saya Dijanjikan Kursi Menteri …

Anjo Hadi | | 24 April 2014 | 23:45

Lost in Translation …

Eddy Roesdiono | | 24 April 2014 | 22:52

PLN Gagap Online …

Andiko Setyo | | 24 April 2014 | 23:40

Drawing AFC Cup U-19: Timnas U-19 Berpotensi …

Primata Euroasia | | 24 April 2014 | 21:28

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Partai Manakah Dengan Harga Suara Termahal? …

Chairul Fajar | 12 jam lalu

Siapa yang Akan Bayar Utang Kampanye PDIP, …

Fitri Siregar | 12 jam lalu

Riska Korban UGB jadi “Korban” di Hitam …

Arnold Adoe | 13 jam lalu

Tangis Dahlan yang Tak Terlupakan …

Dedy Armayadi | 16 jam lalu

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: